Deschamps Mengamuk Saat Prancis Nyaris Dipermalukan Senegal
Sejak peluit awal dibunyikan, Senegal tampil tanpa rasa gentar menghadapi salah satu favorit juara. Disiplin dalam bertahan dan agresif saat melakukan transisi membuat skuad asuhan Didier Deschamps kesulitan mengembangkan permainan. Bahkan hingga lebih dari satu jam pertandingan berjalan, Prancis belum mampu menemukan celah untuk membongkar pertahanan lawan.
Baca Juga:
Pada babak pertama, Senegal justru beberapa kali menghadirkan ancaman serius ke area pertahanan Prancis. Penampilan solid Singa Teranga membuat para pemain Les Bleus frustrasi dan kesulitan menciptakan peluang matang. Mike Maignan pun sempat dipaksa bekerja keras untuk menjaga gawangnya tetap aman dari kebobolan.
Usai pertandingan, Didier Deschamps mengakui timnya tampil jauh di bawah ekspektasi selama 45 menit pertama. Pelatih berusia 57 tahun itu tidak menutupi kekecewaannya terhadap performa anak asuhnya dan mengungkapkan telah memberikan teguran keras saat jeda pertandingan.
"Saya mengatakan beberapa kebenaran kepada para pemain saat turun minum," ujar Deschamps.
Menurutnya, terlalu banyak kesalahan mendasar yang dilakukan para pemain sehingga Prancis gagal memaksimalkan peluang yang sebenarnya bisa menjadi pembeda.
"Kami membuat terlalu banyak kesalahan teknis dan itu membuat kami tidak bisa memanfaatkan situasi berbahaya yang kami ciptakan," lanjutnya.
Deschamps juga menilai timnya beruntung tidak harus membayar mahal kesalahan-kesalahan tersebut. Ia mengakui Senegal memiliki peluang untuk mencetak gol lebih dulu ketika laga masih berjalan ketat.
"Kami terlalu sering kehilangan bola dan kurang presisi. Untungnya kami tidak kebobolan dari peluang yang mereka miliki di babak pertama," katanya.
Teguran sang pelatih terbukti membawa dampak positif. Memasuki babak kedua, permainan Prancis berubah drastis. Les Bleus tampil lebih cepat, lebih agresif, dan lebih berani menekan pertahanan Senegal.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-66. Kylian Mbappe sukses memaksimalkan umpan Michael Olise untuk membawa Prancis unggul 1-0. Gol tersebut menjadi momentum kebangkitan tim juara dunia 2018 itu.
Setelah gol pertama tercipta, kepercayaan diri para pemain Prancis meningkat signifikan. Sebaliknya, Senegal mulai kehilangan ritme permainan yang sebelumnya begitu efektif meredam serangan lawan.
Keunggulan Prancis bertambah pada menit ke-82 melalui Bradley Barcola yang masuk dari bangku cadangan. Senegal sempat memperkecil ketertinggalan lewat Ibrahim Mbaye pada masa tambahan waktu, namun Mbappe kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol kedua beberapa saat kemudian untuk mengunci kemenangan 3-1.
Selain mengantar Prancis meraih kemenangan perdana di turnamen ini, dua gol yang dicetak Mbappe juga menghadirkan catatan bersejarah. Penyerang Real Madrid tersebut kini resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Prancis dengan torehan 58 gol, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Olivier Giroud.
Deschamps pun tak ragu memberikan pujian kepada sang kapten yang kembali tampil sebagai pembeda ketika tim mengalami kesulitan.
"Masih ada orang yang mengkritiknya, tetapi dia pemain yang luar biasa. Tidak semuanya berjalan sempurna untuknya hari ini, namun dia bisa memenangkan pertandingan dalam satu momen," ujar Deschamps.
Ia juga menegaskan bahwa kontribusi Mbappe tidak hanya terlihat dari gol-gol yang dicetaknya. Menurut Deschamps, pemain berusia 27 tahun itu memiliki peran penting sebagai pemimpin di dalam maupun luar lapangan.
"Sebagai kapten, dia melakukan banyak hal untuk tim, baik di dalam maupun di luar lapangan, meskipun ada yang menganggapnya egois," katanya.
Meski puas dengan hasil akhir, Deschamps menegaskan masih banyak hal yang perlu diperbaiki jika Prancis ingin melangkah jauh dan mewujudkan ambisi meraih gelar juara dunia ketiga.
"Sangat penting memulai turnamen dengan kemenangan, terutama melawan tim Senegal yang sangat bagus. Banyak tim besar mengalami kesulitan pada pertandingan pertama mereka. Kami berhasil menemukan solusi setelah jeda dan menunjukkan kualitas kami pada babak kedua," tuturnya.
Kemenangan ini juga memiliki makna tersendiri bagi Prancis. Les Bleus akhirnya mampu membalas kekalahan mengejutkan 0-1 dari Senegal pada laga pembuka Piala Dunia 2002. Setelah menunggu selama 24 tahun, Prancis sukses menundukkan Singa Teranga di ajang sepak bola terbesar dunia.
Dengan tiga poin pertama di tangan, Prancis kini menatap pertandingan berikutnya melawan Irak dengan optimisme tinggi. Namun, Deschamps menyadari penampilan kurang meyakinkan pada babak pertama menjadi alarm yang tidak boleh diabaikan jika timnya ingin terus melaju dan bersaing memperebutkan trofi Piala Dunia 2026.
reuters. nypost.com, aljazeera. enca.com
Neymar Jr Resmi Pensiun dari Timnas Brasil: Saya Memberikan Darah, Hidup Saya untuk Selecao
Zinedine Zidane Terharu Pimpin Timnas Prancis, Sengaja Tolak Tawaran Klub Demi Les Bleus
Roberto Mancini Resmi Kembali Latih Timnas Italia, FIGC Akhiri Drama Pencarian Pelatih
Real Madrid Percaya Diri Rekrut Rodri, Kapten Spanyol Disebut Sudah Masuk Kerangka Tim
50 Laga Tanpa Kekalahan, Timnas Spanyol Cetak Rekor Tak Tertandingi