Gagal Masak Ketupat untuk Lebaran? Pasti karena Kesalahan Ini
Ya, kadang ketika selesai masak, ketupat malah tidak seperti yang diinginkan. Lebaran pun jadi terasa beda akibat menu tersebut tidak maksimal.
Baca Juga:
Melansir berbagai sumber, Sabtu (7/3/2026), ketupat merupakan sajian khas Lebaran di Indonesia. Biasanya disajikan bersama lauk berkuah atau bersantan, seperti gulai, rawon, kare, dan lainnya.
Ketupat adalah makanan yang dibuat dari beras yang dimasukkan dalam daun kelapa yang berbentuk sedemikian rupa kemudian dikukus hingga matang.
Nah, berikut beberapa kesalahan masak ketupat untuk Lebaran yang harus dihindari:
1. Mencuci beras
Beras untuk membuat ketupat harus dicuci hingga benar-benar bersih. Hal ini sangat menentukan hasil akhir ketupat yang dimasak.
Setelah beras dicuci, beras harus digelar di tampah sampai benar-benar kering sempurna. Barulah beras tersebut diisi ke dalam cangkang ketupat.
2. Menakar beras
Tekstur ketupat juga dipengaruhi seberapa banyak isian beras dalam daun pembungkusnya. Jika terlalu sedikit, ketupat tidak akan padat.
Sebaliknya, mengisi beras terlalu banyak akan membuat ketupat menjadi gagal. Sebaiknya kulit ketupat hanya diisi hingga setengah bagian saja karena beras akan mengembang.
3. Air rebusan
Air rebusan harus menutupi ketupat agar hasilnya matang merata. Bila tidak, sulit untuk mendapatkan tekstur ketupat yang sempurna.
Jumlah air ini harus terus diperhatikan selama pemasakan berlangsung. Bila mulai berkurang, segera tambahkan air panas.
4. Lama memasak
Durasi merebus ketupat yang kurang lama juga menjadi penyebab gagalnya makanan ini.
Setidaknya ketupat dimasak hingga empat jam lamanya agar matang sempurna.
Bentengi Pelajar dari Produk Keuangan Ilegal, OJK Sumut dan Pemkab Karo Dorong Budaya Menabung Resmi
Keracunan MBG di Karo, Rudi Alfahri: Harus Diusut Secara Menyeluruh dan Transparan
Gubernur Bobby Nasution Soroti Harga Beras, Pemprov Sumut Gelar Pangan Murah
Menulis demi Bumi, Ketika Karya Jurnalis Sumatera Utara Menyuarakan Aksi Konservasi Lingkungan
Aswin Parinduri Minta Pembangunan Tol Medan–Berastagi Jadi Prioritas