Rabu, 29 Juli 2026

Inovasi PELAKOR dari Puskesmas Tegal Sari Medan Denai untuk Masyarakat

- Kamis, 01 Juni 2023 01:12 WIB
Inovasi PELAKOR dari Puskesmas Tegal Sari Medan Denai untuk Masyarakat

Kitakini.news - Hari Tanpa Tembakau sedunia yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2023 dijadikan sebagai momentum oleh Puskesmas Tegal Sari yang terletak di Medan Denai untuk meluncurkan program inovasi PELAKOR (Pelaksanaan Totok Cegah Rokok). Program yang digagas Puskesmas Tegal Sari ini diharapkan dapat membuat warga perlahan berhenti merokok.

Baca Juga:

Istilah pelakor sendiri biasanya sangat tidak disukai oleh kaum perempuan, namun apa yang dilakukan Puskesmas Tegal Sari dengan berinovasi sesuai Visi Misi Wali Kota Medan Bobby Nasution yang mendorong Jajarannya berinovasi dalam melayani masyarakat pastinya akan disukai oleh kaum perempuan karena perokok lebih cenderung digemari kaum pria.

Kepala UPT Puskesmas Tegal Sari Medan Denai drg Kartika Anggreny menjelaskan di momentum hari tanpa tembakau tahun ini pihaknya meluncur program inovasi PELAKOR. Program ini merupakan salah satu cara pencegahan agar masyarakat dapat perlahan berhenti merokok.

"Kita berinovasi sesuai Visi Misi bapak Wali Kota Medan Bobby Nasution, dengan menghadirkan program PELAKOR. Dalam PELAKOR ini digunakan dua metode yakni totok dan sugesti agar berhenti merokok," kata drg Kartika Anggreny.

Dijelaskan Kepala UPT Puskesmas Tegal Sari, petugas yang akan melaksanakan terapi totok ini telah mendapatkan pelatihan saat sosialisasi KTR oleh pengajar yg berpengalaman dengan menotok di beberapa titik di bagian tubuh.

"Teknik totok ini dapat berhasil jika perokok mempunyai keinginan kuat untuk berhenti merokok, karena dia harus datang beberapa kali untuk terapi, hingga ia terstimulasi merasakan bahwa rokok itu bau, tidak enak dan keinginan untuk merokok hilang," sebutnya.

Ditambahkan Kepala UPT Puskesmas Tegal Sari, sejak diluncurkannya program PELAKOR Ini sudah ada beberapa warga yang menjalani terapi totok tersebut. Dari pengakuan mereka setelah menjalani terapi totok, badan lebih ringan.

Menurut drg Kartika Anggreny, Pelayanan PELAKOR ini tidak dikenakan biaya apapun (Gratis), karena inovasi ini tidak membutuhkan biaya melainkan keterampilan dan hal ini merupakan wujud Promosi kesehatan dalam upaya pencegahan merokok.

"Setelah ini, UPT Puskesmas Tegal Sari berharap bisa membuka Klinik Konseling Berhenti Merokok sebagai lanjutan dari pengembangan Inovasi ini.Dimana di klinik ini nantinya selain dilakukan terapi juga dapat dilakukan konseling, pengukuran kadar CO dalam paru-paru perokok dan totok secara berkala agar perokok termotivasi untuk berhenti," tandasnya.


Redaksi

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Gubernur Bobby Nasution Tekankan Ketahanan Pangan sebagai Tanggung Jawab Pemerintah hingga Tingkat Desa

Gubernur Bobby Nasution Tekankan Ketahanan Pangan sebagai Tanggung Jawab Pemerintah hingga Tingkat Desa

Duel Klasik Duo HIjau PSMS Vs Persebaya, Ayam Kinantan Bertekad Tunjukkan Daya Saing

Duel Klasik Duo HIjau PSMS Vs Persebaya, Ayam Kinantan Bertekad Tunjukkan Daya Saing

Rony Reynaldo: Walk Out Gubernur Sumut Merupakan Hak Politik Yang Wajar Dalam Dinamika Demokrasi

Rony Reynaldo: Walk Out Gubernur Sumut Merupakan Hak Politik Yang Wajar Dalam Dinamika Demokrasi

Walkout Bobby Nasution di Paripurna, Ihwan Ritonga: Bukan Bentuk Arogansi

Walkout Bobby Nasution di Paripurna, Ihwan Ritonga: Bukan Bentuk Arogansi

Mangapul Soroti Bobby Walkout di Paripurna

Mangapul Soroti Bobby Walkout di Paripurna

Wali Kota Semprit PUD Pasar Medan, Harus Jadi Mesin Cuan!

Wali Kota Semprit PUD Pasar Medan, Harus Jadi Mesin Cuan!

Komentar
Berita Terbaru