Minggu, 18 Oktober 2026

Bangkit dari Jerat Banjir, Petani Aceh Tamiang Buktikan Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Cabai

Siti Amelia - Jumat, 02 Oktober 2026 11:12 WIB
Bangkit dari Jerat Banjir, Petani Aceh Tamiang Buktikan Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Cabai
dokumentasi PEP
Kelompok Tani Tunas Muda di Kampung Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, yang sukses menggelar panen cabai perdana di atas lahan seluas 1,8 hektar, Selasa (29/9/2026) lalu.

Kitakininews.co.id - Bencana banjir besar yang sempat melumpuhkan sektor pertanian di Kabupaten Aceh Tamiang tahun lalu perlahan tinggal kenangan. Semangat kebangkitan kini terpancar dari Kelompok Tani Tunas Muda di Kampung Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, yang sukses menggelar panen cabai perdana di atas lahan seluas 1,8 hektar, Selasa (29/9/2026) lalu.

Baca Juga:

Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Melalui Program Pengembangan dan Pelibatan Masyarakat (PPM), Pertamina EPRantau Field hadir mendampingi para petani melakukan pemulihan, mulai dari restorasi lahan, penyediaan sarana produksi pertanian, hingga distribusi 6.000 bibit cabai serta 500 bibit tomat.

Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, yang hadir langsung dalam kegiatan panen bersama tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas ketangguhan para petani yang mampu pulih lebih cepat dari perkiraan.

"Kami sangat mengapresiasi dukungan dari seluruh pihak, khususnya Pertamina EP Rantau Field, yang konsisten melakukan pembinaan terhadap kelompok tani. Kami percaya, sektor pertanian adalah kunci utama ketahanan pangan sekaligus perbaikan lingkungan pascabencana," ujar Ismail.

Bagi masyarakat setempat, sektor pertanian bukan sekadar sumber pangan, melainkan urat nadi penghidupan harian. Hal senada diungkapkan oleh Pjs Field Manager Pertamina EP Rantau, Wiratno Selo Adi. Menurutnya, pemulihan sektor pertanian menjadi prioritas utama agar para penyintas banjir dapat segera kembali mandiri secara ekonomi.

"Sektor pertanian menjadi bagian krusial untuk dipulihkan pascabencana karena banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sini. Besar harapan kami dukungan ini membawa manfaat nyata bagi keberlangsungan hidup para petani," tutur Wiratno.

Ia menambahkan, sebagai bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 1 (PHR Zona 1), pihaknya berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan. Inisiatif ini dirancang agar program pemberdayaan masyarakat tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga selaras dengan misi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di wilayah operasional.

Melalui momentum panen perdana ini, Kelompok Tani Tunas Muda diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Aceh Tamiang untuk terus produktif, tangguh menghadapi krisis iklim, serta berdaya secara mandiri.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Harga Cabai Rawit di Medan Tembus Rp 95.000 Per Kilogram

Harga Cabai Rawit di Medan Tembus Rp 95.000 Per Kilogram

Rudi Alfahri: Intervensi Harga Pangan Jangan Sesaat

Rudi Alfahri: Intervensi Harga Pangan Jangan Sesaat

‎Advokat Benri Pakpahan Dampingi Petani hingga Vonis Bebas di PN Balige

‎Advokat Benri Pakpahan Dampingi Petani hingga Vonis Bebas di PN Balige

Harga Kebutuhan Bahan Pokok Naik, Cabai Merah Tembus Rp95 Ribu per Kg

Harga Kebutuhan Bahan Pokok Naik, Cabai Merah Tembus Rp95 Ribu per Kg

Tajak 5 Sumur saat Pemulihan Pascabencana, Pertamina EP Rantau Buktikan Ketangguhan Pejuang Energi

Tajak 5 Sumur saat Pemulihan Pascabencana, Pertamina EP Rantau Buktikan Ketangguhan Pejuang Energi

Petani Karo Keluhkan Melambungnya Harga Pupuk non Subsidi

Petani Karo Keluhkan Melambungnya Harga Pupuk non Subsidi

Komentar
Berita Terbaru