Damping Lodewik di Pilkada Tapteng, Sainah Fokus Pada Bidang Pertanian, Perikanan dan Stunting
Kitakini.news - Bakal calon (Bacalon) Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sainah Hasugian A.Md siap mendampingi Lodewik Fraus Seran Marpaung sebagai Bacalon Bupati maju diajang kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan diselenggarakan, Rabu (27/11/2024) mendatang.
Baca Juga:
- Rico Waas Tegaskan Rekomendasi DPRD Jadi Momentum Perkuat PAD dan Tertibkan Aset Daerah, Minta Sekda dan OPD Tindaklanjuti dengan Serius
- Kecelakaan Minibus APV di Sorkam Barat, 5 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
- HUT ke-28 PAN, Yahdi Khoir Apresiasi Perhatian Gubsu Terhadap Perbaikan Infrastruktur di Batubara
"Meskipun saya saat ini telah terpilih sebagai Anggota DPRD Tapteng dari Partai Gerindra di Pemilihan Umum (Pemilu) Februari 2024 lalu, saya siap mundur dan maju di Pilkada 2024 demi perubahan Tapteng menjadi kabupaten yang lebih baik lagi kedepannya," ujar Sainah kepada wartawan melalui sambungan seluler dari Tapteng, Selasa (25/6/2024).
Keyakinan itu juga diperkuat Sainah dengan tujuan Partai Gerindra yang lebih mengutamakan mengusung kader yang maju sebagai Bacalon Kepala Daerah di Pilkada 2024 ini.
Sainah juga mengungkapkan, maju sebagai Bacalon Wakil Bupati Tapteng, tentu dirinya telah mempersiapkan beberapa program pembenahan yang langsung fokus menyentuh dan dirasakan masyarakat, yakni bidang pertanian, perikanan, nelayan serta Stunting.
Untuk pertanian, sambung Sainah, dirinya akan lebih fokus pada penyediaan dan pengawasan pendistribusian pupuk bersubsidi bagi para petani di Tapteng. Sebab, selama kurun waktu beberapa tahun terakhir, para petani di kabupaten ini sangat sulit mendapatkan pupuk bersubsidi, dan mereka terpaksa membeli pupuk non subsidi dengan harga yang sangat mahal.
"Selain itu untuk lebih memudahkan para petani menyuburkan lahan pertaniannya dan tidak bergantung pada pupuk subsidi, saya juga akan membuat program pengelolaan pupuk kandang. Sehingga nantinya, para petani maupun masyarakat bisa memanfaatkan kotoran-kotoran hewan ternak mereka untuk kita olah menjadi pupuk," bebernya.
Kemudian, tambah Politisi Perempuan Partai Gerindra ini, sebagai daerah penghasil ikan, harus memiliki Tempat Penampungan Ikan (TPI) dan pelabuhan. Dan Insya Allah dalam waktu dekat akan dibangun. Hanya tinggal menunggu perizinannya dari Kementerian di Jakarta.
"Bila ini nantinya terbangun, maka kita akan benar-benar memperhatikan dan mengawasi, sehingga masyarakat nelayan benar-benar merasakan kehadiran pemerintah," cetusnya.
Kemudian, lanjut Sainah, adalah persoalan Pencegahan Stunting yang sampai saat ini menjadi fokus Pemerintah Pusat hingga pemerintah daerah di Sumut, termasuk Tapteng.
Sainah menjelaskan, saat ini Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) berkomtimen untuk menekanPrevalensi Stunting, pada tahun 2023 turun menjadi 18,9 persen dan tahun 2024 optimis turun menjadi 14 persen.
"Untuk mencapai hal itu, sebagai Tepteng kedepannya akan terus dan tetap mendukung program Pemprovsu terus mengintensifkan tiga poin prioritas, dalam upaya pencegahan stunting di 33 kabupaten/kota, yang pertama dengan memaksimalkan program pemberian makanan tambahan (PMT) yang memanfaatkan pangan lokal. Kedua, mengarahkan penggunaan Dana Desa untuk PMT kepada Balita dan ibu hamil. Ini merupakan upaya kami untuk memastikan bahwa sumber daya yang tersedia dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan," paparnya.
Ketiga, tambah Sainah, akan membuat program Bapak Asuh Anak Stunting di Taptengdengan melibatkan dari berbagai elemen masyarakat. "Semoga program yang saya canangkan ini nantinya bisa mengisi program pembangunan perubahan Bapak Lodewik yang akan menjadikan Tapteng Maju Bedaulat dan Sejahtera," pungkasnya. (**)
Rico Waas Tegaskan Rekomendasi DPRD Jadi Momentum Perkuat PAD dan Tertibkan Aset Daerah, Minta Sekda dan OPD Tindaklanjuti dengan Serius
Kecelakaan Minibus APV di Sorkam Barat, 5 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
HUT ke-28 PAN, Yahdi Khoir Apresiasi Perhatian Gubsu Terhadap Perbaikan Infrastruktur di Batubara
Kuasa Hukum Dhody Thahir Curiga Ada Pihak Kuat di Balik Perkara, Surat yang Dipersoalkan Justru Dibuat Pengacara
Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Dhody Thahir: Polisi Harus Tunjukkan Surat Yang Disebut Palsu