Rabu, 26 Agustus 2026

Messi Belum Habis! Argentina Libas Aljazair 3-0 di Piala Dunia

Messi Cetak Hattrick, Argentina Gilas Aljazair Telak
Sukri - Rabu, 17 Juni 2026 16:40 WIB
Messi Belum Habis! Argentina Libas Aljazair 3-0 di Piala Dunia
istimewa
Lionel Messi, mncetak hattrick saat Argentina kalahkan Aljazair 3-0. (Foto: afaseleccion/Instagram)

Kitakini.news - Argentina mengirimkan pesan tegas kepada para rivalnya di Piala Dunia 2026. Sang juara bertahan membuka perjalanan di Grup J dengan kemenangan telak 3-0 atas Aljazair dalam laga yang berlangsung di Kansas City, Missouri, AS, Rabu (17/6/2026) pagi WIB. Di balik kemenangan meyakinkan tersebut, satu nama kembali menjadi pusat perhatian, Lionel Messi.

Baca Juga:

Ketika banyak pihak mempertanyakan apakah usia masih memungkinkan Messi tampil menentukan di level tertinggi, kapten Argentina itu memberikan jawaban paling sempurna di atas lapangan. Pemain berusia 38 tahun tersebut mencetak hattrick dan membawa La Albiceleste mengawali upaya mempertahankan gelar juara dunia dengan kemenangan meyakinkan.

Meski skor akhir terlihat mencolok, pertandingan sejatinya berlangsung cukup ketat pada menit-menit awal. Kedua tim bahkan sama-sama sempat mencetak gol yang kemudian dianulir karena offside. Messi lebih dulu melihat golnya dibatalkan pada menit kelima, sebelum Aljazair mengalami nasib serupa melalui Fares Chaibi beberapa menit kemudian.

Situasi tersebut membuat laga berjalan terbuka. Aljazair yang datang sebagai salah satu wakil Afrika paling menjanjikan tidak hanya bertahan, tetapi juga berani meladeni permainan Argentina. Namun kualitas individu para pemain Albiceleste akhirnya menjadi pembeda.

Gol pembuka lahir pada menit ke-17 melalui aksi khas Messi. Sang megabintang melakukan penetrasi dari sisi serangan Argentina sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal dihentikan penjaga gawang Aljazair, Luca Zidane. Gol tersebut langsung mengubah ritme pertandingan dan membuat Argentina semakin percaya diri mengendalikan permainan.

Memasuki babak kedua, dominasi Argentina semakin terasa. Aljazair berusaha meningkatkan tekanan, tetapi organisasi permainan tim asuhan Lionel Scaloni tetap sulit ditembus. Ketenangan lini tengah yang dikomandoi Rodrigo De Paul dan Alexis Mac Allister membuat juara dunia itu mampu mengontrol tempo pertandingan dengan baik.

Messi kemudian kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-60. Berawal dari situasi bola liar di dalam kotak penalti, ia menunjukkan insting predatornya dengan bereaksi paling cepat untuk menggandakan keunggulan Argentina. Gol kedua tersebut membuat mental para pemain Aljazair mulai menurun dan membuka lebih banyak ruang bagi Argentina untuk menyerang.

Puncak penampilan luar biasa Messi hadir pada menit ke-76. Setelah memulai serangan dari lini tengah, ia menerima umpan balik di area berbahaya sebelum melepaskan penyelesaian akurat ke sudut gawang. Bola meluncur mulus melewati Luca Zidane dan memastikan hattrick pertama Messi sepanjang sejarah penampilannya di Piala Dunia.

Tiga gol tersebut bukan sekadar membawa Argentina meraih tiga poin penting. Messi juga mencatat sejarah baru dalam kariernya yang sudah dipenuhi berbagai rekor. Hattrick itu membuat koleksi golnya di putaran final Piala Dunia mencapai 16 gol, menyamai rekor sepanjang masa yang sebelumnya dipegang legenda Jerman, Miroslav Klose. Selain itu, Messi juga menjadi pemain pria pertama yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia.

Sementara itu, Aljazair sebenarnya tidak tampil buruk. Tim asuhan Vladimir Petkovic beberapa kali mampu merepotkan lini pertahanan Argentina dan menunjukkan kualitas permainan yang membuat mereka lolos ke putaran final. Namun perbedaan efektivitas di depan gawang menjadi faktor utama yang membedakan kedua tim. Ketika Aljazair gagal memaksimalkan peluang, Argentina memiliki Messi yang mampu mengubah pertandingan hanya dalam beberapa sentuhan.

Hasil ini menempatkan Argentina di posisi yang sangat baik untuk melangkah ke fase gugur. Dengan performa yang ditunjukkan Messi dan solidnya permainan tim secara keseluruhan, Albiceleste kembali memperlihatkan alasan mengapa mereka masih dianggap sebagai salah satu kandidat terkuat untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

Bagi Aljazair, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah besar menjelang laga berikutnya. Mereka masih memiliki peluang untuk bangkit, tetapi harus segera menemukan solusi agar tidak kembali kehilangan poin dalam persaingan ketat Grup J. Sementara bagi Argentina, malam di Kansas City menjadi awal yang nyaris sempurna untuk perjalanan mempertahankan mahkota juara dunia.

Sumber: The Guardian, The Independent, Barca Blaugranes

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Islam Makhachev Ingin Kembali Bertarung Sebelum Ramadan 2027

Islam Makhachev Ingin Kembali Bertarung Sebelum Ramadan 2027

Islam Makhachev Anggap Garry Lawan Biasa, Bidik Rekor tak Tersentuh di UFC 330

Islam Makhachev Anggap Garry Lawan Biasa, Bidik Rekor tak Tersentuh di UFC 330

Abdul El-Sayed Menangi Pemilu Senat Michigan, Berpeluang jadi Muslim Pertama Anggota Senat AS

Abdul El-Sayed Menangi Pemilu Senat Michigan, Berpeluang jadi Muslim Pertama Anggota Senat AS

Neymar Jr Resmi Pensiun dari Timnas Brasil: Saya Memberikan Darah, Hidup Saya untuk Selecao

Neymar Jr Resmi Pensiun dari Timnas Brasil: Saya Memberikan Darah, Hidup Saya untuk Selecao

Zinedine Zidane Terharu Pimpin Timnas Prancis, Sengaja Tolak Tawaran Klub Demi Les Bleus

Zinedine Zidane Terharu Pimpin Timnas Prancis, Sengaja Tolak Tawaran Klub Demi Les Bleus

Roberto Mancini Resmi Kembali Latih Timnas Italia, FIGC Akhiri Drama Pencarian Pelatih

Roberto Mancini Resmi Kembali Latih Timnas Italia, FIGC Akhiri Drama Pencarian Pelatih

Komentar
Berita Terbaru