Melawan Narkoba Harus Dimulai dari Desa, Viktor Silaen Dorong Perdes Anti Narkoba di Sumut
Kitakini.news - Merebaknya peredaran dan penyalahgunaan Narkotika di Sumatera Utara, termasuk di Kabupaten Toba yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, mendapat sorotan serius dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Viktor Silaen SE MM.
Baca Juga:
Politisi Fraksi Golkar tersebut menegaskan bahwa perang melawan Narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum.
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus dilibatkan melalui gerakan bersama yang dimulai dari tingkat desa.
"Biarlah aparat penegak hukum menjalankan tugas dan kewenangannya. Namun masyarakat juga harus ikut mengambil peran. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton ketika Narkoba sudah merusak generasi muda hingga ke pelosok desa," tegas Viktor di ruang kerjanya gedung dewan, Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (9/6/2026).
Untuk itu, Viktor mendorong lahirnya Peraturan Desa (Perdes) tentang pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan Narkotika di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Gagasan tersebut akan diusulkan melalui DPRD agar menjadi program yang dapat diimplementasikan hingga ke tingkat desa.
Viktor menjelaskan, desa harus menjadi benteng utama dalam memutus mata rantai peredaran Narkoba. Melalui Perdes, pemerintah desa memiliki landasan hukum untuk melakukan langkah-langkah pencegahan, edukasi, pengawasan, hingga deteksi dini terhadap warga yang terindikasi terlibat penyalahgunaan Narkotika.
"Kita ingin ada gerakan yang sistematis. Jangan sampai Narkoba semakin merajalela karena masyarakat merasa itu hanya urusan aparat penegak hukum. Ini adalah ancaman bagi masa depan daerah dan masa depan anak-anak kita," tegas wakil rakyat Dapil Sumut IX meliputi Kabupaten Toba, Samosir, Humbahas, Taput, Tapteng dan Kota Sibolga ini.
Viktor juga menilai keterlibatan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, sekolah, hingga keluarga menjadi kunci utama keberhasilan pemberantasan Narkoba. Karena itu, setiap desa perlu menyusun mekanisme pencegahan yang disepakati bersama melalui musyawarah dan sosialisasi yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.
Ia bahkan mengusulkan berbagai langkah preventif yang dapat diterapkan di tingkat desa, termasuk pemeriksaan Narkotika bagi calon pengantin sebagai bentuk komitmen membangun keluarga yang sehat dan bebas Narkoba.
"Jangan ada toleransi terhadap Narkoba. Kita harus membangun kesadaran bahwa penyalahgunaan Narkotika bukan hanya merusak diri sendiri, tetapi juga menghancurkan keluarga, lingkungan, dan masa depan bangsa," tandasnya.
Lebih lanjut Viktor menerangkan, dalam upaya pemberantasan Narkoba membutuhkan pendekatan yang lebih luas daripada sekadar penindakan hukum. Diperlukan penguatan kontrol sosial di tengah masyarakat agar pengguna maupun pengedar tidak memiliki ruang untuk berkembang.
Ia juga mengingatkan bahwa kawasan Danau Toba sebagai salah satu ikon pariwisata nasional harus dijaga dari ancaman Narkotika. Jangan sampai citra daerah tercoreng akibat maraknya peredaran barang haram tersebut.
"Kita tidak boleh kalah dengan bandar Narkoba. Sumatera Utara harus menunjukkan bahwa masyarakatnya bersatu melawan Narkotika. Mulai dari desa, sekolah, rumah ibadah, hingga lingkungan keluarga harus menjadi garda terdepan dalam penyelamatan generasi muda," tegasnya.
Viktor berharap usulan pembentukan Perdes Anti Narkoba dapat menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat sehingga perang terhadap Narkoba tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi tindakan nyata yang dirasakan hingga ke akar rumput. (**)
Meriahta: Jangan Hanya Minta Maaf, Kasus Dugaan Keracunan MBG di Karo Harus Diusut Tuntas
Polres Tapteng Ringkus Pengedar Sabu di Sarudik, Buru Jaringan Pemasok
Polres Tapteng Tangkap Pengedar Ganja dan 100 Gram Barang Bukti di Sibolga Utara
Polisi Amankan Dua Pria Didiuga Picu Kericuhan Pertandingan Sepakbola di Tapteng
Fraksi PAN DPRDSU Bangga Dudy Purwagandhi Pimpin DPD PAN Sumut