Senin, 17 Agustus 2026

Pelatih GSP Sebut Islam Makhachev sebagai GOAT UFC Usai Kalahkan Ian Garry

Islam Makhachev Targetkan Duel Sebelum Ramadan Tiba
Sukri - Senin, 17 Agustus 2026 17:00 WIB
Pelatih GSP Sebut Islam Makhachev sebagai GOAT UFC Usai Kalahkan Ian Garry
istimewa
islam Makhachev usai kemenangan mutlak kontra Ian Garry di UFC 330. (Foto: islam_makhachev/Instagram)

Kitakininews.co.id - Perdebatan mengenai siapa petarung terbaik sepanjang sejarah UFC kembali memanas setelah Islam Makhachev berhasil mempertahankan gelar kelas welterweight dalam duel sengit melawan Ian Machado Garry di UFC 330.

Baca Juga:

Salah satu sosok yang memberikan penilaian tegas adalah Firas Zahabi, pelatih terkenal yang selama bertahun-tahun mendampingi legenda Georges St-Pierre atau biasa disapa GSP di Tristar Gym. Menurut Zahabi, pencapaian Makhachev telah melewati standar yang selama ini digunakan untuk menentukan status Greatest of All Time (terbaik sepanjang masa) atau GOAT.

Zahabi bahkan langsung menyatakan keyakinannya tanpa keraguan.

"Saya akan mengatakan kepada Anda, dia adalah GOAT. Izinkan saya menjelaskan mengapa Islam Makhachev adalah GOAT," kata Zahabi melalui kanal YouTube Tristar Gym.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Makhachev mengalahkan Garry dalam main event UFC 330 di Philadelphia pada 15 Agustus 2026 waktu setempat. Sang juara kelas welterweight mengamankan kemenangan melalui keputusan mutlak setelah melewati lima ronde yang berlangsung kompetitif.

Bagi Zahabi, kemenangan atas Garry bukan sekadar tambahan dalam catatan rekor Makhachev. Ada sejumlah pencapaian yang membuat petarung asal Dagestan tersebut berada di level berbeda dibandingkan para legenda UFC sebelumnya.

Rekor Kemenangan Makhachev Jadi Salah Satu AlasanZahabi menyoroti rentetan kemenangan Makhachev yang kini mencapai 17 pertandingan beruntun di UFC. Catatan tersebut membuatnya melewati rekor Anderson Silva dan menjadi salah satu pencapaian terpanjang dalam sejarah UFC.

Namun, bagi Zahabi, rekor kemenangan tersebut baru sebagian dari alasan mengapa Makhachev layak disebut GOAT.

"Sekarang, bukan hanya karena dia telah memenangkan 18 (harusnya 17) pertarungan beruntun dan memecahkan rekor Anderson Silva," ujar Zahabi.

Ia kemudian menggarisbawahi pencapaian yang menurutnya jauh lebih sulit dilakukan, yakni keberhasilan Makhachev menjadi juara di dua divisi dan kemudian tetap bertahan di divisi barunya untuk mempertahankan gelar.

Makhachev sebelumnya mendominasi kelas ringan sebelum naik ke kelas welterweight. Setelah merebut sabuk juara kelas 170 pound, ia kembali menghadapi penantang elite dan berhasil mempertahankan gelarnya ketika menghadapi Garry.

Menurut Zahabi, aspek tersebut membuat pencapaian Makhachev berbeda dari para petarung yang sebelumnya pernah menjadi juara di dua divisi.

"Memang ada petarung yang pernah memenangkan dua divisi, tetapi belum pernah ada yang naik satu divisi, berhasil menjadi juara, kemudian mempertahankannya," katanya.

Zahabi menilai sejumlah petarung memang mampu naik kelas dan merebut gelar kedua. Namun, mereka kemudian meninggalkan divisi tersebut atau gagal mempertahankan sabuk ketika mendapatkan tantangan berikutnya.

"Kami belum pernah melihat seseorang memenangkan dua divisi, tetap berada di divisi tersebut, lalu mempertahankan gelarnya," lanjut Zahabi.

Makhachev Diyakini Belum Akan Berhenti

Yang menarik, Zahabi tidak menganggap kemenangan atas Garry sebagai akhir dari perjalanan Makhachev di kelas welterweight. Sebaliknya, ia justru memperkirakan dominasi Makhachev baru memasuki tahap awal. Pelatih yang lama menangani Georges St-Pierre tersebut meyakini Makhachev masih akan menjadi kekuatan besar di kelas 170 pound.

