Sarah Sechan Sebut 'Sultan', Diduga Sindir Nagita Slavina
"Kebiasaan dianggap 'sultan' di negara sendiri, pas di negara orang berasa bisa seenaknya. Di mall teriak-teriak panggil temannya, dengan bangga, padahal orang lokal lihatnya mungkin 'nih turis gak punya manners'," tulis Sarah Sechan, yang diunggah kembali di akun gosip @lambe_danu, dilansir Senin (11/12/2023).
Baca Juga:
Entah sebuah kebetulan atau tidak, kalimat Sarah ini persis dengan apa yang dilakukan Nagita Slavina ketika berada di sebuah mal di Singapura.
Ceritanya Nagita sedang melakukan video call bersama Nia Ramadhani. Kebetulan mereka berada di mal yang sama, tapi di lantai dan lokasi yang berbeda.
Nagita ingin membuktikan kepada Nia jika jarak mereka sebenarnya tidak terlalu jauh. Karena itu seraya video call, Nagita mencoba meneriakkan nama Nia.
Jika Nia bisa mendengar langsung teriakan Nagita maka itu berarti jarak mereka tidak berjauhan. Rupanya Nia bisa mendengar suara Nagita, yang ternyata mereka berada di lantai yang sama.
Video yang diunggah oleh akun TikTok Rans.1717 inipun beredar di media sosial. Seraya menghubungkan status Instagram Sarah Sechan, warganet menduga jika hal itu ditujukan kepada tingkah Nagita yang berteriak di sebuah mal tersebut.
"Di negara itu banyak orang kaya, jauh lebih kaya, tapi gak ada tuh yang teriak-teriak di mall panggil orang lain," sambung Sarah Sechan dalam postingan story Instagram-nya.
Sarah juga membagikan tips, dimana ketika terpisah dari rombongan, tidak perlu berteriak, namun bisa menggunakan ponsel dan menyebutkan lokasi keberadaan. Apakah berada di dekat pintu masuk, atau berada di dekat toko apa.
"Uang tidak akan bisa membeli kelas mu," pungkas Sarah Sechan.
Menteri Prof Brian: ST Bhinneka Kampus Monumental
Dulu Saksikan dari Tribun, Kini Herna Pardede Kagum pada Transformasi Nova Arianto
Ketua DPD Jadi Korban Daur Ulang Konten, DMDI Indonesia Ajak Nitizen Tabayun Informasi di Medsos
Pertemuan Imlek dan Ramadhan, Sofyan Tan Gaungkan Nilai Kemanusiaan di Atas Segala Perbedaan
Yayasan Sultan Iskandar Muda dan Prof. Dr. Nur A. Fadhil Lubis, MA (alm)