Kelompok Suporter Minta 40 Klub Tak Bikin Gaduh: PSMS Sedang Fokus Kejar Juara Championship
Kitakininews.co.id - Kelompok suporter PSMS Medan, SMeCK Hooligan, meminta 40 klub pendiri Ayam Kinantan tidak kembali membuat kegaduhan terkait polemik kepemilikan dan pengelolaan klub.
Baca Juga:
Ketua SMeCK Hooligan, Lawren Simorangkir, berharap persoalan yang berulang kali muncul tersebut tidak mengganggu konsentrasi PSMS Medan yang sedang menunjukkan tren positif di Pegadaian Championship 2026/2027.
Menurut Lawren, seluruh pihak yang mengaku mencintai PSMS seharusnya memberikan dukungan penuh kepada tim, terutama ketika perjuangan Ayam Kinantan tengah diarahkan untuk meraih prestasi dan promosi ke Liga 1.
"Aduh itu-itu saja dari dulu. Kalau cinta sama PSMS Medan dukung saja, apalagi mau dipermasalahkan," kata Lawren.
Ia mempertanyakan mengapa persoalan terkait PSMS terus kembali mencuat. Lawren menilai polemik tersebut semestinya tidak menjadi perhatian utama ketika tim sedang menjalani kompetisi dengan target besar.
"Karena sudah berulang kali itu-itu saja dipermasalahkan. Kita tidak mengerti apa maunya," ujarnya.
Lawren juga mengingatkan seluruh pihak agar persoalan di luar lapangan tidak sampai memengaruhi kondisi internal tim. Menurutnya, pemain membutuhkan suasana yang kondusif agar dapat berkonsentrasi menghadapi setiap pertandingan.
"Enggak usah buat-buat begini, jangan sampai konsentrasi pemain buyar," tegasnya.
SMeCK Hooligan berharap manajemen, pemain dan seluruh elemen PSMS dapat mengesampingkan polemik kepemilikan maupun pengelolaan klub untuk sementara waktu. Dukungan terhadap tim dinilai jauh lebih penting karena PSMS memiliki target besar pada musim 2026/2027.
Lawren menegaskan, kesempatan PSMS untuk bersaing memperebutkan tiket promosi harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, ia meminta tidak ada lagi persoalan di luar lapangan yang berpotensi mengganggu fokus Ayam Kinantan.
"Kita berharap pemain, manajemen, dan tim tidak usah memikirkan itu. Pikirkan bagaimana kita bisa juara Liga 2 dan promosi ke Liga 1," pungkasnya.
Polemik kepemilikan dan pengelolaan PSMS kembali menjadi perhatian setelah DPRD Sumatera Utara menjadwalkan rapat dengar pendapat (RDP) dengan sejumlah pihak terkait. Kondisi tersebut membuat suporter berharap persoalan yang selama ini berulang tidak berkembang menjadi konflik baru yang berdampak terhadap perjalanan PSMS di kompetisi.
Sebelumnya, Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara 40 klub pendiri PSMS Medan dan manajemen yang dijadwalkan Komisi E DPRD Sumatera Utara pada Selasa, 6 Oktober 2026, dibatalkan, bukan ditunda ke jadwal tertentu. Ketua Komisi E DPRD Sumut HM Subandi mengatakan pembatalan dilakukan karena pada hari yang sama DPRD mendapat pemberitahuan adanya aksi demonstrasi dari elemen buruh.
'"Ya, rapat besok kita batalkan, karena ada surat besok (Selasa) ada yang mau datang demo ke DPRD Sumatera Utara," kata Subandi, Senin (5/10/2026). Ia menambahkan, hingga kini belum ada jadwal pengganti karena agenda RDP ditentukan Badan Musyawarah DPRD Sumut.
RDP tersebut sebelumnya dimohonkan 40 klub pendiri PSMS untuk membahas status manajemen dan polemik kepemilikan serta pengelolaan Ayam Kinantan. Subandi menyebut permintaan serupa sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan kepada DPRD Sumut.
"Sebenarnya ini sudah berkali-kali mereka datang ke DPRD memohon untuk dilakukan RDP, dulu sudah pernah mau dibuat tapi ditunda, ini datang lagi, jadi tujuan kita mau mediasi," ujarnya.
Dihantam PSMS 0-4, Pelatih Persikad Achmad Zulkifli Akui Timnya Terlalu Mudah Kehilangan Bola
Phillerson Bongkar Rahasia Gol Spektakuler Pembuka Pesta 4 Gol PSMS ke Gawang Persikad
Menang 4-0 dari Persikad, Eko Purdjianto Ingatkan PSMS Soal Konsistensi dan Mentalitas
Ebenejer Ingatkan Disdik dan Sekolah Perkuat Sterilisasi Lingkungan, Persiapkan PJJ
Ihwan Ritonga Dukung Prabowo, Rumah Sakit Jangan Bedakan Pasien BPJS dan Umum