Gangguan Kesehatan Ini Bikin Sering Kentut, Segera Periksa!
Melansir Cleveland Clinic, Senin (20/7/2026), kentut merupakan proses alami tubuh dalam sistem pencernaan. Rata-rata seseorang dapat kentut sekitar 10 hingga 20 kali dalam sehari.
Baca Juga:
Artinya, jumlah tersebut masih tergolong normal karena setiap manusia menghasilkan gas selama proses metabolisme.
Dengan kata lain, kentut merupakan mekanisme alami tubuh untuk membuang gas yang menumpuk di usus.
Meski normal, frekuensi kentut yang berlebihan memang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan memicu kekhawatiran.
Dalam kondisi tertentu, kentut berlebihan dapat berkaitan dengan gangguan kesehatan, terutama pada sistem pencernaan.
Berikut beberapa penyakit yang dapat menyebabkan kentut berlebih:
1. Intoleransi laktosa
Intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh kekurangan enzim laktase yang berfungsi mencerna gula susu.
Akibatnya, laktosa tidak tercerna dengan baik dan difermentasi oleh bakteri usus sehingga menghasilkan gas berlebih.
2. Irritable Bowel Syndrome (IBS)
IBS merupakan gangguan fungsi usus yang dapat menyebabkan perut kembung, nyeri perut, serta perubahan pola buang air besar.
Sensitivitas usus yang tinggi juga membuat produksi gas meningkat.
3. Penyakit radang usus
Peradangan kronis pada saluran cerna dapat mengganggu proses penyerapan nutrisi.
Makanan yang tidak tercerna sempurna kemudian menghasilkan gas lebih banyak di usus besar.
4. Penyakit celiac
Penyakit ini terjadi akibat reaksi sistem imun terhadap gluten.
Kerusakan pada usus halus membuat proses pencernaan terganggu sehingga gas lebih mudah terbentuk.
5. GERD (asam lambung naik)
Gangguan refluks asam lambung dapat menyebabkan seseorang lebih sering menelan udara saat makan atau sendawa, yang akhirnya meningkatkan gas di saluran pencernaan.
6. Sembelit kronis
Saat feses tertahan terlalu lama di usus besar, bakteri akan terus memfermentasi sisa makanan sehingga gas semakin menumpuk.
7. Pertumbuhan bakteri berlebih di usus kecil
Kondisi ini terjadi ketika bakteri di usus kecil berkembang secara berlebihan. Aktivitas bakteri tersebut menghasilkan gas dalam jumlah tinggi sehingga menyebabkan seseorang sering kentut dan merasa kembung.
Selain itu, beberapa penyakit saraf seperti Parkinson atau multiple sclerosis juga dapat memengaruhi sistem pencernaan sehingga memicu produksi gas berlebih.
Catatan, ketika muncul pertanyaan sering kentut tanda penyakit apa, jawabannya tidak selalu berkaitan dengan penyakit serius.
Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan jika terjadi terus-menerus.
Ayo! LakukanTiga Hal Sederhana Ini agar Gula Darah Tak Naik Usai Makan
Satu Korban Ledakan Grand Polonia Ditemukan Tewas, Polisi dan PGN Beda Pendapat Soal Penyebab
Soal Ledakan di Grand Polonia Medan, PGN: Hasil Tes Gas Metana 0 ppm
Kapolrestabes Medan: Ledakan Rumah di Grand Polonia Diduga Akibat Kebocoran Gas Tanam
Harga Bright Gas Turun di Regional Sumbagut, Ini Rincian Terbarunya!