Drama Enam Gol di Goodison: Man City Bangkit, Tapi Hilang Kendali Perebutan Gelar
Kitakini.news - Laga antara Everton dan Manchester City fi Goodison Park, Selasa (5/5/2026) dini hari WIB berubah menjadi tontonan liar yang sulit ditebak. Skor 3-3 bukan sekadar angka, ini adalah cerita tentang dominasi yang nyaris sia-sia, kesalahan fatal, dan kebangkitan dramatis yang datang terlambat.
Baca Juga:
Sejak awal, City tampil seperti tim yang sadar betapa pentingnya tiga poin dalam perburuan gelar Premier League. Mereka menguasai bola, menekan tanpa henti, dan akhirnya unggul lewat gol melengkung Jérémy Doku menjelang turun minum.
Namun, babak kedua berubah total. Everton tampil lebih tajam dan efisien. Dua gol dari Thierno Barry serta satu sundulan Jake O'Brien membalikkan keadaan menjadi 3-1.
Dalam rentang 13 menit, City seperti kehilangan arah, rapuh di lini belakang dan gugup dalam pengambilan keputusan.
Di titik itu, kekalahan terasa nyata. Tapi City belum selesai. Gol cepat Erling Haaland menyalakan harapan, sebelum Doku kembali muncul sebagai penyelamat lewat gol di masa tambahan waktu. Skor 3-3 pun mengunci laga yang penuh emosi dan perubahan momentum ekstrem.
Pelatih Pep Guardiola tak menutupi rasa frustrasinya. Hasil ini terasa seperti kemenangan yang hilang, bukan sekadar dua poin terbuang, tapi juga kontrol atas nasib sendiri.
"Perburuan gelar tak lagi di tangan kami. Tadinya iya, tapi sekarang tidak," ujar Guardiola usai pertandingan.
Ia tetap memuji karakter timnya yang mampu bangkit di menit akhir, tetapi mengakui realita yang pahit: City kini harus berharap pesaing terpeleset.
Hasil ini membuat City tetap tertahan di posisi kedua dengan jarak sekitar lima poin dari Arsenal, meski masih memiliki satu laga lebih banyak.
Dalam konteks perburuan gelar, situasinya jadi jelas; City tak lagi memegang kendali penuh. Arsenal hanya perlu konsisten di sisa laga. Setiap kesalahan kini terasa fatal.
Di atas kertas, bangkit dari 1-3 menjadi 3-3 adalah bukti mental juara. Tapi dalam realitas klasemen, hasil ini justru terasa seperti kekalahan terselubung.
City menunjukkan karakter, tapi juga memperlihatkan celah. Dan di fase akhir musim seperti ini, satu malam kacau bisa mengubah segalanya.
Sumber: Reuters, The Guardian, Suara.com, Detik Sport
Arsenal vs Coventry: Lampard Tantang Arteta di Pembuka Liga Inggris
Liverpool Tampil Meyakinkan, Como Takluk 2-0 di Anfield
Spurs Selangkah Lagi Dapatkan Cody Gakpo, Liverpool Mulai Dihubungi
Duel Pramusim, Manchester City Bangkit, Taklukkan Atletico Madrid 3-1
Liverpool Tutup Pramusim dengan Kekalahan, Badai Cedera Bayangi Persiapan Premier League