Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumut Dukung Sikap Tegas Gubsu Perangi Narkoba
Kitakini.news -Ketua Fraksi Partai Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) Benny Harianto Sihotang mendukung penuh sikap tegas Gubernur Sukut Bobby Nasution dalam menyikapi dugaan penyalahgunaan Narkoba jang terjadi pada satu kegiatan resmi.
Baca Juga:
Menurut Benny, tindakan tegas yang ditunjukkan gubernur merupakan respons wajar terhadap ancaman serius yang dihadirkan Narkoba di tengah masyarakat.
"Yang namanya Narkoba itu musuh kita bersama. Wajar seorang pemimpin marah ketika melihat langsung ada penyalahgunaan Narkoba di depan mata, apalagi dalam kegiatan resmi," ujar Benny didampingi Bendahara Fraksi Rahmat Rayyan Nasution kepada wartawan di Ruang Fraksi Gerindra, gedung dewan, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (13/4/2026).
Benny menilai, kehadiran oknum yang diduga berada di bawah pengaruh Narkoba dalam kegiatan resmi menjadi hal yang sangat disesalkan. Terlebih, oknum tersebut disebut-sebut dapat masuk ke area kegiatan tanpa pengawasan ketat.
"Kami menyesalkan ada oknum yang diduga supir pejabat BUMD bisa masuk ke kegiatan resmi, apalagi dalam kondisi di bawah pengaruh Narkoba," cetusnya.
Tak hanya itu, Benny juga menyoroti adanya pernyataan dari salah satu anggota DPRD Sumut yang dinilai terlalu berlebihan dan tidak mencerminkan sikap seluruh lembaga DPRD Sumatera Utara.
"Kami dari Fraksi Gerindra tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Apalagi pernyataan yang ditempeleng itu mengadu saja dengan delik hukum. Menurut saya itu tidak pas, dan jangan membawa semua anggota dewan," tegasnya.
Ia menekankan, jika pihak yang ditempeleng oleh Bobby Nasution mengikuti saran dan dorongan untuk membuat sebuah laporan, ia menilai hal tersebut hanyalah laporan sampah.
"Kami dari gerindra kalaupun pihak yang ditempeleng itu mengikuti dorongan dari pimpinan komisi itu untuk melaporkan gubernur. Kami meminta kalau ada laporan kepada Polisi, Kepolisian manapun yang menerima laporan, itu jangan diterima, itu laporan sampah!," tegasnya.
Ia menambahkan, reaksi gubernur dapat dimaknai sebagai bentuk kepedulian seorang pemimpin terhadap warganya, layaknya orang tua yang menegur anaknya saat berbuat kesalahan.
"Kalau seorang pemimpin melihat warganya dalam kondisi seperti itu, wajar ia marah. Itu bentuk ketegasan untuk menyadarkan," jelasnya.
Ia bahkan mengaku memiliki pengalaman di organisasi kepemudaan, di mana tindakan tegas menjadi hal yang lumrah jika menemukan anggota yang terlibat penyalahgunaan Narkoba, baik dalam kegiatan resmi maupun nonresmi.
Lebih jauh, Fraksi Gerindra menegaskan komitmennya untuk mengawal langkah gubernur dalam upaya pemberantasan narkoba di Sumut.
Ia juga meminta agar persoalan tersebut tidak dipelintir ke arah kepentingan politik.
"Kami tegas bersama gubernur untuk memberantas narkoba di Sumut. Jangan dipelintir ke arah politik, pisahkan dengan kegiatan pemerintahan," tandasnya.
Diakhir pernyataannya, ia mengingatkan bahwa dampak Narkoba sangat nyata dan dapat menghancurkan kehidupan keluarga. Ia bahkan mengaku pernah melihat langsung dampak buruk tersebut di lingkungan keluarganya.
"Bahaya Narkoba itu nyata. Saya sendiri pernah mengalami dampaknya di keluarga. Jadi wajar kalau kita marah melihat hal seperti itu, sampai habis keluarga mamak saya seorang janda, sampai piringnya disisain satu untuk mamak saya, itulah salah satu bahayanya Narkoba," tuturnya.
Diketahui, Gubernur Sumut Bobby Nasution, menuai perhatian setelah melakukan tindakan tegas terhadap oknum supir Dirut BUMD yang sedang di bawah pengaruh Narkoba saat menghadiri acara penyerahan tali asih kepada atlet peraih medali SEA Games 2025 di Kantor KONI Sumut, Jumat (10/4/2026) lalu. (**)
Bobby Nasution Resmikan BRT Mebidang
Meriahta: Jangan Hanya Minta Maaf, Kasus Dugaan Keracunan MBG di Karo Harus Diusut Tuntas
HUT ke-81 RI, Sugiat Santoso Ajak Kader Gerindra Sumut Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045
Fraksi PAN DPRDSU Bangga Dudy Purwagandhi Pimpin DPD PAN Sumut
Subandi: Arah Pembangunan Era Presiden Prabowo Makin Jelas