Ole Romeny Soal Cetak Gol di Dua Laga FIFA Matchday: Bersama Garuda, Saya Tak Merasakan Tekanan
Kitakini.news - Ole Romeny kembali menjadi pahlawan Timnas Indonesia saat mencetak gol tunggal yang membawa Garuda mengalahkan Mozambik 1-0 dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (9/6/2026). Namun bagi penyerang berusia 25 tahun itu, kemenangan tersebut bukan hanya soal gol, melainkan juga tentang ikatan kuat yang terjalin di dalam skuad Merah Putih.
Baca Juga:
Usai pertandingan, Romeny mengungkapkan bahwa dirinya selalu merasa nyaman setiap kali mengenakan seragam Timnas Indonesia. Dukungan rekan-rekan setim membuatnya bisa bermain tanpa beban dan menampilkan kemampuan terbaiknya di lapangan.
Seperti diketahui, Ole Romeny juga menjadi pencetak gol kedua saat Indonesia mengalahhkan Oman dengan skor 3-0, Jumat (5/6/2026) di GBK.
"Tentu saya selalu senang mencetak gol. Saya merasa seperti di rumah di sini. Saya merasa seperti di rumah di stadion ini bersama orang-orang di sekitar saya," kata Romeny, melansir vide wawancara pasca pertandingan di kanal Youtube Tribunnews.
Penyerang yang kini menjadi andalan lini depan Garuda itu mengaku tidak pernah merasakan tekanan berlebihan saat tampil di hadapan puluhan ribu suporter Indonesia. Sebaliknya, atmosfer yang tercipta justru memberinya rasa percaya diri.
"Setiap kali saya masuk ke lapangan dan mengenakan jersey ini, saya merasa bebas. Saat itulah saya bisa mengekspresikan diri dengan cara terbaik. Saya menikmati setiap menit bersama saudara-saudara saya di lapangan," ujarnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan eratnya hubungan antar pemain di skuad Indonesia saat ini. Kebersamaan itu pula yang menurut Romeny menjadi salah satu faktor penting di balik penampilan positif tim dalam beberapa pertandingan terakhir.
Ia menilai para pemain tidak hanya bermain untuk meraih hasil, tetapi juga menikmati proses dan kebersamaan yang mereka bangun setiap hari.
"Kami benar-benar menikmati permainan kami hari ini. Saya pikir semua orang bisa melihat itu. Ada kegembiraan di dalam tim dan itulah alasan mengapa kami mulai bermain sepak bola sejak awal," ungkapnya.
Romeny juga menyoroti koneksi yang semakin baik dengan para pemain di lini serang. Pemahaman yang terbangun membuat permainan Indonesia terlihat lebih cair dan berbahaya saat menyerang.
"Di lapangan kami bisa saling merasakan. Saat saya bergerak atau meminta bola, rekan-rekan tahu apa yang harus dilakukan. Kami adalah pemain yang suka menikmati sepak bola dan mencoba menunjukkan kegembiraan itu kepada semua orang," katanya.
Meski menjadi pencetak gol kemenangan, Romeny menegaskan dirinya tidak terlalu memikirkan tekanan ataupun kemungkinan gagal saat berada di depan gawang. Baginya, kunci utama adalah bermain dengan percaya diri dan mengikuti insting.
"Ketika saya bermain di GBK bersama saudara-saudara saya, saya merasa bebas. Saya tidak merasakan tekanan sama sekali. Dalam situasi seperti itu saya merasa percaya diri, jadi saya tidak memikirkan kegagalan atau peluang yang terbuang. Saya hanya melakukan apa yang saya bisa dan mengekspresikan diri," tutur Romeny.
Mengejutkan! Rizky Ridho Dikabarkan Dicoret dari Garuda Calling FIFA ASEAN Cup 2026
Indonesia Gagal ke Semifinal Usai Ditahan Singapura
Indonesia dan Singapura Sama-Sama Kehilangan Pemain Kunci Jelang Laga Penentuan
Negosiasi Kembali Memanas, Real Madrid Makin Dekat Amankan Yan Diomande dari RB Leipzig
John Herdman Beber Penyebab Indonesia Takluk Telak dari Vietnam