Lamine Yamal Terancam Absen Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Di tengah ambisi besar Spanyol memburu trofi dunia setelah keberhasilan di Euro 2024, absennya Yamal pada duel pertama fase grup melawan Tanjung Verde dapat menjadi kehilangan besar. Pemain berusia 18 tahun itu bukan sekadar talenta muda, tetapi sudah menjelma sebagai motor kreativitas lini serang tim asuhan Luis de la Fuente.
Baca Juga:
Cedera tersebut dialami Yamal saat membela FC Barcelona menghadapi Celta Vigo pada April lalu. Setelah mengeksekusi penalti, ia terlihat mengalami masalah pada hamstring kaki kiri dan akhirnya harus menepi hingga akhir musim klub. Awalnya, optimisme sempat menguat bahwa sang wonderkid akan siap tepat waktu untuk Piala Dunia. Namun perkembangan pemulihan berjalan lebih lambat dari perkiraan.
Laporan media di Spanyol dan Inggris menyebut Yamal diperkirakan melewatkan laga pembuka tim Matador. Bahkan, kondisinya masih diragukan untuk pertandingan kedua fase grup melawan Arab Saudi karena tim medis tak ingin mengambil risiko kambuhnya cedera otot yang terkenal rawan berulang.
Meski demikian, Yamal tidak menyerah pada keadaan. Dalam salah satu unggahan dan pernyataan yang dikutip media Spanyol usai cedera, ia menunjukkan tekad besar untuk kembali lebih kuat.
"Saya akan kembali lebih kuat," tulis Yamal, menegaskan semangatnya menatap panggung terbesar sepak bola dunia.
Di sisi lain, pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, memilih meredam kepanikan. Ia mengakui federasi telah menyiapkan berbagai skenario sambil terus memantau kondisi Yamal secara intensif.
"Kami mempertimbangkan setiap skenario yang mungkin terjadi. Ada pemain yang dapat memberi kontribusi selama 20 menit atau bahkan 10 menit, dan itu sangat berharga," ujar De la Fuente saat menjelaskan kemungkinan memainkan pemain yang belum pulih 100 persen.
Pelatih berusia 64 tahun itu juga mengungkapkan dedikasi luar biasa Yamal selama masa pemulihan. Menurutnya, sang pemain menjalani latihan rehabilitasi berjam-jam demi mengejar kebugaran untuk Piala Dunia.
"Lamine berlatih tiga jam setiap hari agar datang ke Piala Dunia dalam kondisi terbaik," kata De la Fuente.
Bagi Spanyol, kehilangan Yamal pada laga pertama bukan hanya soal absennya seorang pemain. Ini tentang hilangnya percikan kreativitas yang beberapa tahun terakhir membuat La Roja kembali ditakuti.
Sejak mencuri perhatian di Euro 2024, Yamal berkembang menjadi simbol generasi baru sepak bola Spanyol, berani, lincah, dan mampu mengubah jalannya pertandingan dalam satu sentuhan.
Sumber: The Athletic, beIN Sports, Football España, Reuters, Sky Sports, AS.
Rodri Tiba di Barcelona, Selangkah Lagi Resmi Jadi Pemain Blaugrana
Barcelona Siapkan Luis Suárez Sebagai Rencana Cadangan Jika Gagal Dapatkan Julián Álvarez
Neymar Jr Resmi Pensiun dari Timnas Brasil: Saya Memberikan Darah, Hidup Saya untuk Selecao
Zinedine Zidane Terharu Pimpin Timnas Prancis, Sengaja Tolak Tawaran Klub Demi Les Bleus
Roberto Mancini Resmi Kembali Latih Timnas Italia, FIGC Akhiri Drama Pencarian Pelatih