Zeira: Jangan Paksakan Pemberian MBG di Waktu Libur Sekolah
Kitakini.news -Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Zeira Salim Ritonga SE menekankan pentingnya pengelolaan anggaran bantuan pangan yang lebih bijak, efisien, dan berorientasi pada kemanfaatan nyata bagi masyarakat.
Baca Juga:
Menurut Zeira, perlunya penyesuaian distribusi bantuan, khususnya program makanan bagi anak sekolah, agar tidak menimbulkan pemborosan anggaran. Sebab saat masa libur sekolah, kebutuhan makanan anak pada dasarnya telah terpenuhi di rumah oleh orang tua, sehingga penyaluran bantuan dalam periode tersebut berpotensi tidak tepat sasaran.
"Kalau anak-anak sedang libur sekolah, secara logika mereka makan di rumah bersama keluarga. Maka bantuan makanan sebaiknya difokuskan saat anak benar-benar bersekolah agar manfaatnya lebih maksimal," tegasnya kepada wartawan di ruang kerjanya gedung dewan, Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (23/12/2025).
Ia mengusulkan agar anggaran yang dialokasikan selama masa libur sekolah dapat disimpan sementara (di-stok), lalu digunakan kembali ketika kegiatan belajar mengajar kembali berjalan. Dengan demikian, anggaran negara tidak terbuang sia-sia dan tetap memberi dampak besar saat dibutuhkan.
Selain itu, ia menekankan bahwa keadilan sosial harus dibangun dengan pendekatan yang rasional dan kontekstual, bukan sekadar mengejar target penyerapan anggaran.
Masih kata Ziera, kebijakan yang baik adalah kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Jangan memaksakan program hanya demi target. Yang paling penting adalah kemanfaatannya. Kalau manfaatnya besar dan tepat waktu, maka kebijakan itu layak dijalankan," cetus Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Ia juga mengingatkan agar pemerintah tetap memperhitungkan keberlangsungan pelaku usaha lokal, seperti dapur penyedia makanan, dengan perencanaan yang matang dan estimasi yang jelas, sehingga semua pihak tetap terlindungi.
Melalui pandangan ini, Fraksi PKB Sumut berharap pemerintah daerah dapat menyusun kebijakan sosial yang lebih adaptif, hemat anggaran, serta berorientasi pada kesejahteraan jangka panjang masyarakat.
Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan program yang tidak hanya adil, tetapi juga cerdas dan berkelanjutan. (**)
Ebenejer Ingatkan Disdik dan Sekolah Perkuat Sterilisasi Lingkungan, Persiapkan PJJ
Ihwan Ritonga Dukung Prabowo, Rumah Sakit Jangan Bedakan Pasien BPJS dan Umum
Harga Cabai Melonjak, Rudi Alfahri Minta Pemerintah Segera Intervensi Pasar
Pembangunan Jalan Toba-Labura Bantu Warga Hemat Biaya Pengangkutan Hasil Pertanian
Yayasan Ononiha Hasambua Peduli Gelar Diskusi Publik, Dukung Penuh Kepulauan Nias Jadi Provinsi