Keunikan Turis Indonesia saat ke Jepang, Lebih Suka Salju daripada Sakura
Tapi, ternyata magnet wisata Jepang itu tidak berlaku untuk turis Indonesia. Pasalnya, salju lebih menggoda.
Baca Juga:
Melansir berbagai sumber, Kamis (15/1/2026), peak season atau musim puncak liburan ke Jepang biasanya terjadi saat momen Bunga Sakura bermekaran.
"Turis Indonesia itu paling unik. Karena mereka tidak peduli season," kata Sales Manager Japan Airlines, Benny Herlian.
"Jadi istilahnya yang penting di Jepang-nya pas bulan yang salju, orang Indonesia suka cari salju Februari, makanya pesawatnya ramai," tambahnya.
Sejatinya, ketika peak season, sejumlah kota favorit di Jepang biasanya akan dipadati turis asing, terutama kota-kota paling populer seperti Tokyo, Osaka, Nagoya, Fukuoka, dan Sapporo.
Libur Lebaran tahun ini ternyata diprediksi waktunya berdekatan dengan musim bunga sakurabermekaran, yakni pada akhir Maret hingga April.
Momentum mekarnya kelopak sakura menjadi salah satu alasan wisatawan mengunjungi Jepang di peak season.
"Di satu sisi Maret itu Lebaran itu peak season, tapi sakura itu mulainya biasanya akhir Maret sampai awal April," ungkapnya.
Nah, keunikan turis Indonesia yang justru dinilai tak terlalu peduli dengan peak season, lebih mengincar musim salju di Jepang, yaitu di bulan Februari bisa dikatakan kelebihan tersendiri.
Ini adalah pilihan tepat untuk menghindari padatnya destinasi dan kota populer Jepang ketika musim puncak.
Ya, Indonesia merupakan salah satu penyumbang terbesar pariwisata Jepang dengan total 558.900 wisatawan sepanjang Januari-November 2025, tumbuh 26,3 persen dibandingkan periode Januari-November 2024.
Peduli Karhutla Sumatra dan Kalimantan, Leonardo DiCaprio Miris dengan Orangutan
Akun Makeup Artist asal Malaysia Sindir Orang Indonesia, Shireen Sungkar Panas
Yasatulo Lase Pimpin PDNI Kepulauan Nias Periode 2026-2030
John Herdman Ungkap Rahasia 3 Gol Kilat Indonesia ke Gawang Bangladesh
Indonesia Hajar Bangladesh 9-2, Garuda Lolos Dramatis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026