Kunjungan Wisman ke Indonesia Naik 19 Persen Lebih
Melansir berbagai sumber, Jumat (7/2/2025), jumlah kedatangan wisman ke Indonesia sepanjang 2024 mencapai 13,90 juta kunjungan.
Baca Juga:
Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisman pada 2024 tersebut meningkat 19,05 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023.
"Pemulihan sektor pariwisata di Indonesia ditandai dengan adanya peningkatan jumlah kunjungan wisman secara kumulatif dari Januari hingga Desember 2024, yang mencapai 13,90 juta kunjungan. Naik 19,05 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023," kata Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti.
Sementara itu, pada periode Januari-Desember 2024, perjalanan wisatawan nusantara di Indonesia mencapai 1,02 miliar perjalanan. Jumlah ini naik 21,61 persen dibandingkan dengan kumulatif periode yang sama pada tahun 2023 atau secara cumulative to cumulative (ctc).
Di sisi lain, Malaysia mencatat lebih dari 25 juta kedatangan wisman)pada 2024. Angka tersebut tidak memenuhi target yang ditetapkan sebesar 27,3 juta kunjungan wisman.
Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia Tiong King Sing menyampaikan bahwa total kedatangan wisman sebanyak 25 juta masih menandai peningkatan sebesar 24,2 persen dari tahun 2023.
Kedatangan wisman teratas Malaysia pada tahun 2024 berasal dari Singapura dengan 9,1 juta pengunjung, diikuti oleh Indonesia (3,65 juta), China (3,29 juta), Thailand (1,64 juta), dan Brunei (1,14 juta).
Tapi yang jelas, meski tidak memenuhi target, jumlah kedatangan wisman Malaysia itu masih jauh mengungguli Indonesia pada tahun 2024.
Mengejutkan! Rizky Ridho Dikabarkan Dicoret dari Garuda Calling FIFA ASEAN Cup 2026
Dari Lembaran Uang Lama hingga Perangko Bung Karno, Sofyan Tan: Menemukan Kembali Jejak Sang Perekat Bangsa
Kepala Bapenda Medan Kenakan Pakaian Adat Simalungun Hadiri Upacara HUT ke-81 RI
HUT ke-81 RI, Sugiat Santoso Ajak Kader Gerindra Sumut Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045
PDIP Sumut Rayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Rapidin Simbolon Tekankan Kerja Kerakyatan