Rabu, 23 September 2026

Keracunan MBG Berulang, Sutarto Desak BBPOM Perkuat Pengawasan

Heru - Selasa, 22 September 2026 20:05 WIB
Keracunan MBG Berulang, Sutarto Desak BBPOM Perkuat Pengawasan
(Dok. DPRD Sumut)
Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Dr Sutarto M.Si

Kitakininews.co.id - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Dr Sutarto M.Si prihatin atas berulangnya peristiwa keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah di Sumut.

Baca Juga:

Diketahui, kasus keracunan massal MBG diawali dengan peristiwa yang menimpa 353 siswa di SMAN 1 Berastagi serta SMK/SMA Bersama Kabupaten Karo, Kamis (13/8/2026) lalu.

Tak sampai di situ, sebanyak 22 hingga 30 siswa MTs Negeri 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, dilarikan ke rumah sakit karena diduga keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (14/9/2026).

Terakhir, Sebanyak 38 murid dari empat sekolah dasar negeri di Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, dilarikan ke Puskesmas Galang akibat sakit perut dan muntah-muntah diduga setelah mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (18/9/2026) lalu.

"Sumatera Utara termasuk daerah yang banyak mengalami keracunan akibat MBG. Saya meminta penguatan peran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)," ujarnya, Selasa (22/9/2026).

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut itu menekankan, BPOM RI memiliki Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM), yaitu Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di tingkat regional atau provinsi.

"BBPOM ini merupakan sebuah instrumen yang perannya harus diperkuat pelibatannya dalam pengawasan, saya kira," jelasnya.

Sutarto menuturkan peran BPOM telah diperkuat dalam Peraturan Presiden No 115 tahun 2025, sebagai lembaga pengawas MBG.

"Pengawasan yang dilakukan dari tahap persiapan, uji bahan mentah, rantai pasok distribusi serta pelaksanaannya," jelasnya.

Sutarto menjelaskan, Perpres Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG yaitu terdapat dalam Pasal 24 Ayat 2-7.

"Di sana menyebut BPOM mengawal keamanan bahan bakunya, edukasi, pengelolaan hingga distribusi dan penyajian, serta mitigasi masalah," imbuhnya.

Sutarto mendorong Pemprovsu dapat meningkatkan sinergitas terhadap BPOM RI Medan, untuk terus melakukan edukasi dan pembudayaan keamanan pangan, pencegahan risiko berbasis kajian, serta penguatan kapasitas unit pelaksana teknis BPOM.

"Perlu adanya investigasi insiden, transparansi uji lab, penelusuran rantai pasok, tindakan koreksi, dan penindakan pasca-temuan," imbuhnya.

Dikatakannya, persoalan keracunan MBG ini akan terus berulang bilang tidak ada penguatan SOP dan pengawasan yang ketat.

"Terutama soal desain rantai pasok, aturan penyimpanan suhu ruang yang tidak boleh melebihi batas aman 4 jam, serta pola distribusi makanan dan penyajian yang higienis," pungkasnya. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tekan Harga Ayam Rp40 Ribu per Kg, APPSI Sumut-Pemprov Gelar Operasi Pasar

Tekan Harga Ayam Rp40 Ribu per Kg, APPSI Sumut-Pemprov Gelar Operasi Pasar

"Ambruk", Salmon Sumihar Desak Dinas BMBKCK Sumut Segera Perbaiki Jalan Karo-Langkat

"Ambruk", Salmon Sumihar Desak Dinas BMBKCK Sumut Segera Perbaiki Jalan Karo-Langkat

Kecamatan Percut Deli Dibentuk, Desa Saentis Jadi Ibu Kota

Kecamatan Percut Deli Dibentuk, Desa Saentis Jadi Ibu Kota

Dinilai Cacat Prosedural, Zeira Salim "Gugat" Hasil Pemilihan 7 Komisioner KPID Sumut

Dinilai Cacat Prosedural, Zeira Salim "Gugat" Hasil Pemilihan 7 Komisioner KPID Sumut

Bobby Ajak Insan Perhubungan Perkuat Konektivitas dan Kolaborasi

Bobby Ajak Insan Perhubungan Perkuat Konektivitas dan Kolaborasi

Ebenejer Sitorus Soroti Persoalan Kamar Penuh dan Antrean Panjangan di Rumah Sakit

Ebenejer Sitorus Soroti Persoalan Kamar Penuh dan Antrean Panjangan di Rumah Sakit

Komentar
Berita Terbaru