Manchester City Kalahkan Crystal Palace, Perburuan Gelar Kembali Memanas
Baca Juga:
Tak ada kepanikan. Tak ada rasa gugup. Yang terlihat justru Manchester City versi paling berbahaya: menguasai bola, menekan tanpa henti, lalu menghukum lawan dengan efisiensi mematikan.
Kemenangan ini menjaga mimpi juara City tetap hidup. Jarak dengan puncak klasemen kembali menipis, sementara tekanan kini berpindah ke rival mereka.
Sejak peluit awal berbunyi, City langsung mengurung Palace di area pertahanan sendiri. Pep Guardiola memang menyimpan beberapa pemain penting, termasuk Erling Haaland, tetapi kualitas skuad The Citizens tetap terasa berbeda level.
Crystal Palace sempat bertahan disiplin hampir setengah jam. Namun ketika pertahanan mereka lengah sesaat, City langsung menciptakan kerusakan besar.
Gol pembuka lahir pada menit ke-32 lewat kombinasi indah yang memancing tepuk tangan seluruh stadion. Phil Foden memperlihatkan sentuhan kelas dunia melalui backheel cerdas yang membelah pertahanan Palace. Antoine Semenyo kemudian menyelesaikannya dengan tenang untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Gol itu seperti membuka pintu banjir serangan City. Delapan menit kemudian, Etihad kembali bergemuruh. Bola liar di depan kotak penalti langsung disambar Omar Marmoush dengan tembakan cepat yang gagal diantisipasi Dean Henderson. Dalam sekejap, City unggul dua gol dan Palace mulai kehilangan arah permainan.
Tim tamu mencoba bangkit di babak kedua lewat serangan balik cepat. Namun City tampil jauh lebih rapi dibanding beberapa pertandingan sebelumnya. Lini belakang mereka nyaris tak memberi ruang.
Pep Guardiola terlihat puas di tepi lapangan. Timnya bukan hanya menang, tetapi juga mengontrol pertandingan dengan ritme yang sangat matang.
Gol ketiga akhirnya tiba menjelang laga usai. Rayan Cherki mengirim umpan terukur ke arah Savinho, dan winger muda Brasil itu menyelesaikannya dengan sepakan akurat yang memastikan kemenangan 3-0.
Etihad pun berubah menjadi lautan sorak-sorai.
Phil Foden menjadi pusat permainan City malam itu. Kreativitas, visi, dan pergerakannya membuat Palace kesulitan sepanjang laga. Guardiola bahkan menyebut pemain Inggris itu memiliki "sesuatu yang tidak bisa diajarkan."
Kemenangan ini membuat perburuan gelar Premier League kembali memanas. City belum menyerah. Mereka terus menekan hingga pekan-pekan terakhir musim.
Sementara bagi Crystal Palace, laga di Etihad menjadi pelajaran pahit bahwa sedikit kesalahan saja sudah cukup bagi Manchester City untuk menghancurkan pertandingan.
Sumber: Reuters, The Guardian, ESPN
Real Madrid Tawarkan Eduardo Camavinga ke Manchester City, Mourinho Disebut Beri Restu
Dari Bournemouth ke Anfield, Iraola Hadapi Tantangan Raksasa
Fans Liverpool Bersiap! Iraola Segera Ambil Alih Anfield
Pep Guardiola Pergi, Haaland Haru Ungkap Rahasia yang Buat Manchester City Banjir Trofi
Barcelona Serius Kejar Anthony Gordon, Deco Sampai Terbang ke Inggris