Pemko Medan Pastikan UHC JKMB Bukan Program ‘Pembodohan’
Kitakini.news - Pemko Medan menegaskan bahwa program UHC Jaminan Kesehatan Medan Berkah (JKMB) bukanlah bentuk 'pembodohan' masyarakat, melainkan upaya nyata untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Medan.
Baca Juga:
Kepala BAPPEDA Kota Medan, Benny Iskandar ST MT, menekankan bahwa program ini murni inisiatif Pemko Medan dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) di tingkat lokal.
Menurut Benny, di bawah kepemimpinan Wali Kota Bobby Nasution, Pemko Medan mengalokasikan dana hingga ratusan miliar rupiah untuk menjalankan UHC JKMB.
"Bila program ini adalah program Pemerintah Pusat secara penuh, tidak mungkin APBD Kota Medan digunakan untuk mendanai UHC JKMB," kata Benny.
Tahun 2023, misalnya, anggaran yang disiapkan mencapai Rp243,1 miliar, dan di 2024, kembali disiapkan lebih dari Rp213,6 miliar.
Benny juga menambahkan bahwa UHC belum diterapkan di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Di Sumatera Utara, belum semua kabupaten/kota berhasil mewujudkan UHC, sehingga pencapaian ini merupakan prestasi bagi Pemko Medan.
"Ini adalah bukti konkret komitmen Pemko Medan dalam mewujudkan layanan kesehatan bagi masyarakat," pungkasnya.
Tak Hanya Liputan, Persatuan Wartawan Pemko Medan Unjuk Gigi di Bazar UMKM APEKSI 2026
Ramai Dikritik Netizen, Penetapan Pemenang Tender GEMES 2026 Ikut Dipertanyakan
Sambut HUT Kota Medan ke- 436, Rico Waas Pimpin Ziarah Makam Pahlawan dan Ajak Generasi Muda Maknai Perjuangan Masa Lalu
Anggaran Rp2,5 Miliar Dipertanyakan, GEMES 2026 Malah Minim Terobosan
Polemik Komitmen Akomodasi AFF U-19 2026: Akademisi Desak Transparansi, Pemko Medan Bantah Kesepakatan