Kakanwil I KPPU : Kenaikan Harga Beras di Sumut Dapat Dipicu oleh Praktik Distribusi yang Tidak Sehat
Kitakini.news - Kenaikan harga beras di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menjadi perhatian serius Tim Satgas Pangan Sumut, yang terdiri dari KPPU Kanwil I, Satgas Pangan Polda Sumut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, dan Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Sumut.
Baca Juga:
Tim pun sudah melakukan inspeksi mendadak ke dua kilang padi di Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, untuk meneliti kondisi pasokan dan harga beras.
Ridho Pamungkas, Kepala KPPU Kanwil I Sumut, mengungkapkan dari hasil inspeksi, ditemukan bahwa Kilang Padi Bintang Jaya dan Kilang Padi Horas mengalami kesulitan dalam memperoleh gabah, yang berdampak pada harga jual beras yang melebihi HET.
Kilang Bintang Jaya menjual beras premium dengan harga Rp152.000 per karung (25 kg), sedangkan Kilang Padi Horas menjual beras medium mendekati Rp14.000/kg.
Ridho menekankan pentingnya transparansi dalam rantai distribusi beras. Ia mengingatkan bahwa kenaikan harga tidak hanya disebabkan oleh faktor pasokan, tetapi juga oleh potensi struktur pasar yang tidak efisien.
"KPPU siap bekerja sama dengan Satgas Pangan untuk mengidentifikasi praktik persaingan usaha tidak sehat yang dapat menyebabkan lonjakan harga," ucapnya.
Sebelumnya, AKBP Edryan Wiguna, S.I.K., M.H., dari Polda Sumut, juga menekankan pentingnya validasi data stok gabah dan beras, serta penguatan peran Bulog sebagai stabilisator harga.
Pemerintah daerah diharapkan aktif dalam pengawasan distribusi menjelang masa paceklik.
Panen Raya di Sumut Belum Mampu Turunkan Harga Beras
Dominasi Wilayah Sumbagut, Riau Catat 7 Laporan Dugaan Pelanggaran Persaingan Usaha Sepanjang 2026
Rudi Alfahri Desak KPPU Bongkar Penyebab Harga Semen Sumut Melonjak 40 Persen
KPPU Usut Lonjakan Harga Semen 25-40 Persen dan Kelangkaan Pasokan di Sumatera Utara
Gubernur Bobby Nasution Soroti Harga Beras, Pemprov Sumut Gelar Pangan Murah