Selasa, 13 Oktober 2026

Tangan-Tangan Istimewa di Kelas Berdaya PEP Rantau Field Aceh Tamiang

Siti Amelia - Rabu, 26 Agustus 2026 15:48 WIB
Tangan-Tangan Istimewa di Kelas Berdaya PEP Rantau Field Aceh Tamiang
dokumentasi
Kegiatan Kelas Berdaya di pelataran Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pembina Aceh Tamiang, beberapa waktu lalu.
Kitakininews.co.id -Pagi itu, pelataran Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pembina Aceh Tamiang ketebalan keriuhan yang berbeda. Gelak tawa dan antusiasme membuncah dari 35 siswa berkebutuhan khusus tingkat SD hingga SMA. Menggenggam skop kecil di tangan masing-masing, mereka dengan telaten menanam 42 bibit pohon ke dalam tanah, sebuah langkah kecil yang menjadi simbol perlindungan hidup mereka terhadap ancaman alam.

Di kawasan yang tergolong rawan bencana seperti Aceh Tamiang, kelompok disabilitas kerap menjadi pihak paling rentan akibat minimalnya simulasi keselamatan yang ramah disabilitas. Melalui program "Kelas Berdaya", Pertamina EP (PEP) Rantau Field bersama Satgas Digdaya mematahkan batasan tersebut. Mereka menghadirkan ruang belajar inklusif yang memadukan mitigasi bencana dengan kepedulian lingkungan.

Baca Juga:

Tanpa materi yang rumit, para siswa mengajarkan panduan penyelamatan darurat menggunakan metode visual dan praktik langsung. Mereka juga dibekali puluhan alat kebersihan sekolah serta diajak terlibat langsung dalam aksi penghijauan berbasis alam untuk mengurangi risiko banjir dan perubahan iklim.

"Acara ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Mereka mengajarkan mitigasi bencana sekaligus terlibat dalam aksi penghijauan. Kelas Berdaya sangat membantu membangun kepercayaan diri dan karakter peduli lingkungan," ujar Budi Gunawan, Wakil Kepala SLBN Pembina Aceh Tamiang.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) berkelanjutan oleh PEP Rantau Field, unit operasional Pertamina Hulu Rokan Zona 1 di bawah pengawasan SKK Migas Sumbagut dan BPMA.

Field Manager Pjs PEP Rantau, Mulki Hakiem Adli Mustaqiem, menegaskan bahwa pendidikan keselamatan adalah hak seluruh lapisan masyarakat tanpa kecuali. "Kami percaya bahwa perubahan selalu diawali dengan langkah-langkah sederhana. Seperti menanam pohon, menjaga kebersihan, dan membangun kepedulian sejak dini," ungkapnya.

Di balik keterbatasan, tangan-tangan istimewa ini telah membuktikan bahwa kesiapsiagaan bencana dan kelestarian bumi bukan sekedar urusan orang dewasa atau masyarakat awam, melainkan tanggung jawab bersama yang bisa dipupuk oleh siapa saja.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tajak 5 Sumur saat Pemulihan Pascabencana, Pertamina EP Rantau Buktikan Ketangguhan Pejuang Energi

Tajak 5 Sumur saat Pemulihan Pascabencana, Pertamina EP Rantau Buktikan Ketangguhan Pejuang Energi

Bangkit dari Jerat Banjir, Petani Aceh Tamiang Buktikan Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Cabai

Bangkit dari Jerat Banjir, Petani Aceh Tamiang Buktikan Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Cabai

Bangkit dari Lumpur Bencana, Petani Aceh Tamiang Sukses Dongkrak Produksi Melon Golden hingga 3 Ton

Bangkit dari Lumpur Bencana, Petani Aceh Tamiang Sukses Dongkrak Produksi Melon Golden hingga 3 Ton

Bukan Cuma Soal Minyak, Ada Cerita di Balik Kebangkitan PEP Rantau

Bukan Cuma Soal Minyak, Ada Cerita di Balik Kebangkitan PEP Rantau

Melawan Stroke dan Kegagalan, Chaidir Saleh Kembangkan Melon Golden Hingga Mentori Petani Milenial

Melawan Stroke dan Kegagalan, Chaidir Saleh Kembangkan Melon Golden Hingga Mentori Petani Milenial

PGN Medan gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Rayakan Ulang Tahun ke-61

PGN Medan gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Rayakan Ulang Tahun ke-61

Komentar
Berita Terbaru