Santos Tahan Macara dan Lolos ke Perempat Final Copa Sudamericana 2026
Kitakininews.co.id - Santos berhasil mengamankan tiket ke perempat final Copa Sudamericana 2026 setelah bermain imbang 0-0 melawan Macará pada leg kedua babak 16 besar di Estadio Bellavista, Ambato, Ekuador, Kamis (20/8/2026) atau Jumat (21/8/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut cukup bagi Santos karena sebelumnya menang 2-1 pada leg pertama di Vila Belmiro.
Baca Juga:
Yang menarik, Santos tampil tanpa Neymar dan Gabriel Barbosa. Keduanya sengaja tidak dibawa ke Ekuador oleh pelatih Cuca untuk menjaga kondisi fisik menjelang pertandingan penting di Campeonato Brasileiro. Selain Neymar dan Gabigol, beberapa pemain utama lain juga absen. Cuca akhirnya menurunkan tim dengan pendekatan lebih defensif untuk menghadapi pertandingan di ketinggian sekitar 2.580 meter.
Keputusan tersebut terbukti efektif. Macará lebih banyak menguasai permainan dan beberapa kali menciptakan peluang, tetapi Gabriel Brazão tampil penting di bawah mistar. Santos mampu menjaga gawangnya tetap bersih hingga pertandingan berakhir dan memastikan keunggulan agregat 2-1.
Bagi Cuca, hasil tersebut jauh lebih penting daripada penampilan atraktif. Sang pelatih mengakui Santos memang tidak memainkan sepak bola terbaiknya, tetapi strategi yang disiapkan berjalan sesuai rencana.
"Target tercapai," kata Cuca seusai pertandingan.
Ia menilai Macará merupakan lawan yang sangat kuat ketika bermain di kandang, ditambah kondisi lapangan dan faktor ketinggian yang membuat pertandingan semakin sulit.
Cuca kemudian memberikan pujian besar kepada lini belakang Santos.
"Sistem pertahanan kami sempurna dari awal hingga akhir," ujar Cuca.
Menurutnya, para pemain mampu mengantisipasi hampir seluruh ancaman Macará dan hanya memberikan sedikit ruang bagi tuan rumah untuk mencetak gol.
Pelatih berusia 63 tahun itu juga menyoroti keberanian memainkan banyak pemain muda. Cuca mengatakan Santos tampil dengan sejumlah pemain jebolan akademi dan tujuh pemain muda mendapat kesempatan bermain dalam pertandingan tersebut.
"Tujuh pemain muda tampil, dan itu sangat berarti bagi karier mereka," kata Cuca.
Ia menilai pengalaman menghadapi laga sulit di Amerika Selatan akan sangat berharga bagi perkembangan para pemain muda Santos.
Cuca bahkan mengungkap kondisi fisik beberapa pemain akibat beratnya pertandingan. Davizinho harus ditarik keluar karena mengalami sesak napas akibat ketinggian, sementara João Ananias mengalami sakit kepala, muntah dan demam karena masalah kesehatan.
Menariknya, Cuca menilai Santos sebenarnya masih memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan meskipun tampil dengan banyak pemain muda.
"Kami kehilangan 14 pemain, tetapi tetap bisa saja memenangkan pertandingan," ujarnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan kepuasan Cuca terhadap kedalaman skuad yang mampu menjaga hasil positif dalam kondisi sulit.
Kemenangan agregat ini membawa Santos ke perempat final Copa Sudamericana. Mereka akan menghadapi sesama klub Brasil, Atlético-MG, yang berhasil menyingkirkan Red Bull Bragantino pada babak 16 besar. Pertandingan perempat final dijadwalkan berlangsung pada September.
Namun, perjalanan Santos musim ini belum selesai. Cuca masih harus mengatur skuad untuk menghadapi padatnya jadwal. Santos juga sedang berjuang di Campeonato Brasileiro dan akan menghadapi Mirassol pada Minggu (23/8), sementara di Copa do Brasil mereka akan berhadapan dengan Palmeiras.
Cuca menyadari Santos harus pintar melakukan rotasi agar tetap kompetitif di berbagai ajang. Ia bahkan menyebut timnya kini hanya berjarak lima pertandingan dari peluang meraih trofi di dua kompetisi piala.
"Kami tinggal lima pertandingan lagi untuk meraih hadiah terbesar," tegas Cuca.
Klasifikasi ini terasa semakin penting karena Santos berhasil melaju tanpa Neymar. Sang bintang sebelumnya menjadi tokoh utama pada leg pertama dengan memberikan dua assist dalam kemenangan 2-1 atas Macará.
Dengan demikian, cerita Santos bukan sekadar tentang Neymar. Di Ambato, Cuca membuktikan bahwa timnya masih mampu bertahan dalam pertandingan sulit, mengandalkan pemain muda, disiplin pertahanan, serta strategi pragmatis untuk mencapai target.
Santos kini melangkah ke perempat final dengan kepercayaan diri baru. Tantangan berikutnya jauh lebih berat: Atlético-MG sudah menunggu, sementara Neymar dan para pemain utama akan kembali menjadi tumpuan Cuca dalam perjalanan panjang menuju trofi Copa Sudamericana.
Sumber: ge, folha.uol.com.br, CNN Brasil, beIN SPORTS.
HUT ke-81 RI, Sugiat Santoso Ajak Kader Gerindra Sumut Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045
Neymar Jr Resmi Pensiun dari Timnas Brasil: Saya Memberikan Darah, Hidup Saya untuk Selecao
Cristiano Ronaldo dan Neymar Gagal Lagi, Ini 10 Pemain Sepak Bola Tanpa Trofi Piala Dunia
Neymar Cedera Lagi Pasca Masuk Skuad Brasil! Absen 2 Ujicoba, Terancam tak Turun di Pembuka Piala Dunia 2026
Vini Jr Pilih Mengalah, Nomor 10 Brasil di Piala Dunia 2026 Direlakan untuk Neymar