Viral, Siswa Mengerjakan Catatan Pelajaran Sejarah Dengan Karya Gambar Estetik
Kitakini.news -Mencatat pelajaran sering kali terasa membosankan, namun tidak bagi siswa SMA 1 Pulau Rakyat, Sumatera Utara.Mereka sangat antusias belajar dan membuat tugas yang diberikan oleh guru.
Baca Juga:
Seorang guru bernama Sri Wulan Sari Siagian atau lebih akrab dipanggil buk Uul oleh para siswa, membuat terobosan baru dengan memberikan Pekerjaan rumah atau PR dengan kombinasi karya gambar.
Konsep belajar Uul yang mengasuh mata pelajaran sejarah ini, merujuk pada Kurikulum Merdeka, agar pelajaran tidak membosankan dan penuh keakraban guru wanita ini membebaskan siswa berkreasi dan belajar dengan cara yang mereka senangi.
Dengan memberi tunjuk ajar sedikit para siswa tidak hanya paham pada materi, tapi berhasil menciptakan karya hasilnya siswa Uul menghasikan catatan dan menghias tugas mereka seestetik mungkin.
Berselang waktu karya siswa ini berhasil membuat karya miniatur tiga dimensi hingga pop art dengan ciri khas dengan penggunaan warna-warna cerah dan mencolok, motif-motif dari media massa, serta subjek yang mudah dikenali dan dekat dengan kehidupan keseharian.
Cara pembelajaran gaya buk Uul ini mendapat apresiasi oleh kepala sekolah dengan memberi semangat serta inovasi kepada para siswa.
Nadila mengatakan ternyata siswa melakukan hal itu atas inisiatif sendiri. Tak ada instruksi atau permintaan khusus dari Uul, sebagai guru mata pelajaran Sejarah Indonesia.
Dia menyukai karya gambar sejak dari bangku sekolah dasar dan dengan karya gambar ini moodnya naik sehingga dapat mempengaruhi ke pelajaran lain.
Lain halnya dengan pendapat Natanael Crismas Hia, dengan gaya pembelajaran buk Uul para siswa dapat tema sejarah dan dapat menghias sehingga dengan mudah dapat mengingat setiap pelajaran sejarah tersebut.
Siswa lainnya Tri Wulandari mengatakan bahwa semula dirinya tidak bisa menggambar namun dari tunjuk ajar buk Uul, dirinya kini pandai dan bisa menghasilkan karya gambar yang estetik.
Sementara itu Buk Uul, Senin (3/11/2025), mengatakan tidak menyangka cara pembelajarannya menjadi seviral itu karena ternyata para siswa dan tenaga pengajar ini merindukan cara belajar mengajar yang kreatif dan mudah diingat.
Proses untuk sampai ke tahap ini memang tidak singkat, ia sering mengajak ngobrol apabila timbul kesulitan dan lambat laun kreativitas siswa semakin meningkat .
Sebagai penghargaan kepada siswanya atas kreasi mereka yang estetik, buk Uul mengapresiasi dengan memberikan hadiah ringan seperti permen, kemudian naik tingkatannya menjadi coklat.
Para siswa sangat senang menerima hadiah tersebut hingga saking terharunya memeluk guru mereka karena selama ini belum ada guru yang berbuat demikian yang menghargai hasil karya siswa dengan memberi hadiah. (**)
AHY Tinjau Sekolah Rakyat Medan Bernilai Rp250 Miliar di Medan
Sekda: Pengadaan Smartboard Disdik Langkat Merupakan Instruksi Faisal Hasrimy
Usai Viral Emak-emak Gerebek Pengedar Narkoba, BNNP Sumut Tangkap Pelaku
Menteri Prof Brian: ST Bhinneka Kampus Monumental
Roadshow Bulan Bung Karno, Sofyan Tan Bangkitkan Nasionalisme Pelajar