Vietnam Larang Wisatawan Pakai Vape
Melansir berbagai sumber, Kamis (9/1/2025), aturan baru di Vietnam itu melarang kepemilikan, penjualan, dan penggunaan vape dan cairan. Bahkan, pedagang dan produsen rokok elektrik di Vietnam bisa dipenjara.
Baca Juga:
Wisatwan yang datang ke Vietnam dengan membawa vape pun menghadapi denda yang berat menyusul aturan baru yang mulai berlaku pada awal 2025 tersebut.
Larangan membawa vape itu sebagian besar karena masalah kesehatan akibat kerusakan paru-paru yang tidak dapat dipulihkan. Hong Kong juga baru-baru ini melarang vape.
Menurut media setempat, siapa pun yang menggunakan vape atau rokok elektrik di Vietnam bakal menghadapi denda hingga US$78,50 atau sekitar Rp1,3 juta.
Sementara mereka yang tertangkap mengimpor, memperdagangkan, mengangkut, dan memproduksi vape dan bahan untuk alternatif rokok di Vietnam menghadapi denda hingga US$118 atau sekitar Rp1,9 juta atau hingga 15 tahun penjara, tergantung pada jumlahnya.
Orang yang menggunakan vape pada umumnya disarankan untuk memeriksa ulang apakah mereka diizinkan membawa perangkat mereka saat liburan sebelum naik pesawat.
Vietnam bergabung dengan negara lain seperti Australia, Turki, Singapura, Meksiko, India, Brasil, Maladewa, dan Thailand, yang tidak mengizinkan wisatawan membawa vape.
Sebagai informasi, di Thailand, yang memiliki beberapa aturan anti-vape paling ketat di dunia, siapa pun yang tertangkap melanggar undang-undang rokok elektrik dapat dihukum dengan denda besar atau bahkan penjara hingga lima tahun.
Lewis Hall Diminati Man United, Newcastle Beri Jawaban Begini
Oki & Nirmala Diangkat ke Film, Tissa Biani Jadi Pemeran Utama
Rico Waas Tegaskan Rekomendasi DPRD Jadi Momentum Perkuat PAD dan Tertibkan Aset Daerah, Minta Sekda dan OPD Tindaklanjuti dengan Serius
Polsek SDH Tapsel Gunakan Aplikasi Lancang Kuning Deteksi Titik Karhutla
Polda Riau Turunkan Tim Trauma Healing ke Lokasi Karhutla