Jumat, 09 Oktober 2026

Kualitas Udara Memburuk, Pemko Pekanbaru Berlakukan Belajar Daring

Azzaren - Senin, 24 Agustus 2026 17:00 WIB
Kualitas Udara Memburuk, Pemko Pekanbaru Berlakukan Belajar Daring
Teks foto : Menurut Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, api sudah berhasil dipadamkan dan saat ini areal gambut dalam proses pendinginan. (Fitrah)

Kitakininews.co.id -Kebakaran lahan melanda Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar selama tiga hari. Kabut asap tidak hanya membuat penduduk setempat mengalami gangguan kesehatan dari lahan terbakar namun juga mulai mulai mengganggu aktivitas pendidikan.

Baca Juga:

Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan siswa belajar dari rumah atau daring untuk mencegah gangguan kesehatan yang ditimbulkan pencemaran udara, Senin (24/8/2026).

Kabut asap menutupi Kota Pekanbaru dalam seminggu terakhir. Kualitas udara dilaporkan terus memburuk. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Pekanbaru, konsentrasi partikulat halus atau PM 2.5 terpantau berada di angkat 133,7 mikrogram permeter kubik. Angka tersebut masuk kategori kualitas udara tidak sehat.

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho memutuskan murid taman kanak-kanak, SD dan SMP melaksanakan sistem belajar daring. Kabut asap dikhawatirkan memicu berbagai penyakit, antara lain infeksi saluran pernafasan akut atau ISPA. Polusi udara di Kota Pekanbaru disebabkan kebakaran lahan dari Kabupaten Pelalawan dan Provinsi Jambi.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan meninjau kebakaran lahan di Kabupaten Kampar.

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat memantau kondisi terakhir kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. Dari pantauan udara, terlihat kebakaran lahan terjadi di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Diperkirakan, empat hektare lahan gambut di kawasan ini musnah dilalap api.

Puluhan tim gabungan dari anggota polisi, TNI dan manggala agni dikerahkan untuk memadamkan kebakaran lahan. Petugas berusaha mengendalikan karhutla agar tidak meluas ke areal gambut di sekitar titik api.

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan serta peneliti Bambang Hero turun langsung ke lokasi kebakaran lahan. Di lokasi ini, ditemukan kerusakan lingkungan. Api menghanguskan tanah gambut, semak belukar dan tanaman tropis di sekitarnya.

Menurut Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, api sudah berhasil dipadamkan dan saat ini areal gambut dalam proses pendinginan. Polres Kampar menyegel lokasi karhutla untuk kepentingan penyelidikan.

Satu orang ditetapkan sebagai tersangka pembakar lahan di Kecamatan Tambang. Kapolda Riau menyatakan secara umum kebakaran lahan di Riau sudah terkendali. Satu lokasi yang masih ditangani adalah kebakaran lahan di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: M Iqbal
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kabut Asap Ganggu Aktivitas Penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pesawat Putar Balik

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pesawat Putar Balik

Diguyur Hujan Deras, Kabut Asap Akibat Karhutla di Kabupaten Kampar Berangsur Hilang

Diguyur Hujan Deras, Kabut Asap Akibat Karhutla di Kabupaten Kampar Berangsur Hilang

Kunjungan Wisata di Riau Menurun Akibat Kabut Asap Karhutla

Kunjungan Wisata di Riau Menurun Akibat Kabut Asap Karhutla

Sedikitnya 10.783 Orang Terpapar ISPA Akibat Kabut Asap di Riau

Sedikitnya 10.783 Orang Terpapar ISPA Akibat Kabut Asap di Riau

Hujan Guyur Pekanbaru, Aktivitas Pendidikan kembali Normal

Hujan Guyur Pekanbaru, Aktivitas Pendidikan kembali Normal

Jumlah Penderita ISPA di Pekanbaru Akibat Kabut Asap Meningkat

Jumlah Penderita ISPA di Pekanbaru Akibat Kabut Asap Meningkat

Komentar
Berita Terbaru