Senin, 05 Oktober 2026

Harimau Sumatera di Kebun Binatang Bukittinggi Makin Ramai

Fitri - Minggu, 20 April 2025 21:22 WIB
Harimau Sumatera di Kebun Binatang Bukittinggi Makin Ramai
ig@kebunbinatangbukittinggi
Harimau Sumatra di Kebun Binatang Bukittinggi
Kitakini.news - Seekor bayi harimau Sumatra telah lahir di Kebun Binatang Kota Bukittinggi di Sumatera Barat. Artinya, keberadaan satwa langka itu di sana makin ramai.

Melansir berbagai sumber, Minggu (20/4/2025), bayi harimau Sumatera itu diberi nama Banun Kinantan dan berjenis kelamin betina.

Baca Juga:

Keeper Harimau, Amril, mengatakan bayi Banun telah diberi makan daging sapi dan daging ayam.

Dalam sehari, Banun bisa menghabiskan setengah hingga sekilo daging ayam maupun sapi.

"Sampai saat ini Banun masih diberi susu dua kali sehari, pagi dan sore. Induknya hanya mau menyusui anaknya selama seminggu sejak lahir," kata Amril.

Banun Kinantan direncanakan akan segera diperkenalkan kepada publik secara resmi oleh Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias pada 28 April 2025 mendatang.

"Kelahiran Banun menambah koleksi harimau Sumatra menjadi delapan ekor," timpal dokter hewan Kebun Binatang Bukittinggi, drh Yoli Zulfanedi.

Banun Kinantan lahir pada tanggal 28 Desember 2024. Banun lahir dari pasangan harimau Sumatra indukan bernama Mantagi (10) dan pejantan bernama Bujang Mandeh (12).

"Ini belum termasuk satu ekor harimau Sumatra lagi yang masih dalam masa observasi," tambahnya.

Sebelumnya, harimau Sumatra di Kebun Binatang Bukit Tinggi adalah Bancah (jantan) berusia 20 tahun, Dara Jingga (betina,16), Bujang Mandeh (jantan, 12), Mantagi (betina,10), Bujang Kinantan (jantan,8), Yani (betina, 8), Boncel (jantan, 7) dan kini bertambah dengan Banun Kinantan, betina yang telah berusia 3,5 bulan.

Selain kedelapan harimau tersebut juga ada Si Mauang, harimau Sumatra betina berusia 3 tahun yang dievakuasi masuk pada 12 Maret 2025 setelah terlibat konflik dengan warga di Taruyan, Nagari Tigobalai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam.

"Si Mauang bisa jadi dilepasliarkan ke habitatnya atau dirawat di TMSBK Bukittinggi sebagai lembaga konservasi," kata Yoli Zulfanedi.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Curhat Usai Melahirkan Anak Pertama, Adhisty Zara: Pelan-pelan Belajar Jadi Orang Tua

Curhat Usai Melahirkan Anak Pertama, Adhisty Zara: Pelan-pelan Belajar Jadi Orang Tua

Diduga Harimau Sumatra Terkam Sapi Warga di Humbang Hasundutan, BKSDA Turunkan Tim dan Kamera Jebak

Diduga Harimau Sumatra Terkam Sapi Warga di Humbang Hasundutan, BKSDA Turunkan Tim dan Kamera Jebak

Ikut Pelestarian Satwa Liar, Gading Marten Jadi Orang Tua Asuh Bayi Orangutan Bernama Selfie

Ikut Pelestarian Satwa Liar, Gading Marten Jadi Orang Tua Asuh Bayi Orangutan Bernama Selfie

Dua Orang Dosen dan Satpam UFDK Diduga jadi Korban Penganiayaan oleh Satpol PP

Dua Orang Dosen dan Satpam UFDK Diduga jadi Korban Penganiayaan oleh Satpol PP

Punya Anak Pertama di Usia 31 Tahun, Chelsea Islan: Berkat Terbesar Tuhan

Punya Anak Pertama di Usia 31 Tahun, Chelsea Islan: Berkat Terbesar Tuhan

Jadi Relawan Orangutan, Manohara: Masa Depan Hewan Ini Seperti Apa?

Jadi Relawan Orangutan, Manohara: Masa Depan Hewan Ini Seperti Apa?

Komentar
Berita Terbaru