Rudi Alfahri Desak Pemerintah Bentuk Asosiasi Pangan Khusus Cabai dan Bawang Merah
Kitakini.news - Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Rudi Alfahri Rangkuti SH MH mendesak pemerintah agar membentuk asosiasi pangan khusus Cabai Merah, Bawang Merah guna mengantisipasi terjadinya inflasi, termasuk di Sumut.
Baca Juga:
"Sejauh ini, Satuan Tugas (Satgas) untuk Beras sudah ada, namun kita melihat komiditas strategis lainnya, yakni Cabai dan Bawang Merah masih belum ada," ujar Rudi kepada Wartawan di gedung dewan, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (27/10/2025).
Hal ini disampaikan Rudi Alfahri merespon hasil rapat dengan Komisi B bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Tanaman Pangan Holtikultura, Dinas Perindustrian Perdagangan dan ESDM, Bulog Sumut, BPS Sumut dan Biro Perekonomian Setda Provsu, di ruang dewan pekan lalu.
Salah satu poin dari hasil rapat itu adalah mengoptimalkan fungi BUMD untuk proaktif mengontrol harga bahan pokok dan pertanian khususnya Beras, Cabai dan Bawang Merah dan evaluasi dan pengawasan komoditas pangan di Sumut.
Menyakapi hal itu, Rudi merespon langkah-langkah pengendalian inflasi di Sumut yang menyentuh nilai tertinggi sebesar 5,32 persen (YoY). Salah satu penyebabnya diduga karena dipicu kenaikan harga, termasuk Cabai dan Bawang mewah, sehingga menggerus daya beli masyarakat.
Ke depan, lanjut Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, Komisi B mendorong Dinas Ketapang terus melakukan monitoring dan pengawasan terkait komoditas unggulan agar bisa menstabilkan harga Beras, Cabai dan Bawang Merah.
Tak hanya itu, Rudi juga mendesak pemerintah untuk membentuk asosiasi pangan khusus komoditas Cabai dan Bawang merah yang menjadi pemicu kenaikan harga dan penyebab inflasi di Sumut.
"Asosiasi ini yang diharapkan diisi oleh para pelaku usaha terkait nantinya menjadi tempat penyaluran Cabai dan Bawang merah saat terjadi inflasi," tegas wakil rakyat dari Dapil Sumut XII meliputi Kota Binjai dan Kabupaten Langkat ini.
Sehingga, pemerintah tidak lagi mengalokasikan komoditas utama kelompok rumah tangga dan pedagang kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui kolaborasi sebagai salah satu langkah intervensi pasar.
Kendalikan Harga
Asosiasi atau perkumpulan sejenis diharapkan dapat bekerjasama dengan pemerintah, seperti Badan Pangan Nasional, untuk mengendalikan harga dan memastikan ketersediaan Bawang Merah.
Selain itu, dengan penyaluran komoditas ke asosiasi terkait, dapat memutus mata rantai distribusi lebih pendek, harga lebih stabil, dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya.
Penyaluran komoditas unggulan itu akan terasa lebih singkat, misalnya ke Kota Medan dan Deli Serdang, karena dua daerah ini menjadi wilayah penyumbang inflasi tertinggi di Sumut.
Asosiasi pangan khusus Cabai dan Bawang Merah menjadi penghubung atau mitra dengan eksekutif melalui dinas terkait di Sumut, untuk mencari solusi dan langkah yang dibutuhkan, sekiranya terjadi inflasi. (**)
Wakil Asia-Oseania Habis di Piala Dunia 2026, Mimpi AFC Terhenti
Saksi Smartboard Langkat Tegaskan BAP ‘Disetel’ Jaksa, Dua Kali Pemanggilan ke Pengadilan Tipikor
Langkat Ulang Sejarah? Dari Terbit Rencana ke Syah Afandin, dan?
Kunjungi Gudang BULOG Medan, Menko Polkam Tegaskan Ketahanan Pangan adalah Ketahanan Nasional
Bupati Langkat Terjaring OTT KPK, Wabup Tiorita Menangis