Neymar dan Ronaldo Siap Tuntaskan Misi Terakhir di Piala Dunia 2026
Untuk Neymar, panggilan ke skuad Brasil terasa seperti kemenangan pribadi. Setelah berbulan-bulan dihantam cedera dan keraguan publik, pemain berusia 34 tahun itu akhirnya masuk daftar resmi tim asuhan Carlo Ancelotti. Banyak pihak sebelumnya meragukan kondisinya, terlebih sejak masa sulit bersama Santos dan minimnya menit bermain di level tertinggi. Namun, Ancelotti memilih memberi kepercayaan kepada sosok yang masih menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Brasil.
Baca Juga:
Pelatih asal Italia itu bahkan menegaskan keputusan tersebut murni soal performa, bukan nostalgia.
"Keputusan ini 100 persen profesional," ujar Ancelotti saat menjelaskan peluang Neymar masuk skuad Brasil. Ia juga menyebut kondisi fisik sang pemain meningkat signifikan.
Neymar sendiri tidak menutupi rasa frustrasinya setelah lama diragukan. Dalam komentarnya jelang pengumuman skuad, ia menepis kritik yang menurutnya terlalu berlebihan.
"Saya merasa kuat secara fisik," kata Neymar sambil menegaskan dirinya siap membantu Brasil di Piala Dunia.
Turnamen 2026 juga diyakini menjadi Piala Dunia terakhir Neymar. Sebelumnya, ia pernah mengisyaratkan bahwa perjalanan internasionalnya mulai mendekati akhir, membuat kesempatan kali ini terasa jauh lebih emosional.
Sementara itu di kubu Portugal, Cristiano Ronaldo kembali membuktikan bahwa usia belum menjadi alasan untuk menutup pintu tim nasional. Pada usia 41 tahun, megabintang itu tetap masuk rencana pelatih Roberto Martínez untuk Piala Dunia 2026. Namun kali ini, status Ronaldo berubah:, bukan lagi pusat permainan mutlak, melainkan bagian penting dari mesin Portugal yang lebih kolektif.
Martínez secara terbuka menolak menilai Ronaldo dari umur maupun reputasi.
"Dia dinilai berdasarkan performa, bukan usia," tegas Martínez mengenai peran Ronaldo di skuad Portugal.
Meski tak lagi dijamin selalu menjadi starter, pengaruh Ronaldo di ruang ganti tetap dianggap luar biasa. Sang pelatih bahkan menyebut legenda Portugal itu masih memiliki "otak elite" dan profesionalisme tingkat tinggi yang membantu perkembangan pemain muda.
Di ruang ganti Portugal, mimpi membawa Ronaldo mengangkat trofi Piala Dunia juga mulai terasa nyata. Rekan setimnya, Bruno Fernandes, tak menyembunyikan harapan besar itu.
"Mengakhiri Piala Dunia terakhir Cristiano dengan kemenangan akan menjadi sesuatu yang luar biasa," kata Bruno Fernandes.
Bagi Ronaldo, Piala Dunia selalu menjadi trofi yang belum pernah berhasil disentuh. Ia sudah mengoleksi hampir semua gelar bergengsi, termasuk Euro 2016 dan UEFA Nations League bersama Portugal, tetapi trofi dunia masih menjadi ruang kosong dalam lemari prestasinya. Piala Dunia 2026 kemungkinan besar menjadi kesempatan terakhir untuk melengkapinya.
Di sisi lain, Neymar membawa misi berbeda. Brasil masih memburu gelar keenam setelah penantian panjang sejak 2002. Kehadiran Neymar dianggap bisa menjadi pembeda, terutama lewat pengalaman dan kreativitas yang sulit digantikan generasi baru Selecao.
Piala Dunia 2026 akhirnya akan menghadirkan satu kisah yang sulit diulang, dua ikon besar generasi modern masih bertahan di garis depan. Neymar ingin menutup cerita dengan membawa Brasil kembali berjaya. Ronaldo mengejar mimpi terakhir yang belum pernah ia genggam.
Jika ini benar-benar panggung terakhir mereka, dunia sepak bola tampaknya belum siap mengucapkan selamat tinggal.
Sumber: Reuters, worldsoccertalk.com, onefootball.com, The Times of India
Neymar Jr Resmi Pensiun dari Timnas Brasil: Saya Memberikan Darah, Hidup Saya untuk Selecao
Zinedine Zidane Terharu Pimpin Timnas Prancis, Sengaja Tolak Tawaran Klub Demi Les Bleus
Roberto Mancini Resmi Kembali Latih Timnas Italia, FIGC Akhiri Drama Pencarian Pelatih
Real Madrid Percaya Diri Rekrut Rodri, Kapten Spanyol Disebut Sudah Masuk Kerangka Tim
50 Laga Tanpa Kekalahan, Timnas Spanyol Cetak Rekor Tak Tertandingi