Jumat, 28 Agustus 2026

Tak Ada Uang untuk Beli Sabu, 4 Pelaku Membunuh Sopir Taksi dan Larikan Mobilnya

Azzaren - Jumat, 28 Agustus 2026 19:27 WIB
Tak Ada Uang untuk Beli Sabu, 4 Pelaku Membunuh Sopir Taksi dan Larikan Mobilnya
Teks foto : Salah seorang pelaku terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur karena melawan saat ditangkap. (Edy)

Kitakininews.co.id -Niat mencari uang untuk membeli sabu, 4 orang pelaku membunuh seorang sopir taksi online di Deliserdang, Sumatera Utara. Ryan Alamsyah, 25 tahun, dibunuh penumpangnya, lalu jasadnya dibuang ke kebun tebu. Padahal, tiga hari setelah peristiwa itu, Ryan dijadwalkan berangkat berlayar setelah diterima bekerja.

Baca Juga:

Ryan Alamsyah, sopir taksi online berusia 25 tahun, ditemukan tewas dalam kondisi terikat di kebun tebu Desa Bulucina, Kecamatan Hamparanperak, Kabupaten Deliserdang, pada 13 Agustus 2026 lalu.

Kasus ini diungkap Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Utara. Empat orang tersangka yang berperan sebagai eksekutor, serta penadah mobil hasil kejahatan, ditangkap polisi.

Dua di antaranya, Agus, 27 tahun, dan Gilang, 29 tahun. Agus diduga menjadi otak pembunuhan, ia mencekik leher korban dari belakang menggunakan ikat pinggang saat berada di dalam mobil.

Sedangkan Gilang, yang memesan taksi online, turut menganiaya korban. Setelah korban tewas, keduanya merampas mobil dan telepon seluler milik Ryan. Mobil dan barang hasil kejahatan kemudian dijual kepada penadah seharga Rp17 juta.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Cornelius Mangarahon Simanjuntak, Kamis (27/8/2026), mengatakan kasus ini bermula saat Agus dan Gilang berada di sebuah warung internet di Jalan Ngumban Surbakti, Medan, pada Rabu, 12 Agustus.

Keduanya saat itu mengonsumsi sabu-sabu. Namun, setelah narkoba tersebut habis, mereka kembali membutuhkan uang untuk membeli barang haram tersebut. Agus kemudian merencanakan perampokan terhadap sopir taksi online.

"Kemudian bahan sabu itu habis, kemudian mereka masih mencari sabu karena mungkin masih tanggung, gitu ya. Akhirnya mereka berpikir untuk mencari uang, kemudian mereka AP merencanakan pesan taksi online," kata Cornelius.

Ryan sendiri dikenal keluarga sebagai anak yang tengah mempersiapkan masa depannya. Untuk mencari penghasilan, Ryan menjadi sopir taksi online dengan menggunakan mobil milik ayahnya.

Ironisnya, tiga hari setelah dibunuh, tepatnya 16 Agustus, Ryan seharusnya berangkat berlayar setelah diterima bekerja.

Polisi menjerat Agus dan Gilang dengan pasal pembunuhan berencana. Keduanya terancam hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara maksimal 20 tahun.

"Ini ancaman hukumannya adalah yang maksimal pidana mati, kemudian seumur hidup, atau pidana penjara selama 20 tahun. Ini pasal yang terberat yang kita terapkan di dalam penanganan kasus ini," pungkasnya.


Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: M Iqbal
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Petugas Cokok Pengecer dan Pembeli Sabu di Paluta, Seorang Sembunyi di Kamar Mandi

Petugas Cokok Pengecer dan Pembeli Sabu di Paluta, Seorang Sembunyi di Kamar Mandi

Pembunuh Sopir Taksi Online Divonis Penjara Seumur Hidup

Pembunuh Sopir Taksi Online Divonis Penjara Seumur Hidup

Sopir Taksi Daring Dibegal, Berhasil Selamat Setelah Banting Setir Hingga Mobil Terbalik

Sopir Taksi Daring Dibegal, Berhasil Selamat Setelah Banting Setir Hingga Mobil Terbalik

Sempat Kejar Kejaran Dengan Petugas, Sopir Taksi ini Akhirnya Gol

Sempat Kejar Kejaran Dengan Petugas, Sopir Taksi ini Akhirnya Gol

Dimintai Mobil untuk Kerja, Ayah Ajak Anaknya Bunuh Sopir Taksi

Dimintai Mobil untuk Kerja, Ayah Ajak Anaknya Bunuh Sopir Taksi

Juru Masak di Sibolga Ditangkap Usai Transaksi Sabu, Berikut Penjualnya

Juru Masak di Sibolga Ditangkap Usai Transaksi Sabu, Berikut Penjualnya

Komentar
Berita Terbaru