4 Ciri-ciri Demam Campak yang Khas
Kitakini.news – Demam merupakan salah satu ciri-ciri campak yang perlu diwaspadai, terutama para orangtua yang memiliki anak balita. Penyakit ini bisa berbahaya dan menyebabkan komplikasi serius pada anak balita yang belum diimunisasi campak, seperti gangguan pendengaran, pneumonia, diare parah, hingga ensefalitis atau radang otak.
Baca Juga:
Perlu diketahui, ciri-ciri demam campak ini cukup khas dan berbeda dari sejumlah masalah kesehatan lainnya. Untuk meningkatkan kewaspadaan pada penyakit menular ini, kenali gejala demam campak berikut ini.
Ciri-ciri Demam Campak
Dilansir dari kompas, ada beberapa ciri-ciri demam campak yang perlu diketahui:
1. Momen Demam Tinggi Muncul
Kapan demam campak muncul biasanya terjadi selang 10-12 hari setelah penderita tertular virus penyebab campak paramyxovirus. Demam campak ini berupa demam tinggi atau suhunya bisa di atas 38 derajat Celsius.
2. Lamanya Demam Campak
Perlu anda ketahui bahwa demam campak dengan suhu tinggi biasanya berlangsung minimal selama 3 hari. Demam tinggi ini akan berangsur-angsur turun atau membaik setelah 4-7 hari gejala campak muncul.
Demam Campak Disertai Ruam
3. Demam Campak Disertai Ruam
Ciri-ciri demam campak yang khas lainnya adalah disertai munculnya ruam pada hari ke-4 sampai ke-7 demam. Ruam tersebut mulai muncul dari bagian belakang telinga, leher, muka, lalu menyebar ke seluruh tubuh. Ruam ini muncul saat demam campak berada di suhu paling tinggi dan bakal berakhir dalam 5–6 hari.
4. Ciri-ciri Campak Lainnya
Ada beberapa gejala campak yang perlu diwaspadai, antara lain:
a. Muncul Bercak Koplik
Bercak koplik adalah ciri-ciri campak yang khas. Gejala campak ini berupa munculnya bercak putih keabuan dengan dasar merah pada bagian dalam pipi.
b. Gejala Mirip Flu
Penderita campak terkadang juga mengalami gejala khas infeksi virus yang mirip flu seperti batuk, mata merah, pilek, dan mata berair.
Setelah menyimak ciri-ciri demam campak dan gejala campak lainnya, Anda juga perlu tahu bahwa penyakit ini tidak ada obat khususnya. Dokter biasanya meresepkan obat untuk mengurangi gejala penyakit. Namun, penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi campak. Imunisasi dengan vaksin MR dapat mencegah atau melindungi risiko infeksi campak dan rubella.
Bawa Orang Tua Berobat ke Penang? Perhatikan 3 Hal Ini!
Mengenal Profesi Asisten Apoteker, Beserta Tugas dan Tantangan Terberat
Beragam Makanan yang Harus Dihindari Untuk Turunkan Berat Badan
Jenis Olahraga yang Bisa Diterapkan di Rumah Untuk Turunkan Berat Badan
Ketahui Tips Perawatan Tubuh Sebelum Tidur yang Bisa Dicoba