OJK: 54 Persen Investor Pasar Modal Indonesia Berusia di Bawah 30 Tahun
Kitakini.news - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat basis investor domestik melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan di sektor pasar modal. Terbaru, mayoritas investor pasar modal Indonesia ternyata berasal dari generasi muda. Sebanyak 54 persen investor berusia di bawah 30 tahun.
Baca Juga:
Hal ini terungkap dalam Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Universitas Malahayati, Bandar Lampung, pada 18-19 Mei 2026. acara puncak berupa Kuliah Umum digelar Selasa (19/5/2026) dengan menghadirkan 1.500 mahasiswa.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengungkapkan, generasi muda menjadi penggerak utama Pasar Modal Indonesia saat ini dan ke depan.
"Yang paling menggembirakan, mayoritas investor tersebut berasal dari kelompok usia muda. Tidak kurang dari 54 persen investor Pasar Modal Indonesia berusia di bawah 30 tahun. Artinya generasi muda, termasuk adik-adik mahasiswa, akan menjadi penggerak utama Pasar Modal Indonesia sekarang dan di masa depan," kata Hasan Fawzi dalam Kuliah Umum tersebut.
Berdasarkan data hingga 5 Mei 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai sekitar 26,7 juta investor. Provinsi Lampung menempatkan diri pada peringkat kesembilan nasional dengan sekitar 614 ribu investor.
Namun demikian, Hasan menegaskan bahwa tingkat literasi pasar modal Indonesia masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, tingkat literasi Pasar Modal Indonesia baru mencapai 17,78 persen.
"Dari tingkat literasi yang masih terbatas, maka akan ada celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki niat tidak baik untuk menawarkan investasi bodong atau investasi palsu maupun melakukan tindakan penipuan," jelas Hasan.
Untuk itu, Hasan mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap berbagai bentuk penipuan investasi. Masyarakat diimbau untuk memeriksa legalitas pihak menawarkan investasi, memastikan memiliki izin dari otoritas terkait, serta memastikan produk investasi terdaftar di OJK.
"Jangan mudah percaya dengan imbul hasil yang ditawarkan terlalu tinggi, terlalu muluk, dan tidak masuk akal. Kalau ada tawaran investasi, periksa dulu legal atau tidak," pesannya.
Perwakilan Gubernur Provinsi Lampung, Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sulpakar menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan edukasi pasar modal bagi generasi muda.
"Di tengah perkembangan ekonomi global dan transformasi digital yang berlangsung sangat cepat, generasi muda dituntut memiliki kemampuan adaptif, inovatif, dan literasi yang kuat, termasuk literasi keuangan," kata Sulpakar saat membacakan sambutan Gubernur Lampung.
Sulpakar juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap investasi ilegal.
"Kemudahan akses investasi saat ini harus diimbangi dengan pemahaman yang benar agar masyarakat, khususnya anak-anak muda, tidak mudah terjebak pada investasi ilegal," katanya.
Rektor Universitas Malahayati Muhammad Kadafi menilai, pasar modal kini memiliki peran strategis dalam mendorong pemerataan ekonomi dan penguatan pembangunan daerah.
"Pasar modal hari ini bukan lagi hanya milik pemain besar. Pasar modal sekarang menjadi instrumen pemerataan ekonomi dan juga kemandirian daerah," ujar Kadafi.
SEPMT 2026 di Provinsi Lampung dilaksanakan dengan berbagai kegiatan, antara lain: Sosialisasi Penerbitan Obligasi/Sukuk Daerah kepada Pemerintah Daerah se-Sumatera Bagian Selatan; Sosialisasi Perdagangan Karbon di Bursa Karbon yang dihadiri berbagai Lembaga Jasa Keuangan dan KADIN; Kuliah Umum Universitas Malahayati dengan 1.500 mahasiswa; Sosialisasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 2 dan 3 Tahun 2026 secara hybrid dan Media Gathering dengan wartawan lokal.
Bentengi Pelajar dari Produk Keuangan Ilegal, OJK Sumut dan Pemkab Karo Dorong Budaya Menabung Resmi
OJK Inisiasi Satgas Pembiayaan UMKM, Bidik Ekosistem Keuangan yang Lebih Inklusif
SNLIK 2026: Inklusi Keuangan Capai 93,61%, Kelompok Muda dan Perkotaan Paling Melek Finansial
Penghimpunan Dana Pasar Modal Indonesia Capai Rp123,21 Triliun, Investor Tembus 30 Juta
HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia, OJK Fokus Kuatkan Integritas dan Resmi Luncurkan ETF Emas