Jumat, 21 Agustus 2026

Warga Jalan Ampera Glugur Darat 2 Minta TPS Dipindahkan dan Keluhkan Drainase Tumpat

Heru - Sabtu, 14 Februari 2026 14:22 WIB
Warga Jalan Ampera Glugur Darat 2 Minta TPS Dipindahkan dan Keluhkan Drainase Tumpat
(Kitakini.news/Heru Soesilo)
Anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi Partai Demokrat Fajri Akbar SH saat menggelar Reses II Tahun Sidang 2025-2026 di Jalan Ampera, Lingkungan III, Kelurahan Glugur Darat 2, Medan Timur.

Kitakini.news -Warga Jalan Ampera, Kelurahan Glugur Darat 2, Kecamatan Medan Timur mengeluhkan keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada dipinggir jalan (Samping Rel Kereta Api). Akibatnya, aroma bau tak sedap selalu muncul setiap harinya.

Baca Juga:

"Keberadaan TPS ini sudah cukup lama dan sangat mengganggu. Aroma bau tak sedap kerap muncul setiap hari ininya. Warga sudah berulang kali melaporkan hal ini kepada Lurah dan Camat, namun tak kunjung ada hasil," ujar Fatimah seorang warga Jalan Ampera saat Reses II Tahun Sidang 2025-2026 Anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi Partai Demokrat, Fajri Akbar SH di Jalan Ampera, Jumat (13/2/2026).

Hadir saat Reses tersebut Lurah Glugur Darat 2, Ahmad Fadhil Siregar, Kepala Lingkungan se Kelurahan dan tokoh masyarakat.

Fatimah mengungkapkan, meskipun keberadaan tumpukan sampah tersebut diangkut oleh truk untuk dibawah kesempatan pembuangan akhir uang ada di Marelan, namun keberadaannya sangat tidak layak karena berada di kawasan perkotaan dan dekat dengan area kampus.

"Kalau pagi menjelang siang, sangat tidak nyaman. Aroma bau sampah dan terkesan kumuh, menjadi pemandangan setiap harinya di Jalan Ampera. Mau sampai kapan keberadaan sampah tersebut. Apa tidak ada solusi dari Pemeringah Kota Medan," tandas Fatimah.

Tak hanya itu, warga Jalan Ampera juga mengeluhkan saluran drainase yang sampai hari ini tak kunjung di normalisasi. Sehingga, mengakibatkan air tak lancar dan bila hujan turun, dengan cepat menggenangi jalan.

"Soal drainase ini juga telah lama kami laporkan ke Pemko Medan, namun belum ada realisasi pengerjaannya," tukas Fatimah.

Menanggapi keluhan warga, Lurah Glugur Darat 2, Ahmad Fadhil Siregar mengatakan pihaknya bersama Camat Medan Timur telah berupaya agar TPS di Jalan Ampera tersebut dipindahkan ke Jalan Gaharu Medan, tepatnya lahan milik PT KAI yang tidak difungsikan.

"Secara instansi, Pemko Medan sudah mengirimkan surat permohonan untuk pemakaian lahan tersebut agar dijadikan TPS. Namun sampai hari ini belum ada kabar dari PT KAI. Kita maunya cepat dipindahkan. Namun, masih menunggu surat balasan dari pemilik lahan," terang Ahmad Fadhil.

Untuk itu, lanjut Fadhil, pihaknya meminta masyarakat untuk tetap bersabar soal kebedaraan TPS tersebut sampai mendapatkan solusi pemindahan tempat.

Masih dalam Reses, warga kawasan Jalan Ampera juga mengeluhkan adanya rumah tak berpenghuni yang telah "beralih fungsi" menjadi tempat maksiat yang menimbulkan keresahan warga.

Warga sudah berulang kali melaporkan hal ini kepada Kepala Lingkungan setempat dan Kelurahan. Namun belum juga direspon. Sehingga, kegiatan maksiat tersebut semakin sering terjadi.

Merespon hal itu, Anggota DPRD Sumut Fajri Akbar menegaskan bahwa, bila sudah ada laporan warga, harusnya Kepala Lingkungan bisa langsung mengambil tindakan untuk menghentikan kegiatan maksiat di rumah kosong tersebut.

"Kepling tak perlu lagi meminta izin karena sudah ada laporan. Sifatnya hanya berkoordinasi dengan Kelurahan dan aparat keamanan. Dikhawatirkan, bila tidak ada aksi dari Kepling, warga sendiri yang mengambil tindakan. Kalau sudah ini terjadi, akan menjadi repot nantinya," tegas Fajri.

Pada kesempatan itu, Fajri juga menghubungi Anggota Komisi V DPR RI Muhammad Lokot Nasution, untuk melaporkan prihal lahan PT KAI yang akan digunakan sebagai TPS di Jalan Gaharu oleh Pemko Medan.

Merespon keluhan warga tersebut, Lokot berjanji akan meneruskan laporan tersebut ke Kementerian Perhubungan dan PT KAI melalui rapat komisi.

"Terima kasih bapak/Ibu warga Jalan Ampera. Aspirasinya sudah saya catat dan akan saya bawakan dalam rapat dengan Kementerian dan PT KAI. Mohon bersabar, karena semua ada mekanisme dan aturannya," imbuh Lokot. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Meriahta: Jangan Hanya Minta Maaf, Kasus Dugaan Keracunan MBG di Karo Harus Diusut Tuntas

Meriahta: Jangan Hanya Minta Maaf, Kasus Dugaan Keracunan MBG di Karo Harus Diusut Tuntas

Kepala Bapenda Medan Kenakan Pakaian Adat Simalungun Hadiri Upacara HUT ke-81 RI

Kepala Bapenda Medan Kenakan Pakaian Adat Simalungun Hadiri Upacara HUT ke-81 RI

Fraksi PAN DPRDSU Bangga Dudy Purwagandhi Pimpin DPD PAN Sumut

Fraksi PAN DPRDSU Bangga Dudy Purwagandhi Pimpin DPD PAN Sumut

Subandi: Arah Pembangunan Era Presiden Prabowo Makin Jelas

Subandi: Arah Pembangunan Era Presiden Prabowo Makin Jelas

Aswin Parinduri Apresiasi dan Dukung Bobby Lakukan Percepatan Pembangunan di Nias

Aswin Parinduri Apresiasi dan Dukung Bobby Lakukan Percepatan Pembangunan di Nias

Subandi Minta Uji Lab Tuntas, Proses Hukum Terbuka dalam Kasus Dugaan Keracunan Siswa

Subandi Minta Uji Lab Tuntas, Proses Hukum Terbuka dalam Kasus Dugaan Keracunan Siswa

Komentar
Berita Terbaru