Selasa, 20 Oktober 2026

Harga Makanan, Minuman dan Tembakau Turun, Sumut Deflasi 0,31 Persen

- Senin, 03 April 2023 19:52 WIB
Harga Makanan, Minuman dan Tembakau Turun, Sumut Deflasi 0,31 Persen

Kitakini.news - Perkembangan harga berbagai komoditas pada Maret 2023 dari gabungan lima kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera Utara secara month to month (mtm) mengalami deflasi sebesar 0,31 persen dan secara year to date (ytd) inflasi 0,28 persen. Sedangkan secara year on year (yoy) inflasi 4,80 persen.

Baca Juga:


Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut, andil deflasi pada Maret 2023 secara mtm di Sumut ditunjukkan dari kelompok pengeluaran seperti makanan, minuman, dan tembakau.


Kepala BPS Sumut, Nurul Hasanudin menyampaikan, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau ini pada Maret 2023 memberikan andil deflasi mtm sebesar 0,39%. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi mtm, yaitu cabai merah sebesar 0,10%; telur ayam ras sebesar 0,04%; cabai rawit, minyak goreng, dan bawang merah masing-masing 0,03%; serta kacang panjang, bayam, beras, brokoli, tempe, dan buah naga masing-masing 0,02%.


Sementara komoditas yang dominan memberikan andil inflasi mtm, yaitu rokok kretek filter, sawi hijau, dan bawang putih masing-masing sebesar 0,02%, serta kentang, tahu mentah, anggur, jeruk nipis/limau, susu bubuk dan ikan dencis masing-masing sebesar 0,01%.


Kemudian, kelompok pengeluaran lainnya yang memberikan andil deflasi secara mtm yaitu, Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga. Kelompok ini pada Maret 2023 memberikan andil deflasi mtm sebesar 0,02%. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi mtm, yaitu pengharum cucian/pelembut sebesar 0,01 persen.


Sementara itu, secara year on year, pada Maret 2023 terjadi inflasi year on year (yoy) gabungan lima kota di Sumatera Utara (Sibolga, Pematangsiantar, Medan, Padangsidimpuan, dan Gunungsitoli) sebesar 4,80 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,09.


“Dari lima kota IHK di Sumatera Utara, inflasi yoy tertinggi terjadi di Padangsidimpuan sebesar 5,37 persen dengan IHK sebesar 117,27 dan terendah terjadi di Gunungsitoli sebesar 3,86 persen dengan IHK sebesar 114,60,” ungkapnya, Senin (3/4/2023).


Menurutnya, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks harga kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,33%; kelompok pakaian dan alas kaki 4,53%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,63%; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 3,58%; kelompok kesehatan 1,84%; kelompok transportasi 18,09%; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,22%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 7,01%; kelompok pendidikan 0,57%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,86%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 5,58%.


“Komoditas utama penyumbang inflasi yoy pada Maret 2023, antara lain bensin, beras, angkutan udara, rokok kretek filter, angkutan dalam kota, ikan dencis, dan telur ayam ras,” tandasnya.


Redaksi

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Apresiasi Peluncuran 33 Bus Sekolah Gratis, ARS Dorong Perluasan Program dan Penambahan Anggaran

Apresiasi Peluncuran 33 Bus Sekolah Gratis, ARS Dorong Perluasan Program dan Penambahan Anggaran

Kitchenette Goes Pink Medan Ajak Deteksi Dini Kanker Payudara

Kitchenette Goes Pink Medan Ajak Deteksi Dini Kanker Payudara

Big Match PSMS Medan vs PSIS Semarang: Adu Gengsi 2 Tim Legendaris, Posisi Runner-up Jadi Rebutan

Big Match PSMS Medan vs PSIS Semarang: Adu Gengsi 2 Tim Legendaris, Posisi Runner-up Jadi Rebutan

Wanita Ini Bawa Narkoba ke Rutan Kelas 1 Medan, Selundupkan untuk Suami

Wanita Ini Bawa Narkoba ke Rutan Kelas 1 Medan, Selundupkan untuk Suami

Kapolrestabes Medan Tanam 1.994 Mangrove Cegah Abrasi

Kapolrestabes Medan Tanam 1.994 Mangrove Cegah Abrasi

Sofyan Tan Ungkap Peran Ashoka Melawan Kemiskinan dan Diskriminasi

Sofyan Tan Ungkap Peran Ashoka Melawan Kemiskinan dan Diskriminasi

Komentar
Berita Terbaru