Rabu, 21 Oktober 2026

Lima Bandara Ditutup Imbas Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Tujuan Jakarta Menumpuk di KNIA

Corry A Dahmudi - Minggu, 06 September 2026 14:04 WIB
Lima Bandara Ditutup Imbas Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Tujuan Jakarta Menumpuk di KNIA
Bandata Internasional Soekarno-Hatta.
Kitakininews.co.id -Deli Serdang :Sebanyak lima bandara ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Minggu 6 September 2026.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani mengatakan, hingga Minggu siang terdapat lima bandara yang operasional penerbangannya dihentikan sementara sebagai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga:

Kelima bandara tersebut yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Budiarto Curug, dan Lapangan Terbang Pondok Cabe.

"Sampai dengan hari ini pukul 10.25 WIB ada lima bandara yang saat ini ditutup," ujar Teuku Faisal dalam konferensi pers, Minggu 6 September 2026.

Teuku Faisal menjelaskan, Bandara Soekarno-Hatta ditutup mulai pukul 08.36 hingga 13.30 WIB. Sementara Bandara Halim Perdanakusuma ditutup mulai pukul 09.49 hingga 14.00 WIB.

"Radin Inten II Lampung itu akan tutup hingga pukul 14.00. Kemudian Budiarto Curug itu juga akan tutup hingga 13.30. Serta lapangan terbang Pondok Cabe juga akan tutup hingga pukul 14.00," katanya.

Penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah keselamatan penerbangan menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terpantau memengaruhi sejumlah wilayah di sekitar Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Lampung. BMKG menyebut kondisi sebaran abu dapat berubah sehingga operasional penerbangan terus dipantau.

Dampak penutupan sejumlah bandara tersebut turut dirasakan penumpang di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Ratusan penumpang tujuan Jakarta menumpuk di KNIA. Sebagian di antaranya telah memiliki tiket dan masih menunggu kepastian dari pihak maskapai mengenai jadwal keberangkatan.

Penumpang harus menunggu perkembangan kondisi bandara tujuan serta informasi resmi maskapai sebelum dapat diberangkatkan menuju Jakarta.

Penutupan bandara bersifat sementara dan waktu operasional dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik serta kondisi keselamatan penerbangan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Asap Selimuti Sumut, Sutarto Desak Pemerintah Pusat Lakukan Penanganan Serius

Asap Selimuti Sumut, Sutarto Desak Pemerintah Pusat Lakukan Penanganan Serius

Wali Kota Medan Siaga Penuh Hadapi Puncak Musim Hujan, 53 Personil TRC BPBD Diterjunkan

Wali Kota Medan Siaga Penuh Hadapi Puncak Musim Hujan, 53 Personil TRC BPBD Diterjunkan

BMKG: Kabut Asap Berasal Dari Sumsel dan Jambi

BMKG: Kabut Asap Berasal Dari Sumsel dan Jambi

PFI Medan Gelar Doa Bersama untuk Lima Pewarta Foto yang Hilang Kontak di Selat Sunda

PFI Medan Gelar Doa Bersama untuk Lima Pewarta Foto yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, SAR Kerahkan 7 SRU

Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, SAR Kerahkan 7 SRU

Rudi Alfahri Minta Pemerintah Lakukan Langkah Konkret Atasu Banjir Binjai-Langkat

Rudi Alfahri Minta Pemerintah Lakukan Langkah Konkret Atasu Banjir Binjai-Langkat

Komentar
Berita Terbaru