Rabu, 19 Agustus 2026

Hipotermia Tidak hanya di Gunung, Bisa juga di Ruang Ber-AC

Fitri - Sabtu, 17 Januari 2026 21:15 WIB
Hipotermia Tidak hanya di Gunung, Bisa juga di Ruang Ber-AC
freepik.com
Ilustrasi, kedinginan
Kitakini.news - Serangan hipotermia tidak hanya terjadi di gunung, misalnya saat pendakian. Penyakit ini juga bisa terjadi di perkotaan.

Melansir berbagai sumber, Sabtu (17/1/2026), hipotermia juga bisa terjadi di perkotaan dan saat berkegiatan di tengah musim hujan.

Baca Juga:

"Misalkan ya, kita tahu bahwa IGD kita di rumah sakit itu sebagian besar sudah menggunakan pendingin ruangan. Nah, ini yang menyebabkan pasiennya kedinginan," tutur dr Wisnu Pramudito D Pusponegoro, SpB.

Dengan kata lain, dokter emergency dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia ini mengatakan ancaman hipotermia tidak semata hanya dialami para pendaki gunung.

"Tadi, misalkan pasien datang dengan kondisi dia kekurangan cairan atau pasiennya trauma, dalam kondisi perdarahan yang membuatnya shock," jelasnya.

"Sehingga suhu tubuhnya sendiri sudah turun. Sehingga suhu tubuhnya sendiri turun, dirawat di ruang AC, maka suhu tubuhnya akan lebih turun lagi," tambahnya.

Atas dasar itu, dr Wisnu menekankan perlunya kemampuan Advanced Trauma Life Support (ATSL). Salah satu yang harus dipastikan kepada korban adalah pasien yang harus dilindungi dari hipotermia.

Pada pasien yang mengalami perdarahan, harus segera diganti pakaiannya yang basah akibat darah atau muntahan. Diganti dengan baju yang kering dan pentingnya penghangat cairan.

Menurut dr Wismu, pasien yang mengalami shock karena perdarahan, kerap diberikan cairan yang tidak dihangatkan.

Akibatnya, saat cairan dimasukkan ke dalam tubuh dalam jumlah banyak dengan cairan dingin, otomatis suhu tubuh akan turun yang menyebabkan pasien mengalami hipotermia.

Dalam kondisi emergency, ada tiga hal yang menyebabkan pasien tidak survive. Maka, emergensi ada tiga hal yang menyebabkan pasien tidak berhasil selamat.

Urutannya mulai dari hipotermi, kemudian asidosis, dan ketiga koagulapati, di mana faktor pembeku darahnya hilang.

"Nah, tiga hal ini yang kita sebut sebagai lingkaran setan. Ini yang seringkali dilupakan teman-teman medis," pungkasnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Meriahta: Jangan Hanya Minta Maaf, Kasus Dugaan Keracunan MBG di Karo Harus Diusut Tuntas

Meriahta: Jangan Hanya Minta Maaf, Kasus Dugaan Keracunan MBG di Karo Harus Diusut Tuntas

Siapkan Berkas Selama Sebulan, Dikta Resmi Nikahi Rachel Cia di Restoran

Siapkan Berkas Selama Sebulan, Dikta Resmi Nikahi Rachel Cia di Restoran

Kepala BGN Sudaryono Berikan Sanksi Copot dan Pecat Kepala SPPG di Tanah Karo

Kepala BGN Sudaryono Berikan Sanksi Copot dan Pecat Kepala SPPG di Tanah Karo

Polisi Gelar Upacara Hari Kemerdekaan RI di Lokasi Karhutla Pelalawan

Polisi Gelar Upacara Hari Kemerdekaan RI di Lokasi Karhutla Pelalawan

Ratusan NapiLapas Bagansiapiapi Terima Remisi Kemerdekaan, Sebanyak 10 Orang Bebas

Ratusan NapiLapas Bagansiapiapi Terima Remisi Kemerdekaan, Sebanyak 10 Orang Bebas

Eks Napiter Ikuti Upacara HUT Kemerdekaan, Ajak Generasi Muda Jaga NKRI

Eks Napiter Ikuti Upacara HUT Kemerdekaan, Ajak Generasi Muda Jaga NKRI

Komentar
Berita Terbaru