Jenis Makanan Tertentu Bisa Picu Jerawat Makin Gawat, Ini Penjelasannya
Itulah sebab, pola makan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan kulit secara menyeluruh, terutama bagi yang memiliki kulit rentan berjerawat.
Baca Juga:
Melansir berbagai sumber, Kamis (2/7/2026), sejumlah penelitian menunjukkan, makanan tertentu dapat memicu peradangan atau memengaruhi hormon yang berperan dalam munculnya jerawat.
Berikut penjelasan selengkapnya: :
1. Cokelat
Cokelat sejak lama dicurigai sebagai salah satu pemicu jerawat, meski hasil penelitian masih menunjukkan temuan yang beragam.
Beberapa studi mencatat peningkatan jumlah jerawat setelah konsumsi cokelat dalam periode tertentu.
Efek ini diduga berkaitan dengan peningkatan peradangan dan aktivitas bakteri penyebab jerawat pada kulit.
Meski demikian, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan sejauh mana peran cokelat dalam memperparah jerawat.
2. Whey protein
Whey protein banyak dikonsumsi untuk menunjang pembentukan massa otot, khususnya oleh mereka yang rutin berolahraga.
Kandungan proteinnya memang bermanfaat, tetapi perlu diperhatikan dampaknya bagi kesehatan kulit.
Asam amino dalam whey protein dapat merangsang peningkatan insulin dan IGF-1 dalam tubuh.
Kadar IGF-1 yang tinggi berpotensi meningkatkan produksi sebum sehingga jerawat lebih mudah muncul.
3. Produk olahan karbohidrat dan gula
Makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan seperti roti putih, kue, minuman manis, dan nasi putih dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.
Kondisi ini memicu lonjakan insulin yang berdampak pada aktivitas hormon dalam tubuh.
Lonjakan insulin tersebut dapat meningkatkan hormon androgen dan produksi sebum berlebih.
Jika produksi minyak tidak terkontrol, pori-pori lebih mudah tersumbat sehingga jerawat berisiko muncul atau semakin parah, terutama pada kulit yang rentan berjerawat.
4. Produk susu dan olahannya
Produk susu seperti susu sapi, keju, dan es krim kerap dikaitkan dengan kondisi jerawat yang memburuk.
Hal ini berkaitan dengan kandungan asam amino dalam susu yang dapat memengaruhi respons hormon.
Asam amino tersebut diduga merangsang produksi IGF-1, hormon yang berperan dalam peningkatan produksi minyak di kulit. Namun, klaim ini masih belum sepenuhnya terbukti.
5. Makanan cepat saji
Makanan cepat saji umumnya tinggi kalori, lemak jenuh, dan karbohidrat olahan yang dapat memicu peradangan dalam tubuh.
Pola makan ini juga sering dikaitkan dengan gaya hidup yang kurang seimbang.
Konsumsi fast food secara rutin diketahui berhubungan dengan risiko jerawat yang lebih tinggi.
Kandungan gizinya dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan memperburuk kondisi kulit, terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
6. Makanan yang menyebabkan peradangan
Pada sebagian orang, jerawat dapat dipicu oleh sensitivitas terhadap jenis makanan tertentu, misalnya telur, produk susu, seafood, dan sebagainya.
Kondisi ini terjadi ketika sistem imun bereaksi berlebihan terhadap makanan yang dianggap sebagai ancaman.
Reaksi tersebut dapat memicu peradangan sistemik yang berpotensi memperburuk jerawat.
Meski masih memerlukan penelitian lebih lanjut, sensitivitas makanan diduga memiliki kaitan dengan meningkatnya peradangan pada kulit.
Cuci Muka dengan Air Beras Jangan Sembarangan, Bisa Picu Masalah Kulit
Ini Dia Tiga Suplemen yang Baik untuk Usia 50 Tahun ke Atas
Bahaya! Jangan Padukan Makanan atau Minuman Ini dengan Durian
Nyeri Tulang Ekor Bikin Tidak Nyaman Duduk, Ini Solusinya
Jangan Ragu Mengonsumsi, Makanan Beku Ini Tetap Sehat