Jalan Jembatan Merah–Muarasoma Nyaris Putus, Aswin Parinduri Desak Pemprovsu Segera Turun Tangan
Kitakini.news - Ruas Jalan Jembatan Merah–Muarasoma di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami kerusakan berat hingga terancam putus sehingga mengganggu akses transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat Pantai Barat. Kondisi ini mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) mendesak Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) segera melakukan penanganan darurat sebelum jalur vital tersebut lumpuh total.
Baca Juga:
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut, H Aswin Parinduri SH mengungkapkan bahwa permintaan tersebut merupakan tindak lanjut aspirasi bahkan desakan masyarakat yang disampaikan dalam rangkaian Reses II Tahun 2025–2026 di daerah pemilihan Sumut VII Tabagsel baru-baru ini.
Aspirasi tersebut datang dari sejumlah wilayah, antara lain Desa Batu Sondat, Kecamatan Batahan, Desa Manisak, Kecamatan Rantau Baek, Desa Lobung dan Desa Kampung Baru, Kecamatan Lingga Bayu, serta Desa Tombang Kaluang dan Desa Bangkelang, Kecamatan Batang Natal. Pertemuan turut dihadiri unsur Muspika, tokoh masyarakat, serta perwakilan kecamatan.
Aswin menjelaskan, warga mengeluhkan kondisi jalan yang amblas akibat tergerus banjir tahun lalu dan hingga kini belum mendapat perbaikan maksimal. Mereka meminta Pemprovsu segera memperbaiki titik-titik kerusakan karena jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama menuju pusat kabupaten dan kawasan Pantai Barat.
"Dari hasil peninjauan lapangan, ditemukan sejumlah bagian badan jalan mengalami penggerusan serius, bahkan sebagian berada di tepi jurang. Arus lalu lintas juga menjadi terganggu dan membahayakan pengendara yang melintas," ujar Aswin kepada wartawan di ruang kerjanya gedung dewan, Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (24/2/2026).
Masih kata Aswin, bahwa sekitar 150.000 warga dari berbagai desa bergantung pada jalur ini untuk mobilitas harian dan distribusi hasil perkebunan dan pertanian. Saat ini, hanya sekitar 20–30 persen badan jalan yang dinilai masih layak dilintasi.
"Kerusakan tersebut juga membuat kendaraan bertonase berat, termasuk truk pengangkut hasil kebun dan kebutuhan pokok, tidak dapat melintas. Dampaknya mulai terasa pada tersendatnya arus logistik serta meningkatnya biaya transportasi masyarakat," terangnya.
Aswin juga mendesak Pemprovsu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera mengambil langkah darurat, seperti penimbunan, penguatan badan jalan, dan pengamanan titik rawan longsor sembari menunggu perbaikan permanen.
Menurutnya, percepatan penanganan sangat penting karena ruas Jembatan Merah–Muarasoma merupakan jalur penghubung antar wilayah yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat Pantai Barat. Jika dibiarkan, kerusakan berpotensi meluas dan menimbulkan kerugian ekonomi yang lebih besar.
Tak hanya itu, Aswin juga mendesak Pemprovsu menetapkan status penanganan prioritas sehingga perbaikan bisa dilakukan melalui skema tanggap darurat tanpa menunggu proses administrasi yang panjang.
"Sebab, langkah cepat dinilai krusial untuk memastikan akses masyarakat tetap terbuka dan roda perekonomian tidak terhenti," cetusnya. (**)
Serukan Aksi Nyata Bencana NTT dan Sumatera, Bahlil Lahadalia Imbau OKP Karya Kekaryaan Dukung Pemerintah Bantu Korban Bencana
Fraksi PAN DPRDSU Bangga Dudy Purwagandhi Pimpin DPD PAN Sumut
Subandi: Arah Pembangunan Era Presiden Prabowo Makin Jelas
Aswin Parinduri Apresiasi dan Dukung Bobby Lakukan Percepatan Pembangunan di Nias
Subandi Minta Uji Lab Tuntas, Proses Hukum Terbuka dalam Kasus Dugaan Keracunan Siswa