"Dan tahukah Anda? Saya rasa tidak ada seorang pun di divisi ini yang bisa mengalahkannya. Ini bukan sesuatu yang hanya terjadi sekali. Dia akan mendominasi divisi welterweight," ungkapnya.

Penilaian tersebut bukan tanpa alasan. Makhachev menghadapi salah satu penantang yang dianggap paling berbahaya di kelas welterweight, tetapi tetap mampu keluar sebagai pemenang setelah lima ronde.

Sebelum pertarungan, Garry memiliki sejumlah keunggulan fisik serta kemampuan menjaga jarak yang membuat duel tersebut menjadi salah satu ujian menarik bagi Makhachev. Sang juara juga sebelumnya mengakui kualitas striking dan pertahanan takedown Garry, meski tetap yakin permainan grappling menjadi kunci untuk mengamankan kemenangan.


Ian Garry Dinilai sebagai Ancaman Terbesar

Zahabi bahkan menyebut Ian Garry sebagai petarung yang menurutnya memiliki peluang paling besar untuk menghentikan dominasi Makhachev di kelas welterweight.

"Menurut saya, Ian Garry adalah orang yang memiliki peluang terbaik untuk mengalahkannya," ujarnya.

Selain Garry, Zahabi menyebut Carlos Prates dan Michael Morales sebagai dua nama lain yang berpotensi menjadi lawan Makhachev di masa depan. Namun, ia melihat perbedaan besar dalam kemampuan gulat ketiga petarung tersebut.

"Tentu ada Prates. Tentu ada Morales. Tetapi Ian Garry mampu mengungguli Prates dalam gulat," jelas Zahabi.

Menurutnya, kemampuan wrestling Garry membuat petarung asal Irlandia tersebut memiliki peluang lebih besar dibandingkan kandidat lainnya. Zahabi bahkan memperkirakan Makhachev akan cukup nyaman menghadapi Morales maupun Prates dalam pertarungan gulat.

"Kami memperkirakan Islam Makhachev akan mampu mengungguli Morales dalam gulat dengan cukup nyaman, begitu juga terhadap Prates," kata Zahabi.

Ia kemudian menambahkan, bahwa kemampuan gulat Prates dan Morales tidak akan bisa mencegah determinasi Makhachev.

"Kemampuan gulat Prates dan Morales memang tidak sebaik itu," ucapnya.

Karena alasan tersebut, kemenangan Makhachev atas Garry dianggap semakin penting. Garry bukan hanya memiliki kemampuan striking yang berkualitas, tetapi juga mempunyai permainan grappling dan jiu-jitsu yang cukup berkembang.

"Dan lihat apa yang dia (Islam) lakukan terhadap Garry," ujar Zahabi.

Pernyataan Zahabi tentu menambah bobot dalam perdebatan mengenai posisi Makhachev di antara para legenda UFC.

Sebelumnya, nama Georges St-Pierre, Anderson Silva, Jon Jones dan Khabib Nurmagomedov menjadi beberapa petarung yang paling sering muncul dalam pembahasan GOAT UFC.

Kini Makhachev memiliki kombinasi pencapaian yang semakin sulit diabaikan. Ia memiliki rentetan kemenangan panjang, pernah mendominasi kelas ringan, naik ke kelas welterweight, merebut gelar, kemudian mempertahankan sabuk tersebut.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Islam Makhachev Ingin Kembali Bertarung Sebelum Ramadan 2027

Islam Makhachev Ingin Kembali Bertarung Sebelum Ramadan 2027

5 Tanda Usman Nurmagomedov Segera Bertarung di UFC Usai Kemenangan Makhachev

5 Tanda Usman Nurmagomedov Segera Bertarung di UFC Usai Kemenangan Makhachev

Islam Makhachev Kerja Keras Taklukkan Ian Garry, Juara Dua DIvisi Cetak Rekor di UFC 330

Islam Makhachev Kerja Keras Taklukkan Ian Garry, Juara Dua DIvisi Cetak Rekor di UFC 330

Alexander Volkanovski Hadapi Movsar Evloev di UFC 333 Abu Dhabi

Alexander Volkanovski Hadapi Movsar Evloev di UFC 333 Abu Dhabi

Edson Barboza Akhiri Karier di UFC Usai Tumbang dari Ribovics

Edson Barboza Akhiri Karier di UFC Usai Tumbang dari Ribovics

Lima Pertarungan Wajib Ditonton di UFC 330 Selain Makhachev vs Garry, Banyak Potensi Laga Sengit

Lima Pertarungan Wajib Ditonton di UFC 330 Selain Makhachev vs Garry, Banyak Potensi Laga Sengit

Komentar
Berita Terbaru