Islam Makhachev Ingin Kembali Bertarung Sebelum Ramadan 2027
Kitakininews.co.id - Juara UFC dua divisi, Islam Makhachev, tidak menunjukkan tanda-tanda ingin mengambil jeda panjang setelah sukses mempertahankan sabuk kelas welter. Kemenangan atas Ian Machado Garry di UFC 330 Philadelphia, Minggu (16/8/2026) WIB, justru membuat petarung asal Dagestan itu semakin berambisi untuk segera kembali ke Octagon.
Baca Juga:
Makhachev mengalahkan Garry melalui keputusan mutlak dengan skor 49-46, 49-46, dan 48-47. Hasil tersebut memperpanjang rekor kemenangannya menjadi 17 laga beruntun di UFC, sekaligus melewati torehan 16 kemenangan berturut-turut milik legenda UFC, Anderson Silva.
Alih-alih merayakan pencapaian tersebut dengan beristirahat panjang, Makhachev langsung berbicara mengenai rencana pertarungan berikutnya. Ia bahkan menargetkan bisa kembali sebelum datangnya Ramadan.
"Saya harus bertarung lagi sebelum Ramadan, 100 persen. Januari, akhir tahun ini, saya harus bertarung."
Pernyataan tersebut disampaikan Makhachev dalam wawancara setelah pertarungan dan dikutip dari kanal Youtube MMA Junkie.
Usia menjadi salah satu alasan Makhachev ingin menjaga aktivitasnya di Octagon. Kini berusia 34 tahun, ia menyadari bahwa karier seorang petarung memiliki batas waktu sehingga setiap kesempatan bertanding menjadi semakin berharga.
"Saya bukan berusia 20-an lagi, saya sudah 34 tahun, dan saya harus bertarung sesegera mungkin."
Keinginan untuk kembali bertanding dalam waktu relatif singkat juga didukung kondisi tubuhnya setelah melewati lima ronde melawan Garry. Berbeda dengan masa ketika masih berkompetisi di kelas ringan, Makhachev kini tidak harus melakukan pemotongan berat badan ekstrem untuk mencapai limit kelas welter. Ia juga mengatakan tidak mengalami cedera serius yang berpotensi menghambat persiapan pertarungan berikutnya.
"Saya tidak memotong berat badan terlalu banyak, saya tidak memiliki cedera besar."
Makhachev hanya menyebut kemungkinan akan kembali memeriksakan kondisi hidungnya.
"Paling mungkin saya akan mengecek hidung saya untuk kedua kalinya, hanya itu."
Meski pertarungan berakhir melalui keputusan juri, Makhachev sebenarnya sempat berada dalam posisi untuk menyelesaikan laga lebih cepat.
Momen tersebut terjadi pada ronde kedua ketika Makhachev berhasil mendaratkan tendangan kepala yang menjatuhkan Garry. Ia kemudian melancarkan serangan lanjutan dengan pukulan untuk mencari kemenangan lewat finis.
Namun, Makhachev mengakui dirinya sempat kehilangan kendali karena terbawa suasana.
"Setelah itu saya mencoba mendaratkan beberapa pukulan. Saya agak menggila, tidak bisa mengontrol emosi saya, tapi hampir saya habisi dia," katanya kepada media.
Garry mampu bertahan hingga ronde berikutnya dan akhirnya membawa pertarungan sampai keputusan juri. Makhachev bahkan menganggap Garry cukup beruntung tidak mengalami dampak lebih parah dari tendangan tersebut.
"Dia beruntung saya tidak punya kaki besar. Saya hanya menendangnya menggunakan jari kaki saya. Itu tendangan yang bagus."
Makhachev memang tidak mendapatkan kemenangan lewat submission atau KO, tetapi dominasinya dalam pertarungan tetap terlihat jelas.
Permainan gulat menjadi salah satu senjata utama yang membuat Garry kesulitan menjaga jarak. Makhachev mencatat enam takedown dan menghasilkan 72 pukulan signifikan dari posisi ground dalam lima ronde.
Strategi tersebut membuat Makhachev mampu mengontrol tempo sekaligus mengurangi ruang bagi Garry untuk mengembangkan permainan striking-nya.
Kemenangan ini juga semakin memperkuat status Makhachev sebagai salah satu petarung paling dominan di era UFC modern. Setelah menjadi juara kelas ringan, ia kini berhasil mempertahankan gelar kelas welter dan memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya.
Dengan Makhachev sudah menyatakan ingin kembali secepat mungkin, perhatian berikutnya tertuju kepada calon penantang sabuk kelas welter.
Sejumlah nama mulai masuk dalam pembicaraan, termasuk Carlos Prates, Michael Morales, dan Shavkat Rakhmonov. Namun, UFC belum menentukan siapa yang akan menjadi lawan berikutnya bagi sang juara. Yang jelas, Makhachev sudah menyampaikan keinginannya secara terbuka.
Ia tidak ingin terlalu lama meninggalkan Octagon dan menargetkan pertarungan berikutnya sebelum Ramadan, dengan akhir 2026 atau Januari 2027 menjadi periode yang paling mungkin.
Setelah mencetak sejarah dengan 17 kemenangan UFC secara beruntun, Makhachev kini tampaknya ingin terus bergerak dan mempertahankan dominasinya selama tubuh masih memungkinkan.
Pelatih GSP Sebut Islam Makhachev sebagai GOAT UFC Usai Kalahkan Ian Garry
5 Tanda Usman Nurmagomedov Segera Bertarung di UFC Usai Kemenangan Makhachev
Islam Makhachev Kerja Keras Taklukkan Ian Garry, Juara Dua DIvisi Cetak Rekor di UFC 330
Alexander Volkanovski Hadapi Movsar Evloev di UFC 333 Abu Dhabi
Edson Barboza Akhiri Karier di UFC Usai Tumbang dari Ribovics