Minggu, 05 Juli 2026

Kuasai UFC: Dominasi Petarung Muslim dan Dampaknya pada Popularitas Promosi Dana White

Dominasi Petarung Muslim: Ancaman atau Peluang bagi Popularitas UFC?
Sukri - Kamis, 13 Maret 2025 02:00 WIB
Kuasai UFC: Dominasi Petarung Muslim dan Dampaknya pada Popularitas Promosi Dana White
istimewa
Belal Muhammad, Islam Makhachev, dan Magomed Ankalaev, petarung muslim yang menjadi juara UFC. (Foto: kolase ufc.com)

Kitakini.news - Per 9 Maret 2025, tiga juara UFC aktif berasal dari kalangan petarung Muslim: Islam Makhachev (kelas ringan), Belal Muhammad (kelas welter), dan Magomed Ankalaev (kelas berat ringan) yang mengalahkan Alex Pereira secara meyakinkan. Dengan tiga dari delapan juara putra berasal dari kelompok ini, persentasenya mencapai 37,5%, mencerminkan pengaruh besar petarung Muslim di UFC. Namun, apakah dominasi ini akan berdampak pada popularitas UFC di tingkat global?

Baca Juga:

Kitakini News coba menganalisa kemungkinan apa yang bakal terjadi pada UFC dengan semakin banyaknya petarung muslim yang menjadi juara di UFC.

Dampak Positif: UFC Kian Populer di Dunia Islam

Dalam beberapa tahun terakhir, petarung Muslim—terutama dari Dagestan dan sekitarnya—menarik perhatian luas. Khabib Nurmagomedov menjadi pelopor kesuksesan ini, diikuti oleh Islam Makhachev dan lainnya. Kesuksesan mereka semakin meningkatkan antusiasme di negara-negara Muslim, termasuk Timur Tengah, Asia Tengah, dan Asia Tenggara.

UFC pun merespons tren ini dengan ekspansi ke kawasan Muslim. Kesepakatan dengan Abu Dhabi dan Arab Saudi menjadi bukti bahwa UFC melihat potensi besar di wilayah ini. Dengan pertumbuhan jumlah penonton dan sponsor dari kawasan Muslim, UFC justru berpotensi semakin berkembang.

Sentimen Negatif: Resistensi atau Justru Daya Tarik?

Namun, dominasi petarung Muslim bisa menimbulkan reaksi negatif dari sebagian penggemar di Barat. Beberapa mungkin merasa kurang terhubung dengan juara-juara ini karena perbedaan budaya dan gaya hidup mereka yang lebih religius.

Namun, justru resistensi ini bisa menciptakan skenario menarik. Banyak penggemar mungkin ingin melihat para juara Muslim ini kalah, menciptakan rivalitas yang meningkatkan daya tarik UFC. Narasi "siapa yang bisa menghentikan sang juara" selalu menjadi bahan bakar utama dalam promosi UFC.

Kesimpulan: UFC Akan Semakin Populer

Alih-alih mengalami penurunan popularitas, UFC justru diprediksi akan semakin berkembang. Dominasi petarung Muslim bisa menjadi daya tarik besar, baik bagi pendukung maupun mereka yang ingin melihat mereka dikalahkan. Sejarah menunjukkan bahwa rivalitas adalah kunci utama pertumbuhan UFC, dan tren ini kemungkinan besar akan berlanjut.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Umar Hadapi Song Yadong di Shanghai Setelah Batal Lawan 'Doctor' Martinez di Abu Dhabi

Umar Hadapi Song Yadong di Shanghai Setelah Batal Lawan 'Doctor' Martinez di Abu Dhabi

Chanco Resmi Debut di UFC Abu Dhabi, Lawan Petarung Tangguh tak Terkalahkan Polandia

Chanco Resmi Debut di UFC Abu Dhabi, Lawan Petarung Tangguh tak Terkalahkan Polandia

Rafael Fiziev Hancurkan Manuel Torres, Tendangan Memutar Jadi Kunci KO UFC Baku

Rafael Fiziev Hancurkan Manuel Torres, Tendangan Memutar Jadi Kunci KO UFC Baku

Shara Bullet Bangkit Setelah Sempat Dipukul Jatuh, Bajak Laut Dagestan Bungkam Pereira

Shara Bullet Bangkit Setelah Sempat Dipukul Jatuh, Bajak Laut Dagestan Bungkam Pereira

KO Kilat 8 Detik Guncang UFC Baku, Abdul Rakhman Yakhyaev Nyaris Pecahkan Rekor Bersejarah

KO Kilat 8 Detik Guncang UFC Baku, Abdul Rakhman Yakhyaev Nyaris Pecahkan Rekor Bersejarah

Rafael Fiziev Hadapi Manuel Torres: Misi Bangkit di UFC Baku, Tekanan Atau Momen Comeback?

Rafael Fiziev Hadapi Manuel Torres: Misi Bangkit di UFC Baku, Tekanan Atau Momen Comeback?

Komentar
Berita Terbaru