John Herdman Semakin Percaya Masa Depan Garuda Pasca Menang 3-0 atas Oman
Di balik kemenangan bersejarah yang mengakhiri penantian 38 tahun Indonesia atas Oman, Herdman melihat sesuatu yang lebih penting: perkembangan permainan tim yang mulai terlihat dari pertandingan ke pertandingan.
Baca Juga:
Dalam sesi wawancara pasca pertandingan yang disiarkan kanal YouTube Tribunnews, Herdman mengungkapkan bahwa dirinya melihat adanya peningkatan dibanding laga sebelumnya melawan Bulgaria (kalah 0-1).
"Untuk waktu yang lama saya pikir kami mengendalikan pertandingan dengan baik. Kami menunjukkan sedikit evolusi dari pertandingan Bulgaria. Kami terus berkembang, kami terus berusaha," ujar Herdman.
Komentar tersebut menggambarkan bagaimana pelatih asal Inggris itu menilai proses yang sedang dijalani skuad Garuda mulai menunjukkan hasil. Sejak mengambil alih Timnas Indonesia, Herdman memang berulang kali menegaskan bahwa fokus utamanya bukan hanya mengejar kemenangan, tetapi membangun identitas permainan yang lebih jelas.
Melawan Oman, Indonesia tampil lebih tenang dalam menguasai bola, lebih disiplin saat bertahan, dan lebih efektif ketika menyerang. Tiga gol yang dicetak Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen menjadi bukti nyata dari peningkatan tersebut.
Meski demikian, Herdman tidak ingin para pemain terlena oleh kemenangan besar itu. Di tengah suasana penuh kegembiraan setelah pertandingan, Herdman justru mengingatkan pentingnya menjaga kerendahan hati.
Menurutnya, kemenangan sering kali membuat banyak orang hanya melihat sisi positif, sementara seorang pelatih harus tetap fokus pada kekurangan yang perlu diperbaiki.
"Saya pikir dalam momen seperti ini yang paling penting adalah tetap rendah hati," ujarnya.
Ia bahkan mengakui bahwa profesi pelatih membuatnya sulit menikmati pertandingan sepenuhnya karena selalu mencari celah untuk perbaikan.
"Itulah 'kutukan' seorang pelatih. Kami melihat hal-hal yang bagus, tetapi kami juga melihat bagian-bagian yang harus diperbaiki. Saya tidak bisa menonton pertandingan tanpa melihat hal-hal itu," ungkapnya.
Bagi Herdman, kemenangan atas Oman hanyalah satu langkah dalam perjalanan panjang yang masih harus ditempuh Timnas Indonesia.
"Saya pikir kami masih memiliki banyak area yang harus ditingkatkan. Jadi kerendahan hati sangat penting," kata dia,
Salah satu pemain yang mendapat sorotan dari Herdman adalah Emil Audero. Penjaga gawang Indonesia tersebut tampil impresif sepanjang pertandingan dan menjadi penyelamat saat menggagalkan penalti Oman menjelang akhir babak pertama.
Namun menariknya, Herdman justru lebih terkesan dengan kemampuan Emil saat menguasai bola dibanding aksi penyelamatannya.
"Orang-orang mungkin akan melihat penyelamatan tembakan atau penalti yang berhasil ditepis. Tetapi yang saya lihat adalah kemampuannya mengontrol permainan dengan kakinya dan menjadi awal dari serangan-serangan kami," ucapnya.
Menurut Herdman, kemampuan tersebut menjadi bagian penting dari filosofi permainan yang ingin dibangun bersama Timnas Indonesia.
Meski beberapa pemain tampil menonjol, Herdman menolak menyebut satu nama sebagai pemain terbaik pertandingan. Baginya, kemenangan atas Oman lahir dari kerja keras seluruh anggota tim.
"Sulit menunjuk hanya satu pemain. Saya pikir sebagian besar pemain kami mendorong diri mereka hingga batas kemampuan. Dan itu yang selalu saya minta, usaha maksimal, Dan itulah yang saya lihat malam ini" katanya.
Selain puas dengan performa tim, Herdman juga mengaku terharu melihat dukungan suporter di Gelora Bung Karno.
Baginya, momen ketika para pemain dan staf berkeliling lapangan setelah pertandingan menjadi salah satu pengalaman paling emosional sejak menangani Indonesia.
"Para penggemar luar biasa malam ini. Sangat emosional melihat bagaimana mereka menghargai para pemain dan staf atas kerja keras yang mereka berikan," ujarnya.
"Ketika Anda berjalan mengelilingi stadion, Anda bisa melihat semangat sejati negara ini terhadap sepak bol," ungkapnya.
Karena itu, Herdman berharap antusiasme tersebut terus berlanjut pada pertandingan berikutnya.
"Kami berharap para penggemar terus datang pada pertandingan kami hari Selasa (9 Juni 2026 menghadapi Mozambik). Semoga jumlahnya lebih banyak lagi," katanya.
Timnas Indonesia U-20 Siap Tempur di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027, Malaysia Ujian Pertama
Mengejutkan! Rizky Ridho Dikabarkan Dicoret dari Garuda Calling FIFA ASEAN Cup 2026
Indonesia Gagal ke Semifinal Usai Ditahan Singapura
Indonesia dan Singapura Sama-Sama Kehilangan Pemain Kunci Jelang Laga Penentuan
Negosiasi Kembali Memanas, Real Madrid Makin Dekat Amankan Yan Diomande dari RB Leipzig