Sabtu, 26 September 2026

Penghimpunan Dana Pasar Modal Indonesia Capai Rp123,21 Triliun, Investor Tembus 30 Juta

Siti Amelia - Selasa, 11 Agustus 2026 16:34 WIB
Penghimpunan Dana Pasar Modal Indonesia Capai Rp123,21 Triliun, Investor Tembus 30 Juta
dokumentasi OJK
Acara Peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia yang digelar di Jakarta, Senin (10/8/2026)

Kitakininews.co.id - Pasar modal Indonesia mencatatkan kinerja positif menjelang setengah abad pengaktifan kembalinya. Dalam Acara Peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia yang digelar di Jakarta, Senin (10/8/2026), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai Rp123,21 triliun hingga 7 Agustus 2026.

Baca Juga:

Capaian tersebut diraih melalui 135 aksi korporasi, dengan total emiten di pasar modal kini telah melampaui 962 perusahaan.

Mengusung tema "Akselerasi Transformasi untuk Berdaulat, Mandiri, dan Maju Bersama", jajaran pemangku kepentingan industri keuangan hadir dalam perayaan ini, yaitu Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, jajaran Anggota Dewan Komisioner OJK, Self-Regulatory Organization (SRO), serta berbagai asosiasi industri.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal domestik terus mengalami peningkatan signifikan.

Hal ini tercermin dari jumlah Single Investor Identification (SID) yang kini menembus angka 30,27 juta investor, atau tumbuh sebesar 48,67% secara tahunan (year-on-year / yoy). Menariknya, mayoritas dari basis investor tersebut merupakan generasi muda. "Sebanyak 78% di antaranya berusia di bawah 40 tahun," ujar Hasan.

Dari sisi pengelolaan dana, nilai Asset Under Management (AUM) industri pasar modal berada di posisi Rp1.026 triliun, sementara Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana tercatat mencapai Rp667 triliun.

Ekonomi Hijau dan Status Emerging Market

Tidak hanya dari sisi penggalangan dana konvensional, pasar modal Indonesia juga menunjukkan komitmen pada keuangan berkelanjutan. Perdagangan di Bursa Karbon berhasil mencatatkan volume transaksi akumulatif sebesar 1,98 juta ton CO2 ekuivalen dengan nilai transaksi mencapai Rp93,89 miliar yang melibatkan 158 perusahaan.

Daya saing pasar modal nasional di tingkat global juga tetap terjaga. Indonesia berhasil mempertahankan posisinya dalam klasifikasi Emerging Market berdasarkan MSCI Market Classification Review edisi Juni 2026.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ini, OJK bersama SRO tengah mengakselerasi sejumlah langkah dan inisiatif strategis, di antaranya peningkatan persyaratan minimum saham beredar di publik (free float) menjadi 15%; penyusunan kerangka regulasi terkait High Shareholder Concentration (HSC); peningkatan transparansi data kepemilikan saham emiten; dan pengembangan ragam produk investasi berbasis kelestarian lingkungan (ESG).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
NPL UMKM dan BPR di Sumut Melonjak di Tengah Pertumbuhan Sektor Keuangan

NPL UMKM dan BPR di Sumut Melonjak di Tengah Pertumbuhan Sektor Keuangan

OJK Terbitkan Dua POJK untuk Perkuat Pengaturan dan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

OJK Terbitkan Dua POJK untuk Perkuat Pengaturan dan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

DPRD Sumut Tetapkan 7 Komisioner KPID Sumut 2026-2029, Tanpaa Petahana

DPRD Sumut Tetapkan 7 Komisioner KPID Sumut 2026-2029, Tanpaa Petahana

Perkuat Kepercayaan dan Kenyamanan, Asuransi Astra dan OJK Bahas Pelindungan Konsumen

Perkuat Kepercayaan dan Kenyamanan, Asuransi Astra dan OJK Bahas Pelindungan Konsumen

KPK Dalami Kaitan Nusron Wahid Dengan Uang Ratusan Miliar Diamankan dalam OTT

KPK Dalami Kaitan Nusron Wahid Dengan Uang Ratusan Miliar Diamankan dalam OTT

OJK: Industri Perbankan Tetap Optimis di Triwulan III-2026 Meski Ketidakpastian Global Meningkat

OJK: Industri Perbankan Tetap Optimis di Triwulan III-2026 Meski Ketidakpastian Global Meningkat

Komentar
Berita Terbaru