Islam Makhachev Mulai Panaskan Mesin Jelang Laga Debut Juara Kelas Welter, Lawannya Ian Garry?
Baca Juga:
Laporan terbaru menyebutkan bahwa UFC tengah menggodok pertarungan ini untuk digelar pada Agustus 2026, kemungkinan besar dalam ajang besar seperti UFC 330. Negosiasi disebut sudah berjalan, meski kontrak belum sepenuhnya diteken.
Tak hanya sekadar rumor, kedua petarung juga sudah saling melontarkan perang kata di ruang publik, menambah panas rivalitas yang mulai terbentuk.
Perang Urat Saraf: Dari Cedera ke Sindiran
Garry, yang kini menempati peringkat atas kelas welter, secara terbuka meragukan kondisi fisik sang juara. Ia bahkan menuding Makhachev sengaja menunda pertarungan.
"Saya sudah siap sejak lama," sindir Garry, mempertanyakan timeline cedera lawannya.
Sebaliknya, Makhachev menegaskan dirinya tidak menghindar dan justru menunggu kepastian dari UFC.
"Saya menunggu kontrak," tegas Makhachev, merespons tekanan dari kubu penantang.
Pernyataan itu sekaligus memperjelas bahwa kendala utama bukan kesiapan fisik, melainkan proses matchmaking di internal UFC.
Kamp Latihan Dimulai: Sinyal Serius dari Sang Juara
Di tengah spekulasi, kabar dari lingkaran terdekat Makhachev mengonfirmasi bahwa ia sudah masuk training camp untuk pertahanan gelar pertamanya di kelas welter.
Langkah ini dianggap sebagai sinyal paling konkret sejauh ini bahwa pertarungan melawan Garry bukan sekadar wacana.
Dengan latar belakang gulat Dagestan yang dominan, Makhachev diprediksi tetap menjadi favorit. Ia sebelumnya merebut sabuk welter setelah mengalahkan Jack Della Maddalena dan memperpanjang rekor impresifnya di UFC.
Pandangan Pengamat & Internal UFC
Meski duel ini menarik secara kompetitif, tidak semua pihak di UFC sepenuhnya yakin dengan daya jual Garry. Beberapa petinggi UFC bahkan sempat mempertanyakan daya tariknya sebagai penantang utama. Garry dinilai "kurang menarik" untuk jadi headliner besar, menurut laporan internal UFC.
Namun dari sisi olahraga, duel ini tetap dianggap logis. Garry memiliki rekor kuat dan baru saja mengalahkan nama besar seperti Belal Muhammad, membuatnya sulit diabaikan dalam perebutan gelar.
Sementara itu, analis MMA melihat pertarungan ini sebagai benturan gaya klasik: grappling elit Makhachev melawan striking disiplin Garry, kombinasi yang berpotensi menghasilkan duel tak terduga.
Narasi Besar: Dagestan vs Irlandia
Jika resmi terjadi, pertarungan ini juga membawa narasi emosional, Dagestan vs Irlandia, yang mengingatkan publik pada rivalitas legendaris masa lalu antara Khabib. Nurmagomedov vs Conor McGregor.
Garry sendiri bahkan sempat menyindir Makhachev secara personal, sementara sang juara merespons dengan santai dan penuh percaya diri, menyebut persiapan lawannya "tak akan berdampak besar."
Sumber: MMA Fighting, MMA Mania, Yahoo Sports, Heavy.com
Umar Hadapi Song Yadong di Shanghai Setelah Batal Lawan 'Doctor' Martinez di Abu Dhabi
Chanco Resmi Debut di UFC Abu Dhabi, Lawan Petarung Tangguh tak Terkalahkan Polandia
Rafael Fiziev Hancurkan Manuel Torres, Tendangan Memutar Jadi Kunci KO UFC Baku
Shara Bullet Bangkit Setelah Sempat Dipukul Jatuh, Bajak Laut Dagestan Bungkam Pereira
KO Kilat 8 Detik Guncang UFC Baku, Abdul Rakhman Yakhyaev Nyaris Pecahkan Rekor Bersejarah