Cipayung Plus Dukung Program Sejuta Penyuluh KPPU
Kitakini.news - Berbagai Ketua Umum organisasi kemahasiswaan Cipayung Plus menyatakan dukungannya untuk penguatan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).
Baca Juga:
Mereka juga menyatakan siap berkolaborasi dalam melaksanakan program Sejuta Penyuluh Kemitraan dan mengawasi kemitraan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) secara masif ke wilayah.
Hal ini disampaikan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bagas Kurniawan, Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jefri Edi Irawan Gultom, Ketua PP Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Susana Florinka Marianti Kandaimu, dan Ketua Umum PP Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Ahmad Jundi Khalifatullah kepada Ketua KPPU, M. Fanshurullah Asa dalam pertemuan di Kantor Pusat KPPU Jakarta, Rabu (18/9/2024).
Sebagai informasi, KPPU sejak awal tahun ini mencanangkan Program Sejuta Penyuluh Kemitraan guna mengoptimalkan tugas KPPU dalam mengawasi pelaksanaan kemitraan UMKM.
Inisiatif tersebut mendapat dukungan antara lain dari Wakil Presiden RI, Menteri Koperasi dan UKM RI, serta kalangan akademisi. Guna melengkapi strategi pentahelix yang dianut oleh KPPU, Ketua KPPU menilai penting untuk turut menggandeng organisasi kemahasiswaan dalam berkolaborasi melakukan pengawasan kemitraan guna
mencapai pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkualitas.
"KPPU perlu melibatkan civil society sebagai bagian dari program penyuluh kemitraan agar mampu menjangkau kemitraan secara masif sampai ke wilayah, dan menjamin kualitas pelaksanaan kemitraan UMKM kita dalam rantai pasok nasional," tegas Ifan, panggilan akrab Ketua KPPU.
Rudi Alfahri Desak KPPU Bongkar Penyebab Harga Semen Sumut Melonjak 40 Persen
KPPU Usut Lonjakan Harga Semen 25-40 Persen dan Kelangkaan Pasokan di Sumatera Utara
Rudi Alfahri Desak KPPU Usut Dugaan Spekulan di Balik Kelangkaan Semen di Sumut
Jaga Iklim Bisnis Sehat, KPPU dan KADIN Perkuat Dialog Terkait Aksi Korporasi
Dampak Intervensi KPPU di Shopee Cetak Manfaat Rp1,4 Triliun, Dominasi Algoritma Kurir Masih Terjadi