Bukan Cuma Bangun Sarana Fisik, Pemko Medan Dorong Warga Bangkit Lewat Digitalisasi Ekonomi
Kitakininews.co.id -MEDAN : Pemerintah Kota Medan mendorong pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana hidrometeorologi tidak hanya dilakukan melalui perbaikan sarana dan prasarana, tetapi juga dengan memperkuat kemampuan warga dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha.
Baca Juga:
Hal itu disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, saat membacakan sambutan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam pembukaan Workshop Digital Entrepreneurship yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif di Hotel Grandhika, Medan, Senin, 31 Agustus 2026.
Mewakili Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Erfin Fahrurrazi mengatakan bencana hidrometeorologi sebelumnya telah berdampak pada 19 dari 21 kecamatan di Kota Medan. Karena itu, program pemulihan ekonomi dinilai menjadi langkah penting agar masyarakat, khususnya pelaku UMKM, dapat kembali bangkit dan menciptakan peluang usaha baru.
"Kami sangat mengapresiasi Kota Medan dipilih sebagai lokasi workshop ini. Karena ketika kita berbicara tentang pemulihan, yang kita bangun bukan hanya sarana dan fasilitas, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk kembali berdiri, berkembang, dan menciptakan peluang baru," kata Erfin Fahrurrazi.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat bekerja, berusaha, memasarkan produk, hingga menjangkau konsumen. Pelaku usaha kini memiliki peluang untuk memperluas pasar tanpa sepenuhnya dibatasi jarak dan wilayah.
Karena itu, kemampuan memanfaatkan teknologi digital tidak lagi sekadar pilihan, melainkan telah menjadi kebutuhan penting dalam pengembangan usaha di tengah persaingan ekonomi yang semakin dinamis.
"Kita ingin melalui workshop ini para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM di Kota Medan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadikan teknologi sebagai sarana untuk menciptakan peluang, memperluas pasar, dan meningkatkan nilai usahanya," ujar Erfin Fahrurrazi.
Sementara itu, Direktur Aplikasi sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Jasa TIK Kementerian Ekonomi Kreatif, Tri Wahyudi, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Percepatan Pemulihan Ekonomi di Daerah Terdampak Bencana.
Program tersebut difokuskan untuk mendukung pemulihan ekonomi kawasan terdampak bencana secara berkelanjutan, terutama melalui penguatan kembali unit-unit usaha masyarakat.
"Jika instansi lain fokus pada penanggulangan awal bencana, Kementerian Ekonomi Kreatif mengambil peran strategis untuk membangkitkan kembali unit bisnis warga yang sempat terdampak," jelas Tri Wahyudi.
Dalam workshop tersebut, sebanyak 100 peserta dibekali berbagai kemampuan digital untuk mendukung pengembangan usaha. Peserta diperkenalkan dengan sejumlah aplikasi, termasuk ToCo untuk manajemen bisnis dan Canva untuk mendukung desain serta promosi produk.
Pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal, sekaligus membuka akses menuju pasar yang lebih luas.
"Dengan digitalisasi, para pelaku UMKM diharapkan tidak lagi bergantung penuh pada operasional konvensional. Penggunaan aplikasi memungkinkan sistem bisnis tetap berjalan dan menjangkau pasar yang lebih luas," ujar Tri Wahyudi.
Ia berharap program tersebut dapat mengawal pelaku usaha lokal agar berkembang menjadi pemain di tingkat nasional hingga memiliki peluang menembus pasar global.
Workshop Digital Entrepreneurship juga menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan, Arrahmaan Pane, sebagai salah satu narasumber.
Dalam pemaparannya, Arrahmaan Pane menjelaskan pengembangan Super Apps berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang diarahkan untuk mengintegrasikan berbagai layanan masyarakat dalam satu wadah digital.
Menurutnya, pengembangan aplikasi tersebut merupakan arahan langsung Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas untuk menyatukan berbagai aplikasi, layanan publik, dan informasi kota dalam satu aplikasi induk melalui konsep Medan Satu Data.
"Pengembangan aplikasi pintar ini merupakan arahan langsung dari Bapak Wali Kota Medan Rico Waas. Seluruh aplikasi, layanan publik, hingga informasi kota akan disatukan dalam satu aplikasi induk Medan Satu Data," jelas Arrahmaan Pane.
Main di Film Horor Komedi, Leony Jadi Hantu China yang Cerewet
Remake Film G30S/PKI Mendadak Batal, Hanung Bramantyo Garap Film Horor: Daripada Saya Gila
Erupsi Sinabung Berpotensi Lebih Besar, Wisata Danau Lau Kawar Sudah Tutup sejak 19 Agustus
Nekat Transaksi di Pantai Kalangan, Pengedar Ganja Diringkus Polres Tapteng
Kejari Medan Perkuat Langkah Preventif, Sekretariat DPRD Medan Gandeng Datun Cegah Risiko Hukum