UMKM Pakpak Bharat Tembus Panggung Internasional
Kitakininews.co.id -Produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) asal Kabupaten Pakpak Bharat mampu menembus panggung internasional dan membawa Indonesia ke ajang ASEAN.
Baca Juga:
Hal ini membuktikan bahwa potensi ekonomi Sumatera Utara (Sumut) tidak hanya bertumpu pada kota-kota besar, tapi daerah yang relatif kecil di wilayah pegunungan, juga memiliki potensi yang luar biasa.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Frans Dante Ginting saat menerima kedatangan Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindag Kabupaten Pakpak Bharat Sumantri Bancin bersama sejumlah staf, di ruangan kerjanya gedung dewan, Jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu (26/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Sumantri Bancin juga memaparkan berbagai program serta kebutuhan pengembangan koperasi dan UMKM di Pakpak Bharat, sehingga pihaknya berharap dukungan DPRD Sumut, guna memperkuat sinergi program Pemkab Pakpak Bharat dengan Pemprovsu.
Pada kesempatan itu, Frans Dante juga menyambut positif aspirasi tersebut dan menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat Pakpak Bharat, khususnya yang berkaitan dengan penguatan koperasi dan UMKM, akan menjadi perhatian untuk diperjuangkan melalui program pemerintah provinsi.
"Untuk kebutuhan di Pakpak Bharat, khususnya Dapil Sumut XI meliputi Kabupaten Dairi, Karo, Pakpak Bharat dan daerah lainnya, tentu akan kita tampung. Apa yang menjadi kebutuhan daerah bisa kita sinergikan dengan program dan visi-misi Gubernur Sumut serta Pemkab," tegas politisi Partai Golkar ini.
Menurut Dante, UMKM harus ditempatkan sebagai salah satu kekuatan utama pembangunan ekonomi daerah. Selain membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat, UMKM juga menjadi pintu masuk untuk mengangkat potensi lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Frans Dante juga menyatakan kesiapan memperjuangkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat agar dapat direalisasikan melalui anggaran pemerintah daerah.
"Kita siap dan akan diupayakan ada realisasi. Kalau memang programnya prioritas dan dibutuhkan masyarakat, tentu akan kita perjuangkan, termasuk melalui P-APBD," tandasnya.
Kopi Lapang
Dalam pertemuan itu juga terungkap kabar membanggakan dari dunia UMKM Pakpak Bharat, bahwa pelaku UMKM Perempuan berhasil membawa "Kopi Lapang", mewakili Indonesia dalam ajang UMKM IDEAS Project for ASEAN Women Acceleration Expo di Seoul, Korea Selatan, yang diselenggarakan pada, 24–27 Agustus 2026.
Menurut Frans Dante, Kopi Lapang tampil bersama perwakilan UMKM dari 10 negara ASEAN. Dalam ajang tersebut, tiga peserta dari Indonesia berhasil meraih prestasi, masing-masing berasal dari Pakpak Bharat, Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa produk UMKM dari daerah memiliki peluang besar untuk naik kelas apabila mendapat pembinaan, akses pasar dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan," pungkas Frans Dante sembari menambahkan, prestasi Kopi Lapang sekaligus menjadi momentum bagi Pakpak Bharat untuk semakin memperkenalkan potensi daerah ke pasar dunia. (**)
QRESTO, Inovasi Rico Waas Persempit Celah Kebocoran Pajak Restoran di Medan
Serahkan Ranperda P-APBD 2026, Pemprovsu Fokus Infrastruktur dan Pemulihan Pasca bencana
Bobby Dorong 5.000 UMKM Dapat Insentif Sertifikasi Halal Gratis
Salmon Sumihar: Pengutipan Parkir Rp20 Ribu di Deleng Singkut Karo Rusak Kepercayaan Wisatawan
Pulang setelah Dirawat di Rumah Sakit, Haji Bolot Langsung Minta Kopi