Rabu, 19 Agustus 2026

Umar Nurmagomedov Lebih Ingin Balas Dendam ke Merab Ketimbang Sabuk Juara

Umar Pilih Balas Dendam, Bukan Sabuk UFC
Sukri - Senin, 22 Juni 2026 09:00 WIB
Umar Nurmagomedov Lebih Ingin Balas Dendam ke Merab Ketimbang Sabuk Juara
istimewa
Merab mendaratkan pukulan ke wajah Umar Nurmagomedov. (Foto: mmafighting.com)
Kitakini.news - Penantang papan atas divisi bantam UFC, Umar Nurmagomedov, mengungkapkan ambisi yang cukup mengejutkan. Alih-alih langsung mengejar kesempatan merebut gelar juara UFC, Umar justru lebih memprioritaskan laga revans melawan Merab Dvalishvili.

Pernyataan itu disampaikan Umar dalam vlog milik Adam Zubayrev yang tayang di YouTube pada Sabtu, 22 Juni 2026. Petarung berusia 30 tahun tersebut mengaku kekalahan dari Merab masih menjadi tanda tanya besar dalam kariernya dan belum sepenuhnya bisa ia terima.

Baca Juga:

Menurut Umar, kesempatan untuk membalas kekalahan jauh lebih penting dibandingkan langsung mendapatkan perebutan sabuk juara.

"Yang saya butuhkan dalam olahraga ini (UFC) adalah revans. Bahkan lebih dari sabuk juara. Jika seseorang bertanya kepada saya apakah saya ingin langsung mengejar sabuk atau mendapatkan revans, saya akan memilih bertarung lagi," ujar sepupu kandung legenda UFC, Khabib Nurmagomedov.

Seperti diketahui, kekalahan atas Merab membuat Nurmagomedov kehilangan rekor tak terkalahkan sebagai petarung dengan reputasi prospek terbaik Dagestan setelah Khabib dan Usman Nurmagomedov yang memiliki rekor tanpa cacat.

Umar menegaskan bahwa kekalahannya dari Merab bukanlah pertarungan yang membuatnya puas karena ia merasa tidak tampil dalam kondisi terbaik. Ia masih penasaran bagaimana hasil duel tersebut jika dirinya bertarung dalam keadaan sehat dan menjalani persiapan penuh. Benar saja, saat tarung ulang, Petr Yan mampu menang dan merebut sabuk juara kelas bantam UFC dari Dvalishvili.

"Saya ingin mendapatkan revans. Pertama, karena saya sendiri ingin tahu bagaimana saya akan bertarung tanpa cedera. Pertanyaan itu belum terjawab bagi saya," katanya.

Petarung asal Dagestan itu kemudian menyinggung pengalaman Petr Yan, yang pernah dikritik karena dianggap mencari alasan setelah kalah saat menghadapi petarung yang sama Merab Dvalishvili. Namun menurut Umar, duel ulang sering kali membuktikan apakah alasan tersebut benar atau tidak.

"Banyak orang mengatakan itu hanya alasan. Tetapi ketika seorang petarung kembali dalam kondisi sehat, kita bisa melihat apakah itu benar-benar alasan atau memang berpengaruh."

Cedera Tangan Jadi Penyesalan Besar

Dalam wawancara santai tersebut, Umar secara terbuka mengakui bahwa dirinya memasuki pertarungan melawan Merab dengan kondisi yang jauh dari ideal. Ia bahkan mengungkapkan mengalami cedera tangan dan tidak menjalani persiapan yang semestinya sebelum menerima tawaran laga perebutan gelar.

"Saya ingin melihat bagaimana saya bertarung dengan tangan yang sehat, dengan kamp latihan yang lengkap dan persiapan yang benar," kata petarung dengan rekor 20-1-0.

Ia kemudian menceritakan bahwa cedera membuatnya tidak bisa menjalani latihan maksimal. Ketika kesempatan perebutan gelar datang, Umar memilih menerimanya meski persiapannya sangat singkat. Menurutnya, kesempatan seperti itu jarang terjadi, dan sangat tidak mungkin dilewatkan.

"Saat itu tangan saya patah. Saya santai saja dan bahkan tidak banyak berlatih. Lalu mereka menelepon dan mengatakan ada kesempatan. Saya merasa harus mengambilnya," kata petarung 30 tahun itu.

Kini, setelah meninjau kembali keputusan tersebut, Umar menganggap dirinya terlalu terburu-buru.

"Sejujurnya, saya pikir saya melakukan kesalahan. Seharusnya saya meminta waktu lebih banyak, bukan hanya lima atau enam minggu persiapan," ungkapnya.

Yakin Masih Bisa Menjadi Juara

Meski lebih memprioritaskan revans melawan Merab, Umar tetap percaya dirinya akan kembali ke jalur perebutan gelar. Ia bahkan menegaskan keyakinannya bisa mengalahkan siapa pun di divisi bantam UFC.

"Saya akan terus menang dan mengalahkan semua lawan. Lebih baik Merab tetap memegang sabuk itu," kata kakak kandung juara kelas ringan PFL MMA, Usman Nurmagomedov itu.

Pernyataan tersebut semakin memperjelas bahwa bagi Umar, duel ulang melawan Merab bukan sekadar jalan menuju gelar juara. Revans itu telah menjadi misi pribadi untuk membuktikan bahwa kekalahan pertamanya di UFC bukanlah cerminan kemampuan terbaik yang ia miliki.

Dengan Merab masih bertengger sebagai penantang penguasa kelas bantam, peluang pertemuan kedua keduanya kini menjadi salah satu laga yang paling dinantikan para penggemar MMA dunia. Jika UFC mengabulkan keinginan Umar, pertarungan revans tersebut berpotensi menjadi penentu arah persaingan divisi bantam dalam beberapa tahun ke depan.

"Saya lebih memilih untuk bertarung dengan Merab karena saya ingin menutup tensi dengan Merab, Saya ingin Merab menang melawan Petr di pertarungan ulang. Jika tidak, saya bisa menghadapi mereka berdua," ungkap Nurmagomedov.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pelatih GSP Sebut Islam Makhachev sebagai GOAT UFC Usai Kalahkan Ian Garry

Pelatih GSP Sebut Islam Makhachev sebagai GOAT UFC Usai Kalahkan Ian Garry

Islam Makhachev Ingin Kembali Bertarung Sebelum Ramadan 2027

Islam Makhachev Ingin Kembali Bertarung Sebelum Ramadan 2027

5 Tanda Usman Nurmagomedov Segera Bertarung di UFC Usai Kemenangan Makhachev

5 Tanda Usman Nurmagomedov Segera Bertarung di UFC Usai Kemenangan Makhachev

Islam Makhachev Kerja Keras Taklukkan Ian Garry, Juara Dua DIvisi Cetak Rekor di UFC 330

Islam Makhachev Kerja Keras Taklukkan Ian Garry, Juara Dua DIvisi Cetak Rekor di UFC 330

Alexander Volkanovski Hadapi Movsar Evloev di UFC 333 Abu Dhabi

Alexander Volkanovski Hadapi Movsar Evloev di UFC 333 Abu Dhabi

Edson Barboza Akhiri Karier di UFC Usai Tumbang dari Ribovics

Edson Barboza Akhiri Karier di UFC Usai Tumbang dari Ribovics

Komentar
Berita Terbaru