Sumut Sukses Manfaatkan Kondisi Fisik di Final Kriket PON XXI Lawan Bali
Baca Juga:
"Para pemain kami mengalami kelelahan setelah melalui lima pertandingan, sementara lawan lebih segar," ungkap Wayan Samuel, pelatih tim kriket putri Bali. Dia mengakui bahwa faktor kebugaran mempengaruhi performa timnya di final.
Bali menjalani tiga pertandingan di babak penyisihan dan satu di semifinal sebelum berhadapan dengan Sumut di final. Sebaliknya, Sumut hanya perlu bermain di final setelah lolos otomatis dari Grup C, tanpa pertandingan kualifikasi dan tanpa laga semifinal melawan Aceh yang tidak mengirim timnya. Hal ini membuat tim tuan rumah dalam kondisi fisik yang lebih baik saat menghadapi Bali di final.
Kemenangan ini membuat Sumut berhak atas medali emas, sementara Bali harus puas dengan perak. DKI Jakarta mendapatkan medali perunggu setelah berkompetisi di semifinal. Dengan hasil ini, Sumut semakin memperkuat posisinya sebagai tuan rumah yang siap bersaing di berbagai cabang olahraga pada PON XXI Aceh-Sumut.
Dari Ladang hingga Pasar Nasional, PT DPM Dorong UMKM Dairi Tembus INACRAFT 2026
Pemko Gunungsitoli Siapkan 60 Calon Kepala Sekolah Lewat BCKS 2026
Kapolda Sumut Sonny Irawan Ajak NU Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Sofyan Tan Kunjungi SLB Dwituna Harapan Baru Medan, Buka Peluang Beasiswa Penuh bagi Lulusan
Dhody Thahir Menang Praperadilan, Polda Sumut Siap Laksanakan Putusan Hakim