Insiden di Kantor KONI, Yahdi: Itu Sikap Tegas Gubsu Berantas Narkoba
Kitakini.news -Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Ir Yahdi Khoir Harahap MBA mengapresiasi sikap tegas Gubernur Sumut (Gubsu) Bobby Nasution sebagai bentuk kepedulian terhadap pemberantasan Narkoba di provinsi ini.
Baca Juga:
Hal ini disampaikan Yahdi Khoir kepada wartawan melalui samjungan telepon di Medan, Selasa (14/4/2026) pagi, menyusul insiden di Gedung KONI Sumut, Jalan Williem Iskandar, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, baru baru ini.
Yahdi menyebut tindakan tegas tersebut mencerminkan kepemimpinan yang berkomitmen menjaga moral serta integritas aparatur pemerintah dari ancaman penyalahgunaan Narkotika.
"Kita harus apresiasi tindakan beliau. Sikap Pak Gubernur menunjukkan kepedulian yang kuat. Dan tindakan itu terjadi secara spontan.Pesan moralnya jelas, tidak boleh ada satu pun elemen di lingkungan Pemprovsu yang terlibat Narkoba," ujar Yahdi.
Menurutnya, di tengah kondisi Sumatera Utara yang masih menghadapi persoalan serius terkait Narkotika, langkah tegas seorang pemimpin menjadi sinyal bahwa tidak ada toleransi terhadap pelanggaran.
Wakil rakyat dari Dapil Sumut V meliputi Kabupaten Batubara, Asahan dan Kota Tanjung Balai ini juga menilai sikap tersebut menjadi peringatan bagi seluruh jajaran agar menjaga profesionalitas serta menjauhi penyalahgunaan Narkoba dalam menjalankan tugas.
Di sisi lain, Yahdi menyoroti lemahnya pengawasan internal dalam insiden tersebut. Ia menilai petugas pengamanan dalam (Pamdal) seharusnya lebih selektif dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
"Seharusnya pengamanan diperketat. Jangan sampai kecolongan, apalagi ini menyangkut lingkungan resmi," tegasnya.
Terkait isu kontak fisik yang sempat menjadi sorotan, Yahdi meluruskan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, hal tersebut lebih berupa teguran ringan dan tidak berlebihan seperti yang berkembang di publik.
"Ada informasi bahwa itu hanya teguran biasa, bukan seperti yang dibesar-besarkan," cetusnya.
Masih kata Yahdi, bahwa pihak yang diduga terlibat dalam persoalan Narkoba perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah benar yang bersangkutan menggunakan Narkotika atau tidak.
Yahdi pun mengimbau agar semua pihak tidak mempolitisasi kejadian tersebut dan tetap fokus pada substansi utama, yakni komitmen bersama dalam memerangi Narkoba di Sumatera Utara.
"Jangan sampai reaksi berlebihan justru terkesan membela pelanggaran. Ini harus dipahami sebagai pesan tegas dari pemimpin," pungkasnya.
Selain itu, Yahdi mendorong Pemprovsu untuk memperkuat langkah preventif melalui tes urine berkala serta pembinaan mental aparatur, guna memastikan lingkungan kerja tetap bersih dari penyalahgunaan Narkotika.
Yahdi juga menegaskan DPRD Sumut siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam mendukung program pemberantasan Narkoba secara berkelanjutan. (**)
Bursa Wirausaha Unggulan Digelar di USU, Rico Waas Dorong UMKM Berani Mulai dan Siap Berdampak
Satres Narkoba Polres Sidimpuan Gagalkan Peredaran Ganja
Bobby Nasution Resmikan BRT Mebidang
Meriahta: Jangan Hanya Minta Maaf, Kasus Dugaan Keracunan MBG di Karo Harus Diusut Tuntas
Tak Mau Goyang Saat Nyanyi, Ikke Nurjanah Sempat Dilempari Botol